Jumat, 11 Juni 2021

Ulama Kharismatik Aceh Abu Keunire Tutup Usia

Ulama Kharismatik Aceh Abu Keunire Tutup Usia

Almarhum Tgk. H. Muhammad Nur atau Abu Keunire. Foto: Ist

Aceh Timur -
Ketua Majelis Permusyawatan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Timur yang juga dikenal sebagai Ulama Kharismatik Aceh Tgk. H. Muhammad Nur meninggal dunia, Kamis (10/6/2021).

Tgk. H. Muhammad Nur yang akrab disapa Abu Keuniree menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 14.35 WIB.

Abu Keuniree selama ini berdomisili di Ulee Gajah, Kecamatan Darul Falah, Kabupaten Aceh Timur. Kabar duka wafatnya Ulama Kharismatik Aceh tersebut langsung viral di media sosial seperti facebook maupun group-group WhatsApp.

Seperti diposting oleh pemilik akun Abati Shareya, dalam status facebooknya Tokoh Ulama Langsa bernama Syech Muhajir ini menuliskan : "Rahmat Allah semoga senantiasa tercurah untuk guru kami, Abu Keunire telah wafat menghadap zat yang dicintai-Nya.

Dalam status lainnya Syech Muhajir mengatakan sebelum wafat Abu Keunire pernah meninggalkan wasiat kepada Majelis Almaidah Langsa pada 10 Syawal 1442 H.

Dalam pertemuan tersebut, Abu Keunire meminta kepada Majelis Almaidah Langsa untuk menyampaikan kepada semua orang bahwa usia dunia tidak lama lagi. Ia meminta manusia memperbanyak amal saleh, dan bagi yang memiliki harta supaya memperbanyak bersedekah di jalan Allah.

"Tgk peugah bak mandum ureung, umu donya hana trep lee, beu le-le amai saleh, yang na harta meuseudekah bak jalan Allah, hana pue neu kubah-kubah lee," tulis Syech Muhajir mengenang wasiat Abu Keunire. (Ajnn.net)

Kamis, 10 Juni 2021

Pledoi Rizieq Ungkap Pertemuan dengan Tito dan BG di Arab

Pledoi Rizieq Ungkap Pertemuan dengan Tito dan BG di Arab

Rizieq Shihab. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
RILIS
.NET, Jakarta -
Eks pentolan Front Pembela Islam (FPI) membeberkan sempat ditemui oleh Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan dan eks Kepala Kepolisian RI, Tito Karnavian ketika dirinya masih berada di Arab Saudi pada medio 2017-2018.

Hal itu ia sampaikan saat membacakan pleidoi atau nota pembelaannya sebagai terdakwa dalam kasus tes swab virus corona di Rumah Sakit Ummi, Bogor, Jawa Barat di PN Jaktim, Kamis (10/6/2021).

Rizieq membeberkan bahwa pada awal Juni 2017, Ia sempat bertemu dan berdialog langsung dengan Budi Gunawan bersama timnya. Pertemuan itu berlangsung di satu Hotel Berbintang Lima di Kota Jeddah-Arab Saudi.

Pertemuan itu, kata dia, menghasilkan beberapa kesepakatan. Di antaranya untuk menyetop semua kasus hukum yang menimpa dirinya bersama rekan-rekannya yang lain.

"Sehingga tidak ada lagi fitnah kriminalisasi, dan sepakat mengedepankan dialog dari pada pengerahan massa, serta siap mendukung semua kebijakan Pemerintahan Jokowi selama tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam dan konstitusi negara Indonesia," kata Rizieq.

Rizieq mengatakan dari pertemuan tersebut lantas dibuat kesepakatan yang ditanda-tangani olehnya dan Komandan Operasional BIN kala itu, Mayjen TNI (Pur) Agus Soeharto di hadapan Budi Gunawan.

"Kemudian surat tersebut dibawa ke Jakarta dan disaksikan serta ditandatangani juga oleh Ketua Umum MUI Pusat Ma'ruf Amin yang kini menjadi Wakil Presiden RI," kata dia.

Tak hanya Budi Gunawan, Rizieq juga sempat bertemu dengan Tito Karnavian sebanyak dua kali saat di Mekkah pada tahun 2018. Pertemuan itu sempat digelar di salah satu Hotel di dekat Masjidil Haram Kota Suci Mekkah.

"Dalam dua kali pertemuan tersebut saya menekankan bahwa saya siap tidak terlibat sama sekali dengan urusan politik praktis terkait Pilpres 2019," kata Rizieq.

Meski demikian, Rizieq mengajukan tiga syarat untuk mengabulkan kesepakatan tersebut. Permintaan pertama, Rizieq meminta agar para penista agama seperti Abu Janda, Ade Armando, Denny Siregar, dan semua yang menista agama untuk diproses hukum.

"Mereka yang sering menodai Agama dan menista Ulama juga harus diproses hukum, sesuai dengan prinsip equality before the law sebagaimana dimanatkan UUD 1945," kata dia.

Permintaan kedua, yakni untuk menyetop kebangkitan PKI di Indonesia. Ia meminta kepada Tito agar Amanat TAP MPRS RI No XXV Tahun 1966 tentang Pembubaran dan Pelarangan PKI harus dijalankan dengan tegas.

Permintaan terakhir, Rizieq meminta agar menghentikan penjualan aset negara ke asing. Ia meminta agar semua aset dan kekayaan negara sebesar-besarnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat.

"Lalu khusus pribumi Indonesia perlu diberi kesempatan bersaing yang sehat dengan Asing mau pun aseng agar bisa jadi tuan di negeri sendiri dengan tanpa bermaksud diskriminasi," kata dia

Meski demikian, Rizieq mengatakan kesepakatan tersebut semua kandas. Hal itu diakibatkan adanya operasi intelijen hitam berskala besar yang berhasil mempengaruhi Pemerintah Saudi. Hal itu lantas membuat dirinya dicekal dan tidak bisa pulang ke Indonesia.

"Saya tidak tahu apakah eks Menko Polhukam RI Wiranto dan Kepala BIN Budi Gunawan serta Tito Karnavian yang mengkhianati dialog dan kesepakatan, serta mereka terlibat dalam operasi intelijen hitam berskala besar tersebut," kata Rizieq seperti dilansir oleh CNN Indonesia. (rn/red)
Israel Perintah Robohkan 1.500 Rumah Warga Palestina di Silwan Yerusalem

Israel Perintah Robohkan 1.500 Rumah Warga Palestina di Silwan Yerusalem

Polisi Israel mengawasi alat berat yang menghancurkan rumah warga Palestina di Beit Hanina, Yerusalem timur. Foto/REUTERS
SILWAN –
Wilayah Yerusalem kembali memanas. Otoritas Kota Yerusalem yang dikelola Israel mengeluarkan perintah pembongkaran untuk puluhan keluarga Palestina di pinggiran Al-Bustan, lingkungan Silwan, Yerusalem Timur.

Pemberitahuan pembongkaran menyatakan, “Kami ingin memberi tahu Anda bahwa kami akan melakukan pembongkaran sesuai dengan keputusan pengadilan. Untuk meminimalkan kerusakan, Anda harus meninggalkan rumah tanpa orang dan barang hingga 21 hari setelah menerima surat ini. Pemerintah kota tidak bertanggung jawab untuk kerusakan properti jika rumah tidak dievakuasi seperti yang disebutkan.

Ini terjadi setelah pengadilan Israel menunda keputusannya atas banding yang diajukan bulan lalu oleh dua dari tujuh keluarga Palestina di Silwan yang menghadapi pemindahan paksa dari rumah mereka.

Di luar gedung pengadilan, warga Silwan telah berkumpul bersama puluhan pendukungnya untuk mengecam perintah pembongkaran tersebut.

Namun, pasukan keamanan Israel dengan keras membubarkan unjuk rasa tersebut.

Aparat Israel memukuli para pengunjuk rasa dan menangkap Sultan Surhan dan Qutaiba Odeh, 16, warga Silwan yang rumahnya diancam dengan perintah pembongkaran.

Qutaiba Odeh mengatakan bahwa apa yang terjadi di Sheikh Jarrah sekarang terjadi di Silwan.

Lingkungan Al-Bustan di Silwan, yang terletak di selatan Kota Tua Yerusalem, memiliki 119 keluarga di 88 bangunan yang terancam dibongkar untuk dijadikan taman arkeologi Israel.

Otoritas Israel di Kota Yerusalem telah secara resmi mengubah nama Al-Bustan menjadi Gan Hamelekh (Taman Raja).

Mereka mengklaim bahwa itu adalah taman untuk raja-raja Israel ribuan tahun yang lalu.

Kebijakan pembongkaran rumah dan penghancuran properti lainnya yang dipraktikkan secara luas Israel menargetkan seluruh keluarga.

Pembongkaran tersebut dianggap sebagai hukuman kolektif yang ilegal dan merupakan pelanggaran hukum hak asasi manusia internasional.


Sumber: Reuters

Rabu, 09 Juni 2021

SIM Dicabut Jika Terlibat Kecelakaan, Aturan Baru Sistem Poin

SIM Dicabut Jika Terlibat Kecelakaan, Aturan Baru Sistem Poin

Ilustras . (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Jakarta - Sanksi baru bagi pengguna kendaraan yang melakukan pelanggaran lalu lintas, bahkan terlibat kecelakaan yakni Surat Izin Mengemudi (SIM) dicabut. Ketentuan tersebut tertuang pada Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan SIM.

Menurut Pasal 37 aturan tersebut, SIM akan dicabut berdasarkan akumulasi poin.

Pasal 37 ayat 2 berbunyi akumulasi poin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit:

  1. 12 (dua belas) Poin dikenakan pinalti 1 (satu).
  2. 18 (delapan belas) Poin dikenakan pinalti 2 (dua).

Kemudian Pasal 38 menjelaskan;

  1. Pemilik SIM yang mencapai 12 (dua belas) Poin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 ayat (2) huruf a, dikenai sanksi penahanan sementara SIM atau pencabutan sementara SIM sebelum putusan pengadilan.
  2. Pemilik SIM yang dikenai sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus melaksanakan pendidikan dan pelatihan mengemudi apabila ingin mendapatkan SIM kembali yang telah dikenakan sanksi penahanan sementara SIM atau pencabutan sementara SIM.

Lalu Pasal 39 menyatakan:

  1. Pemilik SIM yang mencapai 18 (delapan belas) Poin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 ayat (2) huruf b, dikenai sanksi pencabutan SIM atas dasar putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
  2. Pemilik SIM yang dikenai sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus melaksanakan putusan pengadilan tersebut berikut masa waktu sanksi pencabutan SIM apabila ada dalam putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
  3. Setelah masa waktu sanksi pencabutan SIM sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berakhir, pemilik SIM dapat mengajukan permohonan untuk mendapatkan SIM kembali dengan ketentuan harus melaksanakan pendidikan dan pelatihan mengemudi dan mengikuti prosedur pembuatan SIM baru.

Berikut jumlah poin yang akan diterima untuk kecelakaan lalu lintas.

5 poin

Pasal 310 ayat (1) dan (2): Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan kerusakan Kendaraan dan/atau barang, atau menimbulkan dengan korban luka ringan dan kerusakan Kendaraan atau barang.

Pasal 311 ayat (1): Setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang.

10 poin

Pasal 275 ayat (2): Setiap orang yang merusak Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, fasilitas Pejalan Kaki, dan alat pengaman Pengguna Jalan sehingga tidak berfungsi.

Pasal 311 ayat (2) dan (3): Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1 dengan sengaja mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang) mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan kerusakan Kendaraan dan atau barang atau mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan Kendaraan.

Pasal 312: Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor dan terlibat Kecelakaan Lalu Lintas lalu dengan sengaja tidak menghentikan kendaraannya, tidak memberikan pertolongan, atau tidak melaporkan Kecelakaan Lalu Lintas kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat.

12 poin

Pasal 310 ayat (3) dan ayat (4): Mengemudikan Kendaraan Bermotor karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka berat dan meninggal dunia.

Pasal 311 ayat (4) dan ayat (5): Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1 dengan sengaja mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang) mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka berat atau meninggal dunia.


Sumber: CNN Indonesia



Senin, 07 Juni 2021

Puskesmas Darul Ihsan Laksanakan Vaksinasi Massal

Puskesmas Darul Ihsan Laksanakan Vaksinasi Massal

RILIS.NET, Aceh Timur - UPTD Puskesmas Darul Ihsan melakukan vaksinasi kepada masyarakat untuk yang pertama di Kecamatan Darul Ihsan, Senin (07/06/2021), yang dilaksanakan di UPTD Puskesmas Darul Ihsan.

UPTD Puskesmas Darul Ihsan sendiri menerima vaksin sebanyak 250 dosis dan dimana setiap dosis berisi 0,5 cc dari Dinas Kesehatan kabupaten Aceh Timur.

Kepala Puskesmas Darul Ihsan Marmeam, S.Kep. MKM dalam hal ini menuturkan bahwa pihaknya mendukung penuh upaya pemerintah dalam rangka percepatan vaksinasi untuk masyarakat sebagai salah satu cara untuk mengatasi pandemi Covid-19.

”kami mendukung penuh program pemerintah Vaksinasi massal  dalam rangka percepatan vaksinasi untuk masyarakat sebagai salah satu cara untuk mengatasi pandemi Covid-19 ” tuturnya

Lebih lanjut di sampaikan bahwa setelah vaksinasi masyarakat tetap harus mentaati protokol kesehatan yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan.

”Setelah di vaksin masyarakat tetap harus mentaati protokol kesehatan yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan, prokes harus di jaga ” imbuhnya

Menurut Pantauan media ini masyarakat sangat antusias melaksanakan program vaksinasi massal di UPTD Puskesmas Darul Ihsan.(rn/aqb)