Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Maret 2021

Polisi Myanmar Menindak Demonstrasi, Satu Orang Dilaporkan Tewas

Polisi Myanmar Menindak Demonstrasi, Satu Orang Dilaporkan Tewas

RILIS
.NET, Singapura - 
Polisi Myanmar pada Minggu menembak dan menewaskan seorang pengunjuk rasa dan melukai beberapa dari mereka dalam tindakan yang dilakukan sebagai upaya untuk mengakhiri demonstrasi yang telah berjalan selama berminggu-minggu.

Hal tersebut disampaikan oleh seorang politisi dan laporan media, terkait demonstrasi yang menentang kudeta militer 1 Februari.

Polisi melepaskan tembakan di kota Dawei, menewaskan satu dan melukai beberapa demonstran, kata politisi Kyaw Min Htike kepada Reuters dari kota di bagian selatan Myanmar itu. Media Dawei Watch juga mengatakan satu orang tewas dan lebih dari 12 orang luka-luka.

Polisi dan juru bicara dewan militer yang berkuasa tidak menanggapi permintaan komentar melalui panggilan telepon.

Myanmar dilanda kekacauan ketika tentara merebut kekuasaan dan menahan pemimpin pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi dan sebagian besar para pemimpin partainya. Pihak militer menuduh adanya kecurangan dalam pemilihan November yang dimenangkan partai Suu Kyi secara telak.

Kudeta, yang menghentikan kemajuan Myanmar menuju demokrasi setelah hampir 50 tahun pemerintahan militer, telah membawa ratusan ribu pengunjuk rasa ke jalan-jalan dan menuai kecaman dari negara-negara Barat, dengan beberapa menjatuhkan sanksi terbatas.

Gambar-gambar yang diunggah di media sosial menunjukkan beberapa orang, diantaranya mengalami pendarahan hebat, yang dibantu menjauh dari tempat aksi protes di kota utama Yangon.

Tidak jelas bagaimana mereka terluka tetapi media melaporkan bahwa ada tembakan langsung. Kelompok media Myanmar Now mengatakan orang-orang telah "ditembak mati", namun tidak merinci lebih lanjut mengenai kondisi di lapangan.

Polisi juga melemparkan granat setrum, menggunakan gas air mata dan menembak ke udara, kata saksi mata.

Pemimpin Junta Jenderal Min Aung Hlaing mengatakan pihak berwenang telah menggunakan kekuatan yang minimal untuk menangani protes.

Meski demikian, setidaknya tiga pengunjuk rasa telah tewas dalam kekacauan selama berhari-hari itu. Tentara mengatakan seorang polisi telah tewas dalam kerusuhan itu.

'Berlari'

Para petugas kepolisian mengambil posisi pada Minggu pagi di lokasi protes utama di Yangon ketika pengunjuk rasa, yang kebanyakan mengenakan alat pelindung, mulai berkumpul, kata saksi mata.

Mereka bergerak cepat untuk membubarkan kerumunan.

"Polisi turun dari mobil mereka dan mulai melemparkan granat setrum tanpa peringatan," kata Hayman May Hninsi, yang sedang bersama sekelompok rekan guru di Yangon. Mereka melarikan diri ke gedung terdekat.

"Beberapa guru terluka saat berlari."

Sebuah video yang diunggah menunjukkan dokter dan mahasiswa dengan jaket laboratorium putih melarikan diri ketika polisi melemparkan granat setrum di luar sekolah kedokteran di tempat lain di kota itu.

Polisi di kota kedua Mandalay menembakkan senjata ke udara, membuat para staf medis yang memprotes terjebak di sebuah rumah sakit kota, kata seorang dokter di sana melalui sambungan telepon.

Tindakan keras tersebut tampaknya mengindikasikan tekad militer untuk memaksakan otoritasnya dalam menghadapi pembangkangan yang meluas, tidak hanya di jalanan tetapi secara lebih luas, di bidang-bidang seperti pegawai negeri, pemerintahan kota, sektor pendidikan dan kesehatan, serta media.

Keributan di kota-kota besar secara nasional timbul pada Sabtu (27/2) ketika polisi memulai upaya mereka untuk menumpas protes dengan gas air mata, granat setrum dan dengan melepaskan tembakan ke udara.

Televisi MRTV yang dikelola pemerintah mengatakan lebih dari 470 orang telah ditangkap pada Sabtu. Dikatakan polisi telah memberikan peringatan sebelum menggunakan granat setrum untuk membubarkan orang.

'Menanamkan ketakutan'

Aktivis muda Esther Ze Naw mengatakan orang-orang berjuang untuk mengatasi rasa takut yang telah lama mereka alami.

"Ketakutan ini hanya akan tumbuh jika kita terus menjalaninya dan orang-orang yang menciptakan rasa takut itu tahu itu. Jelas mereka mencoba menanamkan rasa takut pada kita dengan membuat kita lari dan bersembunyi," katanya. "Kami tidak bisa menerima itu."

Tindakan polisi itu dilakukan setelah televisi pemerintah mengumumkan bahwa utusan Myanmar untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah dipecat karena mengkhianati negara itu setelah dia mendesak PBB untuk menggunakan "segala cara yang diperlukan" untuk membalikkan kudeta.

MRTV mengatakan dia telah dipecat sesuai dengan aturan pegawai negeri karena dia telah "mengkhianati negara" dan "menyalahgunakan kekuasaan dan tanggung jawab seorang duta besar".

Duta Besar Kyaw Moe Tun menentang tuduhan tersebut. "Saya memutuskan untuk melawan selama saya bisa," kata Kyaw Moe Tun kepada Reuters di New York.

Pelapor Khusus PBB Tom Andrews mengatakan dia begitu terkesima dengan "tindakan berani" duta besar tersebut, dan menambahkan di Twitter, "Sudah waktunya bagi dunia untuk menjawab seruan berani itu dengan tindakan."

Para jenderal Myanmar secara tradisional mengabaikan tekanan diplomatik. Mereka sudah berjanji akan menggelar pemilu baru meski belum menetapkan tanggal.

Partai Suu Kyi dan pendukungnya mengatakan hasil pemungutan suara November harus dihormati.

Suu Kyi, yang berusia 75 tahun, menghabiskan hampir 15 tahun di bawah tahanan rumah selama pemerintahan militer. Dia menghadapi tuduhan mengimpor enam radio walkie-talkie secara ilegal dan melanggar undang-undang bencana alam dengan melanggar protokol virus corona.

Sidang berikutnya dalam kasusnya ditetapkan pada hari Senin.


Sumber: Reuters/antara

Kamis, 25 Februari 2021

5 Unit Rumah Warga di Peureulak Ludes Terbakar

5 Unit Rumah Warga di Peureulak Ludes Terbakar

Kebakaran yang menghanguskan 5 unit rumah warga, Kamis (25/2/2021)
RILIS
.NET, Aceh Timur -
Sedikitnya 5 unit rumah warga di Dusun Damai Desa Beusa Merano, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur ludes terbakar pada Kamis (25/2/2021), sekitar pukul 04.15 WIB pagi.

Adapun pemilik rumah yang menjadi korban kebakaran itu adalah Amiruddin Bin Azis (48), Asnawi (38), Anwar Bin Ismail (56), Nurbaiti (50) serta Ismail Alamsyah (40).

Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro SIK, MH melalui Kapolsek Peureulak AKP Pidinal Limbong menyebutkan, pada Kamis pagi, sekitar pukul 04.15 WIB, Amirudin terbangun dari tidur dan keluar kamar, setiba di ruang tamu Amirudin terkejut melihat api sudah membakar TV dan dinding ruang tamu yang terbuat dari kayu.

"Akibatnya menyebabkan api cepat membesar dan membakar 4 unit rumah yang bergandengan dengan rumah Amiruddin," kata Kapolsek Peureulak AKP Pidanal Limbong.

Lalu sambung Pidinal Limbong, warga yang mengetahui kejadian tersebut berusaha melakukan pemadaman, dengan menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan mobil pemadam kebakaran.
 
Dikarenakan kondisi kelima rumah tersebut dari kayu papan ditambah tiupan angin yang cukup kencang mengakibatkan api semakin membesar dan bangunan sudah habis terbakar.

"Penyebab dari kebakaran tersebut dan masih dalam penyelidikan. Sementara kerugian diperkirakan lebih kurang mencapai Rp300 juta rupiah," pungkas Pidinal Limbong. (rn/aqb)

Empat Hari Jatuh ke Dalam Jurang di Aceh Timur, Warga Aceh Tamiang Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Empat Hari Jatuh ke Dalam Jurang di Aceh Timur, Warga Aceh Tamiang Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Proses evakuasi korban dari jurang (Foto: Ist)
RILIS
.NET, Langsa -
Setelah empat hari jatuh dan terperosok ke dalam jurang, Sakirin (33) warga Gampong Benua Raja Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang berhasil dievakuasi oleh tim SAR dengan selamat dari dalam jurang, di kawasan Gampong Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur.

Sakirin dievakuasi ke posko Gampong Simpang Jernih melalui jalur sungai, setelah menghabiskan waktu lebih kurang 4 jam dari dalam jurang, korban akhirnya tiba di lokasi posko pada hari ini, Kamis (25/2/2021) sekitar pukul 02.00 WIB, dini hari.

Sebelumnya dikabarkan pada Minggu 21 Februari 2021 lalu korban pergi memancing ke kawasan Simpang Jernih, Aceh Timur. Saat itu korban diduga terpeleset dan terjatuh kedalam jurang yang terjal.

Mengetahui korban terjatuh, ketiga teman korban mencoba untuk memberikan pertolongan, namun karena kondisi lokasi yang sulit dan tidak ada alat bantu lainnya kemudian informasi itu disampaikan kepada warga lainnya.

Kepala Basarnas Aceh, Budiono S.E., M.M. melalui Koordinator Pos SAR Langsa, Aulia Rahman, mengatakan kejadian itu berawal dari laporan salah seorang anggota BPBD Aceh Timur, Hendro tentang kronologis kejadian.

Saat itu korban hendak turun ke lokasi memancing melewati tebing sungai yang curam, korban terpeleset dan jatuh kejurang.

Atas laporan itu, Tim Rescue Pos SAR Kota Langsa berjumlah 7 orang bergerak menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi menggunakan 1 unit Rescue Car dan peralatan Mountenering. Tim juga turut membawa alat pendukung lainnya, 3 unit HT, 1 Unit Genset, 2 unit alat penerang (senter) serta APD untuk turun ke jurang.

"Proses evakuasi korban memakan waktu berjam-jam dari dalam jurang," kata Koordinator Pos SAR Langsa Aulia Rahmad. (rn/sm)

Rabu, 24 Februari 2021

Begini Kronologis Kejadian Warga Idi Rayeuk yang Ditikam di Bagian Wajah

Begini Kronologis Kejadian Warga Idi Rayeuk yang Ditikam di Bagian Wajah

Korban penikaman saat dirujuk ke rumah sakit dr. Zubir Mahmud (Foto: RILIS.NET)
RILIS.NET, Aceh Timur - Fauzi Bin Abdul Manaf (32), warga Dusun Timu Desa Keutapang Mameh, Kecamatan Idi Rayeuk ditikam dibagian wajah tepatnya di pipi sebelah kanan pada Selasa (23/2/2021), sekitar pukul 19.30 WIB.

Informasi yang dihimpun RILIS.NET menyebutkan, sebelum terjadi penganiayaan tersebut dua hari sebelumnya, yaitu pada hari Minggu, 21 Februari 2021 siang, pelaku dengan korban yang sesama bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) boat ikan, terjadinya selisih paham.

Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro , SIK, MH melalui Kapolsek Idi Rayeuk AKP Ildani Ilyas, SH, MH mengatakan pelaku berinisial JN (42), warga Ulee Blang, Idi Rayeuk dan juga satu toke boat dengan korban.

"Korban dan pelaku awalnya berselisih paham masalah pompa air. Pelaku hendak memakai mesin pompa air dari toke kapal boat ikan tersebut, tetapi korban tidak memberikannya dengan alasan masih menggunakan mesin pompa air itu, sehingga membuat pelaku secara spontan menendang mesin pompa air tersebut dikarenakan geram dan kesal," kata Kapolsek Idi Rayeuk.


Kemudian sambungnya, korban pun memberitahukan kepada toke perihal rusaknya mesin pompa air, dan toke boat menghubungi pelaku menanyakan kenapa dirinya sampai menendang mesin pompa air tersebut.

Dengan adanya teguran dari toke, sebut Kapolsek pelaku merasa marah terhadap korban hingga pada Selasa, 22 Februari 202, sekitar pukul 19.30 WIB pelaku menemui korban dengan sebilah pisau yang diselipkan di dalam bajunya.

"Saat itu ketika korban, pelaku menanyakan kepada korban kenapa ia (korban) memberitahukan pelaku menendang mesin pompa. Korban pun menjawab bahwa memang benar dirinya yang mengadukan kepada pemilik boat (toke) mendengar pengakuan korban, pelaku mengeluarkan pisau dari pinggangnya langsung menusuk/menikam korban sebanyak satu kali di bagian pipi sebelah kanan," terang AKP Ildani Ilyas.

Setelah menganiaya korban pelalu langsung meninggalkan korban dalam keadaan wajah korban yang bersimbah darah. "Dan korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit dr. Zubir Mahmud guna mendapatkan perawatan medis," tambahnya.

Sementara itu, pelaku yang melarikan diri hingga saat ini sedang dalam penyelidikan Poslek Idi Rayeuk yang dibackup Resmob Satreskrim Polres Aceh Timur. (rn/rd)

Selasa, 23 Februari 2021

Warga Idi Rayeuk Aceh Timur Ditikam Dibagian Wajah

Warga Idi Rayeuk Aceh Timur Ditikam Dibagian Wajah

Korban penikaman saat dibawa ke Rumah Sakit/RILIS.Net
RILIS
.NET, Aceh Timur -
Fauzi (32) yang akrab disapa Dek Gam, warga Desa Keutapang Mameh, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur ditikam dibagian wajah.

Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan, Fauzi diduga ditikam dengan senjata tajam oleh rekan kerja lainnya yang sama-sama menjaga boat di Keutapang Mameh.

"Kejadiannya tadi magrib di pelabuhan kawasan Ketapang Mameh, diduga pelaku juga warga di desa itu," sebut teman korban di Rumah Sakit saat hendak mengunjungi korban, Selasa (23/2/2021) malam.

Sumber media ini juga mengatakan, kasus penikaman warga ini juga sudah ditangani oleh pihak Kepolisian Sektor Idi Rayeuk, berdasarkan laporan dari pihak keluarga korban.

Sejauh ini RILIS.NET belum mendapatkan konfirmasi maupun keterangan resmi dari pihak berwenang setempat, terkait kronologis kejadian itu, sampai berita ini ditayang Selasa malam. (rn/red)