Thursday, September 9, 2021

Program SRS Lanjut, Simpang Jernih Akan Jadi Lokasi Destinasi Wisata Baru di Aceh Timur

Program SRS Lanjut, Simpang Jernih Akan Jadi Lokasi Destinasi Wisata Baru di Aceh Timur

RILIS.NET, Aceh Timur - Program Suaka Rhino Sumatera (SRS) yang telah ditetapkan di Kabupaten Aceh Timur terus berlanjut, pembangunan tempat penangkaran Badak Sumatera itupun rencananya akan segera dimulai pada tahun ini. Jika itu siap dibangun kedepan kawasan Simpang Jernih ini diyakini akan jadi lokasi destinasi wisata baru di Kabupaten Aceh Timur.

Pembangunan suaka badak ini bagian dari rencana aksi darurat penyelematan badak sumatera dari kantong popolasi yang sudah tidak Sintas (Tidak Viable), dan populasi serta habitatnya sudah terisolasi, di kawasan hutan Aceh.

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur berdasarkan Surat Nomor: 600/10/2020 tanggal 30 Maret 2020, memberikan dukungan pembangunan SRS dengan lahan seluas 7.302 hektar.

Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH mendukung penuh pembangunan SRS sebagai upaya penyelamatan badak sumatera, yang populasinya di alam tidak lebih dari 80 individu.

Jika tempat penangkaran Badak yang ketiga di Indonesia ini selesai dibangun di kawasan Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur maka, diyakini akan terciptanya multiplier effect di bidang pariwisata.

Rocky sapaan akrab Bupati Aceh Timur ini juga meyakini, selain menjadi kawasan lindung untuk kelestarian alam dan satwa, lokasi penangkaran badak ini nantinya juga menjadi destinasi wisata konservasi baru di Aceh Timur.

"Ini merupakan prospek yang sangat bagus bagi ekonomi masyarakat yang ada di Simpang Jernih. Satwa kita bisa terjaga dengan baik, ekonomi masyarakat juga ikut terbangun dan akan tercipta multiplier effect dibidang pariwisata," sebut Rocky.

Rocky turut mengajak masyarakat sekitar untuk mendukung, membantu dalam mewujudkan kehadiran suaka badak Sumatera ini di Aceh Timur, yang hanya ada tiga lokasi di Indonesia, setelah Kalimatan Timur dan Lampung.

Dalam rapat yang dihadiri oleh Asisten, para kepala OPD terkait, Forum Konservasi Lauser (FKL), Camat Simpang Jernih, Keuchik (kades) Rantau Panjang dan perwakilan masyarakat, pada Kamis (9/9/2021), di Aula Sekdakab Aceh Timur, Bupati Rocky turut memaparkan kemajuan yang telah dicapai oleh daerah lainnya yang terdapat lokasi penangkaran badak Sumatera.

"Dengan adanya tempat penangkaran ini Simpang Jernih Kedepan akan jauh lebih maju, seperti di daerah lainya yang ada pembangunan tempat penangkaran badak. Akses jalan akan lebih bagus, begitu juga hutan rakyat akan tetap terjaga. Begitu juga dengan adanya lokasi ini nantinya juga akan menunjang disegi pariwisata akan bisa lebih maju," tandas Rocky.

Menurutnya Pemerintah Aceh Timur bukan hanya bertekat untuk menyelamatkan satwa yang dilindungi, namun juga akan membangun perekonomian rakyat di kawasan ini, selain itu juga menyelamatkan hutan Aceh Timur agar tidak ada yang merusak alam dikawasan itu.

"Potensi alam di Simpang Jernih sangat luar biasa, ada air terjun, hutan dan alamnya sangat asri selain itu air sungainya juga jernih dengan ikan jurung yang bernilai tinggi, maka kita harus selamatkan itu semua," pungkasnya.

Kalau ada pihak ketiga yang dapat menghambat kemajuan di Simpang Jernih Rocky akan menghadapinya, menurut Bupati mantan Kombatan GAM ini, Simpang Jernih dengan semua potensi besar yang dimilikinya harus bisa menjadi kawasan wisata yang maju dimasa mendatang.

"Kita ingin ingin bangun akses jalan yang bagus, ekonomi masyarakat juga harus bangkit, sektor pariwisata dapat tumbuh kedepan dengan adanya program SRS ini," harap Bupati Aceh Timur. (rn/red)
Lepas Sambut Kapolres, Mahmun Hari Sandi Dipeusijuk di Aceh Timur

Lepas Sambut Kapolres, Mahmun Hari Sandi Dipeusijuk di Aceh Timur

AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat SIK dan Istri, pada acara lepas sambut yang digelar Pemkab Aceh Timur Rabu (8/9/2021) malam.
RILIS.NET, Aceh Timur - Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menggelar acara lepas sambut Kapolres Aceh Timur di Aula Serbaguna Komplek Pendopo Bupati Aceh Timur pada Rabu (8/9/2021), malam. Dalam lepas sambut ini, Mahmun Hari Sandy Sinurat dipeusijuk sebagai Kapolres Aceh Timur yang baru.

Acara lepas sambut ini digelar antara AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat SIK yang telah resmi menjadi Kapolres Aceh Timur menggantikan posisi AKBP Eko Widiantoro SIK MH.

AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat SIK sebelumnya menjabat Kapolres Aceh Tengah. Sedangkan AKBP Eko Widiantoro diangkat menjadi Kapolres Cilacap Polda Jawa Tengah.

Diawal kegiatan lepas sambut yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Timur ini, Kapolres Aceh Timur AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat SIK bersama istri mengikuti prosesi peusijuek yang dipimpin oleh Tgk Abu Wahab Keude Dua.

Dalam sambutannya, AKBP Eko Widiantoro mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya semasa mimimpin Polres Aceh Timur kurang lebih selama dua tahun bertugas di Aceh Timur, sejak September 2019 lalu.

"Aceh Timur merupakan salah satu bagian dari hidup saya, dan Aceh Timur tempat perjalanan karier saya dan saya tidak bisa lupakan. Di Aceh Timur ini saya pertama kali menjabat sebagai Kapolres. Masyarakat Aceh Timur juga sangat baik sekali dan ramah," kata Eko Widiantoro mengawali pidatonya pada acara lepas sambut itu.

Menurut Eko Widiantoro, di Aceh Timur ini mempunyai kekompakan yang sangat baik, setiap ada masalah pihaknya selalu mencari solusi dengan Bupati Aceh Timur, dan menyelesaikannya dengan kerjasama yang baik.

"Saya juga mohon maaf kepada pak Bupati dan seluruh masyarakat Aceh Timur atas kekurangan maupun kekhilafan saya selama bertugas di Aceh Timur, dan saya juga mengucapkan terimakasih atas kerjasama yang baik selama saya disini, saya mohon doanya semoga saya bisa bekerja ditempat tugas yang baru semoga dapat berjalan tugas dengan baik, sekali lagi saya mohon maaf apabila ada tutur kata dan perilaku yang kurang berkenan mohn dimaafkan," pinta Eko Widiantoro dihadapan peserta yang hadir.

Sementara itu, AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat SIK dalam sambutannya turut memperkenalkan dirinya bersama istri, anak-anak dan keluarga besarnya yang turut mendampinginya dalam acara lepas sambut itu.

"Saya ditugaskan di Aceh Timur ini tidak pernah saya duga, ini sesuatu takdir Allah dan amanah dari institusi saya Polri," kata Mahmun Hari Sandy Sinurat dalam sambutanya, pada Rabu malam.

Ia juga berharap agar kedepan dapat meneruskan program lanjutan Polres Aceh Timur untuk membangun Aceh Timur secara bersama-sama dengan Bupati Rocky.

Sementara itu Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH atau yang akrab disapa dengan panggilan Rocky ini turut mengucapkan terimakasih kepada AKBP Eko Widiantoro yang telah bekerja dengan baik untuk Aceh Timur. Rocky juga mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada Kapolres Aceh Timur yang baru AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat SIK.

Dalam sambutannya itu, Bupati Aceh Timur juga menyebutkan, bahwa semenjak menjabat sebagai Bupati di Aceh Timur sudah sepuluh orang Kapolres yang telah menjabat di Aceh Timur, dan tidak sedikit yang telah menempati posisi yang strategis dalam jenjang pangkat dan karir.

"Insya Allah semua yang pernah bertugas di Aceh Timur banyak yang berhasil, mudah-mudahan Bapak Kapolres Baru setelah bertugas di Aceh Timur agar lebih tambah berhasil lagi dalam karirnya dimasa yang akan datang, dan Insya Allah kita  bangun Aceh Timur ini bersama-sama pak," harap Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH atau yang akrab disapa Rocky.

Turut hadir pada acara lepas sambut itu diantaranya Ketua DPRK Muhammad Daud, Dandim 0104/Aceh Timur, Letkol Czi Hasanul Arifin Siregar, S.Sos, M. Tr (Han), Kejari Aceh Timur Semeru SH MH, Ketua Pengadilan Idi Apri Yanti SH MH, Ketua MPU Aceh Timur Tgk Nawawi Abdul Muthalib, Sekda Aceh Timur Ir Mahyuddin MSi, Asisten para Kepala OPD dan sejumlah tamu undangan lainnya. (rn/red)

Tuesday, September 7, 2021

Menteri KKP RI Trenggono Puji Hasil yang Dicapai Klaster Tambak di Aceh Timur

Menteri KKP RI Trenggono Puji Hasil yang Dicapai Klaster Tambak di Aceh Timur

Menteri KKP RI Sakti Wahyu Tringgono menabur benih di Tambak Milenial Aceh Timur, Selasa (7/9/2021)
RILIS
.NET, Aceh Timur -
Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono meninjau klaster tambak udang vaname di Kabupaten Aceh Timur, Selasa (7/9/2021). Dari amatannya di lokasi Trenggono turut memuji Klaster tambak yang ada di Aceh Timur, menurutnya hasil yang dicapai di Kabupaten Aceh Timur sudah cukup bagus.

"Ini apa yang telah kita lakukan di 2020 hasilnya sudah cukup bagus, kira-kira sekitar 30 ton perhektar, dari yang semula cuma setengah ton. Ini peningkatannya luar biasa," pungkas Trenggono.

Tiba di Aceh Timur sekitar pukul 10.00 WIB dengan menggunakan helikopter, Menteri Sakti Wahyu Trenggono langsung di sambut oleh Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH, sesampainya di lokasi rombongan ini melakukan peninjauan ke lokasi budidaya udang vaname di tambak Klaster Desa Alue Bu, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur.

Tak hanya di tambak Klaster Desa Alu Bu, Trenggano juga turut mengunjungi ke lokasi budidaya udang vaname di klaster tambak Desa Matang Rayeuk, Kecamatan Idi Timur, Kabupaten Aceh Timur.

"Saya ke Aceh Timur untuk melihat potensi tambak udang, karena kita ingin mencapai target 2 juta ton di 2024, salah satunya yaitu Aceh mempunyai kontribusi besar dari segi lahan dan infrastruktur. Kalau kita lihat laut disini yang tidak bisa kita dapatkan di Pulau Jawa, laut di sini bersih sekali, ini betul-betul bisa kita maksimalkan," ujar Trenggono.

Ia menambahkan, pihaknya akan mencoba membangun sekitar 5 ratus hingga 1000 hektar kalau bisa akan dibangun tambak Klaster di wilayah ini.

"Karena sudah berkali-kali Sekjen ditelpon pak Bupati Aceh Timur, kita akan bangun sedapat mungkin sedikitnya 5 ratus hektare dapat dibangun, kalau bisa seribu hektar maka akan jauh lebih bagus," tambahnya.

Dan kalau itu bisa terjadi maka ekonomi di wilayah Aceh ini bisa berkembang, dan masyarakatnya akan bisa lebih sejahtera, sebutnya.

"Dan target saya adalah bagaimana petambak udang ini nilai tukarnya atau indek kesejahteraannya meningkat diatas seratus empat puluh.

Saat disinggung langkah kedepannya, Menteri Trenggano mengatakan langkah kedepan pihaknya sudah punya program untuk membangun kawasan yang moderen yang diatasnya adalah para petambak.

"Selanjutnya akan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, dan Pak Bupati sudah menyediakan lahannya, yang didalamnya ada masyarakat dan kalau tidak ada halangan Insya Allah Januari tahun depan sudah mulai, mohon doa dari teman-teman semua," harap Sakti Wahyu Trenggono.

Usai meninjau Klaster Tambang Udang Vaname di Desa Matang Rayeuk Peudawa, Kecamatan Idi Timur rombongan Menteri KKP RI ini kemudian menuju lokasi tambak Milenial yang ada di Komplek Idi Sport Center (ISC), disini Trenggono yang turut didampingi Rocky sapaan akrab Bupati Aceh Timur turut menaburkan ribuan bibit udang Vaname di kolam tambak Milenial.

Dalam kunjungan kerjanya di Aceh Timur, Menteri Trenggono didampingi Bupati Hasballah HM Thaib SH, Anggota Komisi IV DPR T.A. Khalid dan Anggota DPD RI Abdullah Puteh dan jajaran pejabat KKP RI, serta sejumlah unsur Forkopimda lainnya. (rn/red)

Friday, September 3, 2021

100 Pucuk Senpi Diamankan dari Warga di Perbatasan RI-Timor Leste

100 Pucuk Senpi Diamankan dari Warga di Perbatasan RI-Timor Leste

Kupang -
Tak kurang dari 100 pucuk senjata api (senpi) berhasil diamankan dari warga di perbatasan RI dan Timor Leste oleh Satuan (Satgas Pamtas) Tugas Pengamanan Perbatasan kedua negara.

Senpi itu diserahkan oleh warga yang tersebar di sejumlah daerah di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, yang berbatasan dengan Timor Leste. Jumat (4/9/2021).

"Selama masa tugas kami yang berjalan sekitar 6 bulan ini ada 100 pucuk senjata rakitan yang berhasil kami amankan setelah diserahkan secara sukarela oleh warga di perbatasan," kata Komandan Satgas Pamtas RI-Timor Sektor Barat Yonarmed 6/3 Kostrad Letkol Arm Andang Radianto dalam keterangan yang diterima di Kupang, Jumat.

Ia menuturkan hal itu berkaitan dengan pengamanan senjata yang dimiliki warga oleh Satgas Yonarmed 6/3 Kostrad selama menjalankan tugas pengamanan wilayah perbatasan antatabRI-Timor Leste.

Selain senjata api, kata dia satgas juga mengamankan sebanyak 1.378 butir munisi, lima bahan peledak hingga aksi penggagalan percobaan penyelundupan sebanyak enam kali.

"Apa yang kami capai ini sebagai bagian dari kado termanis dari kami untuk momentum Hari Ulang Tahun ke-65 Batalyon Armed 6/3 Kostrad ini," katanya.

Ia mengatakan keberhasilan ini terjadi dikarenakan kerja keras dari para prajurit satgas serta terjalinnya komunikasi dan hubungan yang baik antara prajurit dengan masyarakat di perbatasan RI-Timor Leste.

"Kami juga mengapresiasi warga atas kesadarannya sehingga secara sukarela menyerahkan senjata maupun bahan peledak untuk kami amankan," katanya.

Andang Radianto menambahkan masih tersisa tiga bulan waktu penugasan yang dijalani Satgas Yonarmed 6/3 Kostra sehingga kemungkinan jumlah senjata maupun bahan peledak yang diamankan masih bisa bertambah.

Para prajurit satgas, kata dia akan terus menjalin hubungan komunikasi dan interaksi yang baik serta mengedukasi warga terkait bahaya kepemilikan senjata api sehingga mereka bisa menyerahkannya secara sukarela untuk diamankan.

"Prinsinya kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik dalam penugasan pertama kami dalam menjaga wilayah terdepan NKRI ini," katanya. (rn/red)

Thursday, September 2, 2021

Ungkap Kasus Kematian Gajah, Polres Aceh Timur Dapat Penghargaan dari Rocky

Ungkap Kasus Kematian Gajah, Polres Aceh Timur Dapat Penghargaan dari Rocky

RILIS.NET, Aceh Timur - Berhasil mengungkap pelaku dalam kasus kematian gajah di DesaJambo Reuhat, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, beberapa waktu lalu, Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro SIK MH dan jajarannya mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH atau yang akrab disapa Rocky pada Kamis (2/9/2021), di ruang pertemuan Mapolres Aceh Timur.

Hadir dalam kegiatan itu, Asisten Bidang Administrasi Umum Setdakab Aceh Timur T. Reza Riski, SH, M. Si, Waka Polres Aceh Timur Wakpolres Aceh Timur Kompol Chairul Ikhsan, S.I.K. serta seluruh pejabat utama Polres Aceh Timur.

Bupati Hasballah dalam kesempatan itu memberi apresiasi tinggi kepada Polres Aceh Timur yang telah mengungkap kasus perburuan satwa yang dilindungi. Keberhasilan itu kata Rocky, merupakan bukti  nyata dan keseriusan  dalam menjaga satwa dan isi hutan Aceh.

“Dengan berhasilnya penangkapan pelaku pembunuhan gajah maka hal ini telah membuat bagaimana proses penegak hukum begitu serius dalam mengungkap pelaku kejahatan. Kasus ini menjadi pelajaran bagaimana  pentingnya  menjaga kelestarian alam dan satwa yang ada didalamnya,” ujar Bupati Aceh Timur H Hasballah SH.

Menurut Sosok Bupati yang akrab disapa Rocky ini,  Daerah Kabupaten  Aceh Timur masih memiliki hutan yang asri dan kaya hasil alam, oleh sebab itu ia mengajak masyarakat  menjaga dan memelihara lingkungan dengan penuh kesadaran.

"Kita berharap ini menjadi  dorongan masyarakat dan menambah semangat kita dalam menjaga lingkungan dan satwa liar yang dilindungi lainnya," ujar Bupati Rocky.

Rocky juga turut mengapresiasi semua pihak yang telah ikut bersama-sama mendukung upaya konservasi satwa liar didaerahnya, termasuk lembaga pemerhati lingkungan yang berkiprah dengan programnya di Aceh Timur. (rn/red)