Sunday, November 21, 2021

Anggota DPR Desak Kemendagri Tertibkan Ormas Kerap Terlibat Bentrokan

Anggota DPR Desak Kemendagri Tertibkan Ormas Kerap Terlibat Bentrokan

Jakarta -
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang mendesak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menertibkan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) yang kerap terlibat bentrokan serta meresahkan masyarakat.

"Pemberian izin sebagai legalitas dari Kemendagri atau Kemenkumham tentu dengan AD/ART masing-masing organisasi yang salah satu pasalnya dipastikan berasaskan Pancasila dan UUD 1945," kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Ia menegaskan tujuan dari pendirian sebuah ormas adalah untuk membantu pemerintah dalam rangka menjaga ketertiban umum. Termasuk membantu dengan tanpa syarat menjaga ketertiban umum. Sehingga, apabila ada ormas yang dianggap justru telah meresahkan masyarakat maka pemerintah memiliki kewajiban untuk hadir sesuai dengan kewenangan. Baik untuk pembinaan maupun penertiban.

"Dengan dasar pendirian di atas, ternyata organisasi tersebut justru meresahkan masyarakat, maka Kemendagri harus proaktif memanggil pengurus dari ormas itu," kata dia.

Selanjutnya, jika ormas tersebut sudah diberi peringatan namun masih tetap menciptakan keresahan di tengah masyarakat, maka pencabutan izin dianggap sebagai solusi yang wajar dilakukan oleh Kemendagri.

"Apabila masih tetap menimbulkan keresahan di masyarakat, baik itu pungli maupun bentrokan antarormas, Kemendagri bisa mencabut izinnya atau tidak memperpanjang perizinan," kata Junimart.

Ia mengatakan tidak boleh ada satupun ormas yang dibiarkan dan merajalela sehingga meresahkan masyarakat di Indonesia. Terlebih lagi dalam kondisi pandemi COVID-19 seyogyanya seluruh elemen masyarakat termasuk ormas turut membantu pencegahan penyebaran COVID-19.

Terkait penertiban ormas yang menjadi kewenangan penuh pemerintah juga dapat dilakukan melalui rekomendasi Polri dengan alasan keberadaan ormas terus dinilai melanggar keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Polri juga bisa merekomendasikan kepada Kemendagri untuk membubarkan ormas yang beberapa kali bikin onar dan meresahkan tersebut karena menyangkut kamtibmas," kata dia seperti dilansir Antara.

Sebelumnya, bentrokan antar ormas Forum Betawi Rempug (FBR) dengan Pemuda Pancasila kembali pecah di Ciledug, Kabupaten Tangerang. Bentrokan itu diduga terjadi akibat perebutan penguasaan lahan. (rn/rd)


Friday, November 19, 2021

HUT Aceh Timur Ke- 65 Banjir Hadiah, Ada Sepeda Motor, Kulkas dan Puluhan Lainnya

HUT Aceh Timur Ke- 65 Banjir Hadiah, Ada Sepeda Motor, Kulkas dan Puluhan Lainnya

RILIS.NET, Aceh Timur - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Aceh Timur yang ke- 65, Pemerintah Daerah setempat menggelar kegiatan Gebyar Vaksinasi dan Donor Darah.

Kegiatan ini rencananya akan berlangsung selama tiga hari, yang dimulai sejak Senin 22 November sampai dengan 24 November 2021. Acara ini akan dimulai dari pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai, di lapangan pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur, Desa Titi Baro, Kecamatan Idi Rayeuk.

Panitia kegiatan Gebyar Vaksinasi dan Donor darah pada hari jadi Kabupaten Aceh Timur yang akan dihelat ini juga menyediakan Door Prize sepeda motor, kulkas, mesin cuci, sepeda dan puluhan hadiah menarik lainnya.

Selain itu, pada kegiatan ini juga turut dimeriahkan oleh seniman/artis Aceh Nazar Syah Alam (Apache 13) dan Maimunzir (Bang Gaes) yang akan menghibur para pengunjung di lokasi itu.

Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Timur Ir Mahyuddin MSi melalui Sekretaris panitia kegiatan Abdul Aziz SE mengatakan, acara Gebyar Vaksinasi dan Donor darah ini diselenggarakan sekaligus dengan memperingati hari ulang tahun Kabupaten Aceh Timur yang jatuh pada tanggal 24 November 2021 mendatang.

Abdul Aziz berharap agar masyarakat dapat mengunjungi lokasi tempat digelarnya acara vaksinasi dan donor darah itu, menurutnya selain selain tubuh sehat setelah divaksinasi, masyarakat juga mendapatkan puluhan hadiah yang dapat dibawa pulang nantinya bila beruntung.

"Kegiatan Gebyar vaksin dan donor darah digelar dalam rangka HUT Aceh Timur tahun ini, kepada masyarakat dihimbau agar dapat mengunjungi lokasi pada yang telah ditetapkan itu, karena selain dapat menyehatkan tubuh, juga bisa membawa pulang door prize bagi yang beruntung, ada sepeda motor, kulkas, mesin cuci dan sepeda serta puluhan hadiah menarik lainnya," ulas Abdul Aziz. (rn/red)

Buang Bayinya Sendiri ke Karung Goni, Remaja Asahan Sumut Ditangkap

Buang Bayinya Sendiri ke Karung Goni, Remaja Asahan Sumut Ditangkap

Foto: Polisi saat melakukan olah TKP penemuan jasad bayi di dalam goni tersangkut di aliran sungai (dok.istimewa)
Asahan -
Polres Asahan menangkap seorang remaja putri berusia 18 tahun inisial FA, lantaran diduga membuang bayinya sendiri ke karung goni di sungai Sitio-tio, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

FA juga ditetapkan sebagai tersangka atas perbuatannya. "Pelaku pembuangan bayi adalah ibu kandungnya sendiri. Sudah ditangkap, ditetapkan sebagai tersangka berinisial FA usia 18 tahun," kata Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira, Kamis (18/11/2021).

Putu mengatakan, FA ditangkap di rumahnya tepatnya di Dusun V Desa Sei Silau Barat Kecamatan Setia Janji, Kabupaten Asahan. Pihak kepolisian hingga kini masih memeriksa yang bersangkutan.

"Saat ini dalam proses pemeriksaan serta penyidikan di unit PPA. Nanti akan disampaikan motif tersangka membuang bayi," jelas Putu.

Sebelumnya, sesosok mayat bayi baru lahir berjenis kelamin laki-laki ditemukan warga di Desa Sei Silau Barat Kecamatan Setia Janji Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (16/11) lalu.

Jasad bayi malang tersebut ditemukan pertama kali oleh seorang petani bernama Warsimin (60) saat dia sedang bekerja di ladang. Dilihatnya ada sebuah goni putih terapung di aliran sungai Sitio-tio tersangkut di batang pohon sawit yang tumbang.

"Saya lagi kerja di ladang ada mencium bau bangkai. Saya curiganya sama goni putih di sungai yang tersangkut di pohon sawit yang tumbang itu banyak lalatnya," kata Warsimin.

Mulanya dia enggan mencari tau isi di dalam goni yang sudah terapung di sungai tersebut. Namun lama kelamaan, rasa penasaran Warsimin semakin besar, dia lantas mencari kayu panjang dan berusaha meraih goni yang dicurigainya itu dari tengah sungai.

"Saya tarik pakai kayu goninya dipinggirkan. Bau sekali, waktu dibuka ternyata mayat bayi. Kemungkinan baru lahir ini karena masih ada tali pusarnya," kata dia.

Terkejut dengan temuannya, Warsimin kemudian memanggil warga lainnya dan melaporkan kejadian tersebut ke Polisi yang langsung datang ke lokasi mengevakuasi jasad bayi malang itu.

Kapolsek Prapat Janji, Iptu JT Siregar membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan terhadap temuan mayat tersebut untuk mengungkap siapa pelaku pembuangan bayi tersebut.

"Jasadnya dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumut untuk dilakukan autopsi. Masih dilakukan penyelidikan," kata dia. (rn/rd)

Wednesday, November 17, 2021

KPU RI Sambangi KIP Aceh Timur, Diduga Terkait Penyelewengan Anggaran dan Laporan Fiktif?

KPU RI Sambangi KIP Aceh Timur, Diduga Terkait Penyelewengan Anggaran dan Laporan Fiktif?

RILIS.NET, Aceh Timur - Informasi yang diperoleh RILIS.NET Inspektorat Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) dan  KIP Aceh akan mendatangi kantor KIP Aceh Timur pada Kamis 18 November 2021, besok.

Kabar yang berhembus, kedatangan sejumlah petinggi KPU ke Aceh Timur erat kaitan dengan dugaan penyelewengan anggaran dan laporan fiktif yang ada ditubuh KIP tersebut.

Ketua LSM Komunitas Investigasi dan Advokasi Nanggroe Aceh (KANA) Muzakir, kepada RILIS.NET turut membenarkan kabar tak sedap itu.

"Kedatangan mereka ke Aceh Timur terkait masalah proses hukum  yang sedang dialami hampir seluruh pegawai kantor KIP di Polres Aceh Timur," sebut Muzakir.

LSM KANA  turut meminta kepada KPU RI untuk tidak menginterpensi proses hukum yang sedang berjalan.

"Kita meminta kepada KPU RI untuk memberikan akses penyelidikan  kepada pihak ke polisian, demi tegaknya supremasi hukum," tambahnya.

Ketua LSM KANA juga menyebutkan, apabila KPU RI melakukan intervensi, ia meminta kepada pihak penegak hukum untuk segera ditetapkan tersangka bila terbukti, dalam kasus  yang diduga ada dugaan penyelewengan anggaran dan  laporan fiktif oleh Kesekretariatan KIP Aceh Timur.

"Ini perlu kami sampaikan, kerena kami sangat konsen terhadap kasus ini. Dalam catatan kami ada sebuah kebijakan yang salah dilakukan oleh sekretariat, sebagai contoh pemangkasan honor tenaga kontrak dari Rp3,8 juta rupiah, tetapi kabarnya dibayar Rp1,9 juta rupiah. Ini kebijakan yang sangat bertentangan," ujar Muzakir.

Sementara itu Sekretaris KIP Aceh Timur Sunanda yang dikonfirmasi media ini membenarkan adanya kunjungan KIP dari Provinsi Aceh, namun ia membantah bila kedatangan mereka dikaitkan dengan isu pemeriksaan itu.

"Mereka dari Provinsi hanya kunjungan kerja biasa," jawab Sunanda singkat, Rabu (17/11/2021). (rn/red)

Monday, November 15, 2021

 Polisi Temukan Dua Senjata Api Pelaku Perampokan di Peunaron  Aceh Timur

Polisi Temukan Dua Senjata Api Pelaku Perampokan di Peunaron Aceh Timur

Senpi yang disita di rumah pelaku (Foto: Ist)
RILIS
.NET, Aceh Timur -
Anggota Opsnal Polres Aceh Timur kembali menemukan dua senjata api jenis FN dan Revolver yang digunakan pelaku perampokan di Dusun Pajak, Desa Arul Pinang, Kecamatan Peunaron, Aceh Timur pada Minggu 31 November lalu.

''Dua senpi itu kami temukan pada Jumat 12 November 2021, sekira pukul 21.30 WIB di rumah MU Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak,” ungkap Kapolres Aceh Timur AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat, S.I.K, Senin, (15/11/2021).

Menurut Kapolres, penemuan senpi tersebut berdasarkan keterangan pelaku MH kepada penyidik, yang mengatakan bahwa senpi tersebut dititpkan kepada kawannya berinisial MU.

“Dari keterangan tersebut anggota opsnal menuju ke rumah MU, namun saat petugas datang MU tidak berada di rumah. Kemudian dilakukan penyisiran di sekitar rumah dan ditemukan dua senpi berikut 10 butir peluru aktif di kantong plastik hitam yang diletakkan dalam sebuah speaker rusak di pekarangan rumah MU.” Jelas Mahmun Hari Sandy Sinurat.

Dengan penambahan dua senpi tersebut tambah Mahmun, maka polisi sudah menemukan tiga senjata api, dengan rincian dua senpi jenis FN dan satu jenis Revolver.


Diberitakan sebelumnya, Tiga Pelaku perampokan dikabarkan berhasil membawa kabur uang tunai senilai Rp140 juta rupiah dari sebuah toko di Peunaron, Kabupaten Aceh Timur pada Minggu (31/10/2021) malam.

Kabar tentang adanya aksi perampokan itupun beredar luas dimasyarakat melalui sejumlah media sosial seperti WhatsApp maupun facebook.

Begitupun jumlah uang Rp140 juta rupiah yang diduga berhasil dibawa kabur oleh pelaku juga berdasarkan informasi yang beredar dimedia sosial.

Aksi ketiga perampok tersebut juga tampak terekam di CCTV. Ketiga pelaku memasuki sebuah toko perbelanjaan dengan menenteng mirip senjata api laras pendek.

Saat memasuki toko kawanan perampok ini juga menggunakan penutup wajah dan juga helm.


Dalam video rekaman CCTV yang beredar itupun tampak satu orang pelaku menuju ke meja kasir dan menggasak sejumlah uang, yang diperkirakan mencapai Rp140 juta rupiah.

Namun, tak membutuhkan waktu lama Polisi akhirnya berhasil menangkap empat pelaku yang diduga terlibat dalam aksi itu.

Tim Gabungan Opsnal Polres Aceh Timur berhasil menangkap empat terduga pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan di Perkebunan PT Wira Perca, Kecamatan Rantau Panjang, Aceh Timur, Selasa (2/11/2021).

Dari ke empat terduga pelaku tersebut, tiga di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan satunya lagi masih didalami dan diperiksa secara maraton untuk diketahui sejauh mana keterlibatannya.M

Hal tersebut diinformasikan oleh Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Winardy, S.H., S.I.K., M.Si., dalam keterangan singkatnya, Selasa (2/11/2021) di Mapolda Aceh.

Ia menyampaikan, saat ini ke empat terduga pelaku sudah ditangkap dan masih diperiksa secara intensif di Polres Aceh Timur. Ke empat orang tersebut adalah BY alias RJ (33), MH (26), RS (28), dan MS (34). Semuanya merupakan warga Rantau Peureulak, Aceh Timur.

Kemungkinan, tambahnya, tersangka dalam kasus ini akan bertambah, karena tim di lapangan masih terus melakukan pengembangan.

Dalam penangkapan tersebut, kata Winardy, Tim Opsnal juga turut diamankan 1 pucuk senjata api pistol jenis FN beserta magazen dan 2 butir peluru. Kemudian 2 Sepeda motor, tas berisi uang Rp30,855.000, 4 unit Hp, dan 1 pirek kaca yang diduga bekas sabu. (rn/red)