Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Wednesday, September 22, 2021

Ratusan Siswa Aceh Timur Disuntik Vaksin, Disaksikan Kapolda dan Sekda Aceh

Ratusan Siswa Aceh Timur Disuntik Vaksin, Disaksikan Kapolda dan Sekda Aceh

Siswa Aceh Timur Disuntik Vaksin, Rabu (22/9/2021)
RILIS.NET, Aceh Timur - Ratusan siswa tingkat SLPT dan SMA ataupun sederajat disuntik vaksin Covid-19 di Aceh Timur. Para siswa-siswi ini datang kelokasi didampingi oleh para guru sebagai pendamping. Penyuntikan vaksin Covid-19 untuk para pelajar di Aceh Timur ini turut disaksikan oleh Kapolda Aceh Irjen Pol Drs Ahmad Haydar SH MM dan Sekda dr Taqwallah MKes.

Sebelumnya, dilokasi acara Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH, bersama Sekda Provinsi Aceh dr Taqwallah MKes, serta Kadis Pendidikan Aceh Drs Alhudri MM turut menyambut kedatangan Ahmad Haydar di gedung Idi Sport Center (ISC), tempat dilaksanakannya vaksinasi secara massal kepada para siswa.

Di lokasi ini, ada ratusan siswa-siswi dari sejumlah sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan SMA maupun yang sederajat sedang mengikuti vaksinasi yang dilaksanakan oleh faksinator dari Dinas Kesehatan Aceh Timur.

Rata-rata para siswa yang mengikuti vaksinasi ini tidak merasa takut, dan dari pengakuan para siswa di lokasi mereka juga tidak merasakan sakit, sebagaimana informasi hoax yang beredar selama ini. "Bit..Hana..sakett..!" teriak siswa, sambil mengacungkan genggaman bersama rombongan Sekda Aceh.

Usai meninjau vaksinasi sejurus kemudian, Bupati Rocky sapaan akrab H Hasballah SH langsung mempersilahkan Kapolda dan Sekda Aceh untuk mengambil tempat pada prosesi penyerahan dan pemasangan selempang kepada 4 Orang siswa-siswa, yang dinobatkan sebagai duta vaksinasi.

Usai mengikuti rangkaian kegiatan di lokasi Idi Sport Center, Rombongan Kapolda mengikuti pertemuan dan silaturrahmi dengan unsur Forkopimda dan para kepala OPD jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Timur di aula serbaguna, komplek pendopo Bupati Aceh Timur.

Dalam sambutannya, Bupati Aceh Timur turut mengucapkan terimakasih dan selamat datang Kepada Kapolda Aceh. Rocky juga turut memaparkan berbagai potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Aceh Timur, baik dari sektor pertanian dan kelautan, serta letak geografis sebagai Kabupaten induk setelah dilakukan pemekaran oleh pemerintah pusat.


Sementara itu, Kapolda Aceh  Irjen Pol Drs Ahmad Haydar SH MM dalam arahannya turut menyampaikan tentang pentingnya dilakukan vaksinasi demi mencegah penyebaran virus Corona yang kini telah mendunia. 

Menurut Kapolda, banyak kasus yang terjadi di kota-kota besar seperti di Jakarta itu orang tua yang kondisinya mengalami berbagai penyakit kemudian meninggal dunia.

"Itu anak-anaknya keluyuran diluar dan waktu pulang bawa penyakit, orang tuanya ada yang diabetes, dan lain-lain, anak-anaknya sehat-sehat saja, orang tuanya ini kelepek-kelepek, bawa kerumah sakit selesai sudah meninggal, anaknya kayak tidak merasa bersalah," kata Ahmad Haydar.

Kapolda sendiri mengaku telah tiga kali melakukan vaksinasi. "Dikota-kota besar vaksinasi itu diburu, kita tidak pingin keluarga kita itu kena penyaki, kalau di Jakarta itu diburu. Kita ini mau umrah juga divaksin, supaya tidak kena penyakit disana. Coba bapak-bapak tidak vaksin,tidak bisa berangkat pak. Mau berangkat kemana- mana juga harus menunjukan kartu vaksin, ini bukan barang baru, tapi dunia. Jadi ketika bapak-bapak kepala dinas mau menghimbau masyarakat untuk vaksin agar terhindar dari penyakit ini juga merupakan ladang ibadah," pungkasnya.

Usai pertemuan dengan unsur Forkopimda dan para kepala OPD, rombongan Kapolda dan Bupati Rocky melanjutkan kunjungan ke Pesantren Bustanul Huda pimpinan Tgk H Muhammad Ali atau yang lebih dikenal dengan Abu Paya Pasie, di Alue Cek Doi, Kecamatan Julok. Usai melakukan kunjungan dan silaturrahmi ke tempat Abu Paya Pasie, rombongan kemudian melanjutkan kegiatan panen jagung perdana, dan penanaman ubi kayu di desa Buket Makmu, Kecamatan Julok, Aceh Timur. (rn/red)

Pemkab Aceh Timur Tandatangani MOU dan MOA dengan Poltekkes Kemenkes Aceh

Pemkab Aceh Timur Tandatangani MOU dan MOA dengan Poltekkes Kemenkes Aceh

RILIS.NET, Aceh Timur - Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menandatangani Moratorium of Understanding (MOU) dan MOA dengan Poltekkes Kemenkes Aceh pada Rabu (22/9/2021).

Sebelumnya, kegiatan ini digelar secara daring melalui zoom Meeting yang di ikuti oleh Bupati Aceh Timur H. Hasballah Bin H. M Thaib SH, dan Direktur Poltekkes Kemenkes Aceh T Iskandar Faisal S.Kp M.Kes serta turut dihadiri Bupati Bangka Mulkan SH MH, yang dimulai sejak pukul 10 .00 WIB, di Aula Sekdakab Aceh Timur.

Beberapa saat usai dimulainya kegiatan ini, Direktu SEAMEO RECFON Prof. Dr. Muchtaruddin Mansyur PhD turut memberikan kata sambutan dihadapan Bupati Aceh Timur dan sejumlah undangan lainnya.

Prof Dr Muchtaruddin Mansyur dalam sambutanya turut berharap agat stunting dapat teratasi dengan baik, kedepan juga diharapkan agar dapat mengimplementasi dengan baik, dan target perbaikan gizi bagi balita dapat teratasi dengan baik.

"Kami berharap bahwa sekali lagi kegiatan ini akan terus berlanjut untuk saat ini dan ke depan, kita akan mengimplementasikan perjanjian kerjasama ini, tak hanya dalam bentuk komitmen diatas kertas, tentunya kegiatan-kegiatan nyata menjadikan gizi untuk semua dan target pencapaian itu dapat terlaksana untuk kedepan," harapnya.

Sementara itu Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH pada sambutannya turut menyampaikan terimakasih banyak atas terlaksananya perjanjian kerjasama dalam mengatasi gizi buruk, dan Rocky turut berharap agar kerjasama ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di Aceh Timur.

"Alhamdulillah, dengan diadakannya kegiatan ini semoga bermanfaat bagi masyarakat Aceh Timur," sebut Bupati Aceh Timur yang akrab disapa Rocky.

Atas kerjasama yang baik, dan turut didukung oleh semua pihak tambah Rocky, diharapkan kedepan Aceh Timur tidak ada lagi kasus stunting di daerah ini, untuk itu Rocky turut menyampaikan terimakasih atas terlaksananya MOU ini. (rn/aqb)

Saturday, September 18, 2021

80 Pekerja PT Adhi Karya Jalani Sweb Antigen, Hasilnya Masih Sama Tim Medis

80 Pekerja PT Adhi Karya Jalani Sweb Antigen, Hasilnya Masih Sama Tim Medis

Pekerja PT Adhi Karya Dites Swab Antigen (Ist)
RILIS
.NET, Aceh Timur -
Puluhan pendatang dari luar Aceh yang bekerja di perusahaan PT Adhi Karya untuk memasang pipa jaringan gas (Jargas) di Aceh Timur menjakani tes Swab Antigen di Puskesmas Darul Ihsan, Jumat (17/9/2021).

Informasi yang diperoleh media ini pada Jumat, tim Satgas Pencegahan Covid-19 dari Kabupaten Aceh Timur yang tergabung dari unsur TNI/Polri, Satpol PP serta Dinkes Aceh Timur, melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tes Sweb Antigen kepada para pekerja dari PT Adhi Karya yang berasal dari luar Aceh, di Puskesmas Darul Ihsan.

Berdasarkan keterangan dari Cons Manager Area PT Adhi Karya Mei Hartanto melalui HSE Inspector Rony Sinaga saat dikonfirmasi RILIS.NET pada Jumat (17/9/2021), sekitar pukul 22.02 WIB membenarkan bahwa sejumlah 80 pekerja telah dilakukan tes Sweb Antigen, dan hasilnya masih sama tim medis Kabupaten Aceh Timur.

"Hasilnya masih sama tim medis Kabupaten Aceh Timur," sebut Rony Sinaga dalam keterangan tertulisnya melalui pesan WhatsApp pada Jumat malam.

Selain itu, HSE Inspector PT Adhi Karya juga membenarkan bahwa para pekerja yang menjalani sweb berjumlah 80 orang. "Yang disweb 80 dan yang divaksin 80 orang," terang Rony Sinaga.

Sementara, dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur media ini belum mendapatkan konfirmasi, begitupun dengan pesan singkat yang dilayang belum juga terjawab pada Jumat malam.

Sementara itu, Jubir Covid-19 Kabupaten Aceh Timur dr Edy Gunawan MARS turut membenarkan bahwa yang dilakukan terhadap para pekerja di Puskesmas Darul Ihsan itu adalah Sweb Antigen, namun jika dilakukan tes PCR hasilnya baru dapat diketahui 6 sampai 8 jam kemudian.

"Kalau tes PCR hasilnya baru dapat diketahui 6 sampai 8 jam kemudian. Alat itu sekali naik 8 orang, dan hasilnya baru dapat diketahui 6 sampai 8 jam," pungkas dr Edi Gunawan.

Sebelumnya diberitakan, Sejumlah warga yang ada di Aceh Timur meminta Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Aceh Timur agar para pekerja di PT Adhi Karya yang memasang jaringan gas (Jargas) di wilayah Aceh Timur untuk di tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

Hal itu disampaikan oleh warga karena para pekerja yang berasal dari luar Aceh itu dianggap rawan Penyebaran Covid-19 dan sering melakukan kontak dengan warga saat berbelanja kebutuhan pokok di sejumlah pasar yang ada di Kota Idi Rayeuk. Selain tidak memakai masker para pekerja dari luar Aceh ini juga diduga belum menjalanu vaksinasi, sehingga masyarakat ikut khawatir bila para pekerja dari PT Adhi Karya yang memasang jargan ini turut menularkan virus Covid-19 di Aceh Timur.

"Ini kita benar-benar khawatir, apalagi angka penyebaran virus Covid belum ada tanda-tanda akan berakhir. Untuk itu kita meminta agar Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Aceh Timur bisa mengambil sikap. Kalau bisa sebelum mengantongi kartu bukti vaksinasi jangan diberikan izin dulu untuk bekerja di Aceh Timur, kalau benar-benar serius mau menanggapi kasus Covid, yang semakin mewabah ini," sebut Marsudi.

Koordinator Forum Masyarakat dan Pemuda Aceh Timur (ForMAT) Marsudi pada Selasa lalu, turut mengingatkan para Tim Satgas agar Covid-19 di Aceh Timur ini agar tidak lengah dalam upaya melakukan pencegahan sedini mungkin, agar penyebaran wabah pandemi dapat ditekan angka kenaikan.

Untuk itu Ia berharap agar adanya upaya serius terhadap para pekerja yang datang dari luar Aceh, mereka bahkan tidak memakai masker samasekali. Dan jika para pekerja tak mengantongi sertifikat vaksin bukan tidak mungkin diantara mereka ada yang reaktif, untuk itu menurut Marsudi Tes PCR juga perlu dilakukan agar para pendatang tidak ikut menyebarkan virus yang mematikan itu.

"Mereka pendatang yang Saban hari berinteraksi dengan warga lainnya dilapangan. Atas dasar itu kita minta pihak PT Adi Karya dapat menunjukan sertifikat vaksinasi serta melakukan tes Swab untuk membuktikan bahwa para pekerja yang datang dari luar Aceh itu benar-benar negatif dari Covid-19, kalau tidak maka kerja keras tim Satgas selama ini dalam mencegah penyebaran Covid di Aceh Timur akan sia-sia," pungkas Marsudi. (rn/red)

Tuesday, September 14, 2021

Dari Zona Merah, 80 Lebih Pekerja PT Adhi Karya Belum Vaksin Tuntas di Aceh Timur

Dari Zona Merah, 80 Lebih Pekerja PT Adhi Karya Belum Vaksin Tuntas di Aceh Timur

HSE INSPECTOR PT Adhy Karya Rony Sinaga
 (Foto: Doc. RILIS.NET)
RILIS
.NET, Aceh Timur -
Tak kurang dari delapan puluh lebih para pekerja pemasangan jaringan gas (Jargas) dari PT Adhi Karya di Aceh Timur belum divaksinasi tahap dua, dan lebih kurang 30 orang diantaranya juga belum divaksinasi sama sekali. Hal ini dianggap sangat rawan terjadinya penyebaran kasus Covid-19 di Aceh Timur.

Maklum saja, para pekerja ini yang berjumlah sekitar 129 orang disinyalir dari zona merah penyebaran Covid-19, dan berasal dari luar Provinsi Aceh.

Berdasarkan keterangan dari Cons Manager Area PT Adhi Karya Mei Hartanto, melalui Bagian Humas yang turut didampingi oleh HSE INSPECTO (Bidang Keselamatan Kerja) Rony Sinaga saat dikonfirmasi RILIS.NET pada Selasa (13/9/2021), membenarkan hal itu, menurutnya para pekerja berasal dari luar Aceh dan sebagian memang belum divaksinasi.

"Sebelum kita datangkan ke Idi Rayeuk kita melakukan rapit tes di tempat mereka berada, kalau memang sudah dinyatakan sehat secara fisik maka kita datangkan ke Idi Rayeuk, setelah kita datangkan ke Idi Rayeuk, kita istirahatkan dulu orangnya, baru kita lakukan tes, dan seperti apa kesehatan pekerja tersebut. Setelah itu kita lakukan monitoring harian," sebut Rony Sinaga.

Selain menjelaskan standar keamanan para pekerja, Rony turut menyampaikan data para pekerja yang berjumlah 129 orang yang berasal dari luar Aceh. Dari data tersebut delapan puluh orang lebih para pekerja di PT Adhi Karya itu belum melakukan vaksinasi sampai tahap dua.

"Sebagian sudah di sweb dan vaksinasi, sedangkan yang lainnya masih dalam proses, karena dilakukan bertahap, misalnya sepuluh orang dulu, sisanya tetap bekerja," tambah Rony.

Sementara itu, Jubir Covid-19 Kabupaten Aceh Timur dr Edi Gunawan MARS mengatakan, pihaknya dari tim Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Aceh Timur mengaku telah bertemu langsung dengan perwakilan pihak Perusahaan PT Adhi Karya pada Selasa siang.

"Sudah disepakati bahwa semua karyawan yang bekerja di Aceh Timur, akan menjalani vaksinasi, pemeriksaan Swab Antigen, dan bila ditemukan hasil yang reaktif, akan dilanjutkan dengan pemeriksaan PCR. Dan bila hasilnya positif, maka karyawan tersebut akan melakukan isolasi mandiri," ujar Edi Gunawan.

Tambah dr Edi, selama beraktifitas di Aceh Timur pihaknya meminta agar para pekerja tetap mematuhi protokol kesehatan.
Hal senada juga turut disampaikan oleh Kasatpol PP dan WH Aceh Timur Teuku Amran SE MM, pihaknya dari tim Satgas Covid-19 sebut pria yang akrab disapa Ampon ini telah menjumpai pihak perusahaan berplat merah itu, menurut Ampon pada Jumat 17 September mendatang semua para pekerja yang berasal dari zona merah ini akan di Swab, hal itu dilakukan sebagai upaya serius dari tim pencegahan Covid-19 di Aceh Timur dalam memutuskan mata rantai penyebaran kasus covid-19 yang mematikan itu.

"Yang belum melakukan vaksin kita lakukan vaksin, kemudian kita lakukan sweb kepada pekerja, tegas Ampon.

Kasatpol PP Aceh Timur ini juga turut berpesan kepada pihak perusahaan, agar setiap pekerja yang datang dari luar Aceh terutama dari zona merah agar menyampaikan informasi dan berkomunikasi dengan tim Satgas Covid-19 di Aceh Timur.

"Ini bukan kita menghambat pembangunan, namun saat ini kita sedang menghadapi pandemi, jadi kepada pihak perusahaan juga harus bertanggungjawab kalau ada pekerja-pekerja yang datang dari luar harus melaporkan," harap T Amran.

Sebelumnya, Sejumlah warga yang ada di Aceh Timur meminta Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Aceh Timur agar para pekerja di PT Adhi Karya yang memasang jaringan gas (Jargas) di wilayah Aceh Timur untuk di tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

Hal itu disampaikan oleh warga karena para pekerja yang berasal dari luar Aceh itu dianggap rawan Penyebaran Covid-19 dan sering melakukan kontak dengan warga saat berbelanja kebutuhan pokok di sejumlah pasar yang ada di Kota Idi Rayeuk. Selain tidak memakai masker para pekerja dari luar Aceh ini juga diduga belum menjalanu vaksinasi, sehingga masyarakat ikut khawatir bila para pekerja dari PT Adhi Karya yang memasang jargan ini turut menularkan virus Covid-19 di Aceh Timur.

"Ini kita benar-benar khawatir, apalagi angka penyebaran virus Covid belum ada tanda-tanda akan berakhir. Untuk itu kita meminta agar Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Aceh Timur bisa mengambil sikap. Kalau bisa sebelum mengantongi kartu bukti vaksinasi jangan diberikan izin dulu untuk bekerja di Aceh Timur, kalau benar-benar serius mau menanggapi kasus Covid, yang semakin mewabah ini," sebut Marsudi. 


Koordinator Forum Masyarakat dan Pemuda Aceh Timur (ForMAT) Marsudi turut mengingatkan para Tim Satgas agar Covid-19 di Aceh Timur ini agar tidak lengah dalam upaya melakukan pencegahan sedini mungkin, agar penyebaran wabah pandemi dapat ditekan angka kenaikan.

Untuk itu Ia berharap agar adanya upaya serius terhadap para pekerja yang datang dari luar Aceh, mereka bahkan tidak memakai masker samasekali. Dan jika para pekerja tak mengantongi sertifikat vaksin bukan tidak mungkin diantara mereka ada yang reaktif, untuk itu menurut Marsudi Tes PCR juga perlu dilakukan agar para pendatang tidak ikut menyebarkan virus yang mematikan itu.

"Mereka pendatang yang Saban hari berinteraksi dengan warga lainnya dilapangan. Atas dasar itu kita minta pihak PT Adi Karya dapat menunjukan sertifikat vaksinasi serta melakukan tes Swab untuk membuktikan bahwa para pekerja yang datang dari luar Aceh itu benar-benar negatif dari Covid-19, kalau tidak maka kerja keras tim Satgas selama ini dalam mencegah penyebaran Covid di Aceh Timur akan sia-sia," pungkas Marsudi pada Selasa kemarin. (rn/red)

Monday, September 13, 2021

Rawan Penyebaran Covid-19, Warga Desak Pekerja PT Adhi Karya Dites PCR  di Aceh Timur

Rawan Penyebaran Covid-19, Warga Desak Pekerja PT Adhi Karya Dites PCR di Aceh Timur

Ilustrasi (Foto: mediabumn.com)
RILIS
.NET, Aceh Timur -
Sejumlah warga yang ada di Aceh Timur meminta Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Aceh Timur agar para pekerja di PT Adhi Karya yang memasang jaringan gas (Jargas) di wilayah Aceh Timur untuk di tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

Hal itu disampaikan oleh warga karena para pekerja yang berasal dari luar Aceh itu dianggap rawan Penyebaran Covid-19 dan sering melakukan kontak dengan warga saat berbelanja kebutuhan pokok di sejumlah pasar yang ada di Kota Idi Rayeuk. Selain tidak memakai masker para pekerja dari luar Aceh ini juga diduga belum menjalanu vaksinasi, sehingga masyarakat ikut khawatir bila para pekerja dari PT Adhi Karya yang memasang jargan ini turut menularkan virus Covid-19 di Aceh Timur.

"Ini kita benar-benar khawatir, apalagi angka penyebaran virus Covid belum ada tanda-tanda akan berakhir. Untuk itu kita meminta agar Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Aceh Timur bisa mengambil sikap. Kalau bisa sebelum mengantongi kartu bukti vaksinasi jangan diberikan izin dulu untuk bekerja di Aceh Timur, kalau benar-benar serius mau menanggapi kasus Covid, yang semakin mewabah ini," sebut Marsudi

Koordinator Forum Masyarakat dan Pemuda Aceh Timur (ForMAT) Marsudi turut mengingatkan para Tim Satgas agar Covid-19 di Aceh Timur ini agar tidak lengah dalam upaya melakukan pencegahan sedini mungkin, agar penyebaran wabah pandemi dapat ditekan angka kenaikan.

Untuk itu Ia berharap agar adanya upaya serius terhadap para pekerja yang datang dari luar Aceh, mereka bahkan tidak memakai masker samasekali. Dan jika para pekerja tak mengantongi sertifikat vaksin bukan tidak mungkin diantara mereka ada yang reaktif, untuk itu menurut Marsudi Tes PCR juga perlu dilakukan agar para pendatang tidak ikut menyebarkan virus yang mematikan itu.

"Mereka pendatang yang Saban hari berinteraksi dengan warga lainnya dilapangan. Atas dasar itu kita minta pihak PT Adi Karya dapat menunjukan sertifikat vaksinasi serta melakukan tes Swab untuk membuktikan bahwa para pekerja yang datang dari luar Aceh itu benar-benar negatif dari Covid-19, kalau tidak maka kerja keras tim Satgas selama ini dalam mencegah penyebaran Covid di Aceh Timur akan sia-sia," pungkas Marsudi.

Sementara itu, dari pihak perusahaan PT Adhi Karya yang dimintai konfirmasi oleh media RILIS.NET pada Senin 13 September 2021 belum ada tanggapan, begitupun dari Manager Perusahaan berplat merah itu yang akrab disapa Pak Mei, serta dari Bagian Humas PT Adhi Karya belum ada balasan, sampai berita ini ditayang pada Senin malam. (rn/red)

Friday, September 10, 2021

Ditegur Menteri Dalam Negeri, Walkot Langsa Curhat ke Gubernur Aceh

Ditegur Menteri Dalam Negeri, Walkot Langsa Curhat ke Gubernur Aceh

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian telah menegur 10 Kepala Daerah di level Bupati dan Wali Kota yang belum membayarkan insentif kepada tenaga kesehatan yang menangani virus corona (Covid-19) di daerahnya.Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro
Banda Aceh - Wali Kota Langsa Usman Abdullah melalui Wakilnya Marzuki Hamid mengadu ke Gubernur Aceh tak punya anggaran untuk membayar insentif tenaga kesehatan.

Walikota Langsa adalah satu dari 10 kepala daerah yang ditegur Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian lantaran tercatat belum memberikan insentif tenaga kesehatan yang bekerja menangani Covid-19 selama pandemi.

Pembayaran insentif ke tenaga kesehatan di Kota Langsa sudah menunggak selama enam bulan. Pemerintah setempat berkilah refocusing anggaran membuat daerah itu kesulitan untuk membayar insentif.

Marzuki Hamid mengatakan pihaknya kewalahan karena tidak lagi memiliki anggaran akibat dua kali pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) senilai Rp50 miliar.

"Langsa sendiri membutuhkan bantuan keuangan dari provinsi sekitar Rp30 miliar, yang di antaranya adalah untuk dipakai membayar insentif tenaga medis," kata Marzuki, Jumat (10/9).

Sementara itu Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengaku sudah menyampaikan kepada seluruh bupati dan wali kota se-Aceh, bahwa pemerintah Aceh setuju untuk membantu kabupaten/kota dengan syarat sesuai perundang-undangan dan ruang fiskal tersedia.

Jika dua persyaratan itu tercukupi, kata Nova, pemerintah Aceh siap membantu Langsa dan kabupaten/kota lain, dengan catatan harus melalui mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA)-perubahan.

Tito Karnavian Tegur 10 Kepala Daerah

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian menegur 10 Kepala Daerah di level Bupati dan Wali Kota yang belum membayarkan insentif kepada tenaga kesehatan yang menangani virus corona (Covid-19) di daerahnya.

Hal itu dilakukan Tito dengan menandatangani surat teguran bernomor 904 tertanggal 26 Agustus 2021 yang dikirimkan ke 10 kepala daerah tersebut.

"Bahkan, di beberapa daerah yang termasuk PPKM Level 4, dimana penyebaran Covid-19 masuk zona merah, insentif para nakes belum direalisasikan oleh Kepala Daerah," kata Staf Khusus Mendagri, Kastorius Sinaga dalam keterangan resminya, Selasa (31/8).

Dalam surat teguran itu, Tito meminta kepada 10 Kepala Daerah untuk segera membayarkan insentif tenaga kesehatan daerah (Inaskesda). Bila belum melakukan refocusing anggaran, Tito meminta Kepala Daerah dapat melakukan perubahan Peraturan Kepala Daerah dengan memberitahukan kepada pimpinan DPRD.

"Hal itu agar pembayaran Innakesda tidak terhambat," kata Kasto.

Berikut daftar 10 kepala daerah yang ditegur oleh Mendagri Tito Karnavian:

1. Wali Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat

2. Bupati Nabire, Provinsi Papua

3. Wali Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung

4. Bupati Madiun, Provinsi Jawa Timur

5. Wali Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat,

6. Bupati Penajem Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur

7. Bupati Gianyar, Provinsi Bali

8. Wali Kota Langsa, Provinsi Aceh

9. Wali Kota Prabumulih, Provinsi Sumatera Barat

10. Bupati Paser, Provinsi Kalimantan. (rn/red)


Sumber: CNN Indonesia

Saturday, August 28, 2021

Rocky Resmikan Alat Tes PCR di RSUD dr Zubir Mahmud Aceh Timur

Rocky Resmikan Alat Tes PCR di RSUD dr Zubir Mahmud Aceh Timur

Bupati Aceh Timur H Hasballah SH Resmikan Fasilitas Tes PCR dan Ambulance di RSUD dr Zubir Mahmud, Sabtu (28/8/2021) 
RILIS.NET, Aceh Timur - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Zubir Mahmud yang ada di Kabupaten Aceh Timur saat ini telah memiliki alat tes Polymerase Chain Reaction (PCR). Fasilitas ini diresmikan oleh Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH, pada Sabtu (28/8/2021) di Ruang Utama RSUD dr Zubir Mahmud Idi, Aceh Timur.

Bupati Aceh Timur yang akrab disapa Rocky ini menuturkan, PCR merupakan alat untuk mendeteksi keberadaan virus atau bakteri tertentu, dalam hal ini virus Covid-19. Tes PCR dilakukan selama lebih kurang 4 jam untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terimakasih kepada perusahaan yang telah memberikan fasilitas dan alat PCR untuk Rumah Sakit Umum Daerah Aceh Timur. Kedepan kita upayakan semua alat kelekapan rumah sakit supaya masyatakat bisa berobat,” kata Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH.

Usai meresmikan Fasiltas PCR ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti, Bupati juga mendampingi peusijuk (tepung tawar) fasilitas PCR dan Ambulance oleh Ulama Kharismatik Tgk H Abdul Wahab (Abu Keude Dua), Aceh Timur.

Sementara, Direktur RSUD Zubir Mahmud, dr. Edi Gunawan MARS juga mengucapan terimakasih kepada perusahaan Migas Medco di Aceh Timur yang telah memberikan fasilitas FCR untuk menanggulagan pasien Covid-19.

“kita tahu bahwa, pada awal Covid-19 permasalahan di Aceh hail pemeriksaan sampel lama. Waktu pertama Covid-19 kita bingung mau kirim kemana sampelnya. Saya sempat berpikir mau kriim ke Padang (Sumater Barat), tapi Alhamdulillah, berkat perjuangan Bupati Aceh Timur, hari ini kita sudah mempunyai alat FCR dan sudah terdata di Kemenkes.

“Di provinsi Aceh baru ada empat rumah sakit daerah yang mengoperasikan alat PCR sendiri, yaitu, di RSUD Zainal Abidin Banda Aceh, RSUD Takengon Aceh Tengah, dan RSUD Kota Langsa,” sebut Edi Gunawan. (rn/red)

Wednesday, August 25, 2021

Bupati Rocky Minta Camat dan Kades Proaktif Terapkan Prokes dan Vaksinasi

Bupati Rocky Minta Camat dan Kades Proaktif Terapkan Prokes dan Vaksinasi

RILIS.NET, Aceh Timur - Bupati Aceh Timur H Hasballlah Bin HM Thaib SH meminta kepada para camat dan Keuchik (Kepala Desa) yang ada di Aceh Timur harus lebih proaktif menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19, serta vaksinasi untuk warga yang ada di wilayahnya masing-masing.

Pernyataan ini disampaikan Bupati Rocky pada Rapat Evaluasi dan Monitoring Pelaksanaan Dana Desa dan Vaksinasi Covid 19, dengan 24 Camat dan para Keuchik di Aceh Timur melalui Zoom Meeting, yang digelar pada Rabu (25/8/2021), di Aula Sekdakab Aceh Timur.

Selain dihadiri Bupati Rocky, zoom Meeting ini juga dihadiri oleh Kajari Aceh Timur Semeru SH MH, Ketua DPRK Aceh Timur Muhammad Daud, Perwakilan Kapolres Aceh Timur, perwakilan Dandim 0104 Aceh Timur, serta Sekda Ir Mahyuddin MSi, Staf Ahli Bupati Dr Darmawan Ali, jKadis DPMG, Dirut RSUD Zubir Mahmud, Kadinkes serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Dalam rapat secara virtual ini, Bupati mengingat, agar program vaksinasi harus mencapai target di sejumlah kecamatan, serta proaktif Kades untuk mensukseskan vaksinasi demi menghindari penularan Covid-19 kepada warga, selain itu Keuchik diharapkan menjadi garda terdepan dalam penerapan Prokes di masyarakat.

"Malah ada Keuchik atau Kades yang masih tidak menggunakan masker dalam melaksanakan aktifitasnya. Untuk itu kita meminta agar camat bisa mengontrol, dan kepada Kades kita berharap agar memperketat Prokes sekaligus mensosialisasi kepada masyarakatnya agar segera melakukan vaksinasi demi menjaga kesehatan kita semua," harap Bupati Aceh Timur H Hasballah SH.

Bupati Aceh Timur juga menambahkan, di Kabupaten Aceh Timur telah mulai dilakukan penyekatan di sejumlah Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur.

"Sejumlah wilayah sudah mulai kita lakukan penyekatan sejak kemarin, bagi warga yang belum melakukan vaksinasi tidak boleh melakukan perjalan, dan akan diminta putar balik, apalagi jika ada gejala-gejalan seperti demam, juga tidak kita perbolehkan melakukan perjalan. Yang belum divaksinasi kita minta harus segera melakukan vaksin demi kesehatan warga kita," ujar Bupati Aceh Timur.

Untuk masyarakat Aceh Timur pemerintah setempat mewajibkan vaksinasi agar masyarakat di daerah ini dapat terhindar dari wabah Covid-19, yang saat ini semakin menunjukkan angka kenaikan di sejumlah daerah, termasuk di Aceh Timur. 

Vaksinasi ini tambahnya, bukan saja dianjurkan kepada para aparatur pemerintah, juga kepada kepada masyarakat biasa, pedang, petani maupun nelayan, begitu juga kepada pengusaha, semua wajib divaksinasi demi menghindari jatuhnya korban akibat terpapar wabah virus Corona.

"Semua wajib melakukan vaksinasi, tidak terkecuali, hal ini salah satu upayah kita untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus Corona. Demi kesehatan dan keselamatan warga Aceh Timur, maka kami mengajak agar masyarakat segera dapat laksanakan vaksinasi sebagai upaya kita untuk menghindari wabah pandemi ini, selain itu juga wajib berdoa kepada Allah agar kita semua dijauhkan dari segala bala," ajak Bupati Aceh Timur H Hasballah. (rn/red)

Monday, August 23, 2021

Bayi Asal Aceh Timur Penderita Hidrosefalus Butuh Uluran Tangan Dermawan

Bayi Asal Aceh Timur Penderita Hidrosefalus Butuh Uluran Tangan Dermawan

RILIS.NET, Aceh Timur - Muhammad Laskar (5 bulan), balita asal Dusun Al-mujahid, Desa Alue Jangat, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur, Putra kedua dari dua bersaudara dari pasangan Busra (32) dengan Lati Furahmi (31) ini menderita  penyakit Hidrosefalus (kepala membesar) sejak usia 2 bulan.

Sang ibu, Latifurahmi mengatakan, Laskar sudah dibawa ke RSUD Dr Zainal Abidin Banda Aceh dan dokter mengatakan anaknya menderita penyakit Hidrosefalus dan dilaksanakan operasi.

"Waktu usia 5 bulan laskar dioperasi pemasangan selang untuk mengalirkan cairan di kepala ke tubuhnya," kata Lati saat ditemui media ini di rumah orang tuanya

Semenjak operasi tersebut, kata Lati, laskar jadi harus kontrol ke RSUD Zainal Abidin selama satu bula sekali. Menurutnya, untuk biaya kontrol dirinya harus mengeluarkan uang banyak.

"Untuk biaya operasi yang sudah dilaksanakan ditanggung oleh pihak BPJS dan kini kami sangat membutuhkan biaya keperluan sehari-hari seperti pempes dan susu bayi," ucap Lati.

Menurut Lati, biaya pengobatan Laskar dinilai sangatlah mahal, pasalnya untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah pas-pasan karena sang suami bekerja sebagai buruh harian.

Lati mengaku, dirinya sampai saat ini belum ada bantuan dari manapun baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah desa tempatnya tinggalnya.

"Belum pernah dapat bantuan dari siapapun sampai saat ini," katanya.

Lati sangat berharap ada bantuan dari para dermawan untuk biaya pengobatan anak kesayangannya itu.(rn/aqb)

Thursday, August 19, 2021

Empat Wilayah Zona Merah, Rocky Imbau Warga Aceh Timur Perketat Prokes Covid-19

Empat Wilayah Zona Merah, Rocky Imbau Warga Aceh Timur Perketat Prokes Covid-19

Bupati Aceh Timur (Baju Putih) menggelar rapat evaluasi penanganan Covid-19 dengan unsur Forkopimda dan Tim Satgas Covid-19, Kamis 19/8/2021 (Ist)
RILIS.NET, Aceh Timur - Bupati Kabupaten Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH mengimbau warganya agar memperketat Protokol Kesehatan (Prokes). Rocky sapaan akrab Bupati Aceh Timur, menyampaikan pesan ini terkait dengan maraknya penyebaran Virus Covid-19 di sejumlah daerah.

Bahkan, dari data yang diperoleh terdapat sebanyak empat wilayah kabupaten/kota telah dinyatakan berzona merah, selebihnya masuk dalam zona orange.

"Kita terus mengimbau agar masyarakat kita di Aceh Timur harus menjaga Prokes dengan ketat, tidak boleh lengah, karena tetangga kita seperti Pemko Langsa telah masuk zona merah, ini artinya wabah Covid-19 semakin tinggi. Bahkan jika pun ada masyarakat yang sakit bisa jadi itu terkontaminasi virus, namun karena mereka sebagian ada yang takut di Swab akhirnya kita tidak tau," Bupati Rocky.

Untuk itu, Bupati mengajak agar masyarakat segera melakukan vaksinasi bagi yang belum divaksin, agar imun tubuh kuat dan bisa terhindar dari bahayanya penyebaran covid-19.

Dari data yang diperoleh, sejauh ini sudah terdapat empat kabupaten/kota yang telah masuk zona merah, diantaranya yaitu Aceh Besar, Banda Aceh, Singkil dan juga Kota Langsa.

"Untuk di Kabupaten Aceh Timur angka penurunan tidak naik, namun masih lumayan, makanya kita tetap mengimbau agar warga tetap harus waspada demi untuk kesehatan kita semua," harap Bupati Aceh Timur ini disela-sela rapat koordinasi dan evaluasi tentang penanganan dan pencegahan Covid-19, pada Kamis (19/8/2021), di Aula Sekdakab Kabupaten Aceh Timur.

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) penanggulangan dan pencegahan Covid-19 Kabupaten Aceh Timur dr Edi Gunawan MARS yang turut dimintai tanggapannya juga membenarkan adanya penambahan status zona di Provinsi Aceh, seperti di Kota Langsa, Singkil, Banda Aceh maupun Aceh Besar, oleh karena itu dr Edi turut meminta warga agar lebih waspada.

"Kita tetap mengajak warga agar lebih ketat menjaga Prokes seperti memakai masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan dengan sabun, dan yang tidak kalah pentingnya yaitu segera melaksanakan vaksinasi," tandasnya.

Dalam rapat ini, selain dihadiri oleh Bupati H Hasballah SH turut dihadiri oleh Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro SIK MH, Kepala Kejaksaan Aceh Timur Semeru SHM MH.

Rapat ini juga turut dihadiri Asisten Bidang Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesra Syahrizal Fauzi SSTP MAP, Asisten Bidang Administrasi Umum T Reza Rizki MSi serta sejumlah kepala OPD terkait lainnya yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Aceh Timur. (rn/red)

Monday, August 16, 2021

Tim Satgas Covid-19 Aceh Timur Lakukan Tes Swab Antigen pada ASN

Tim Satgas Covid-19 Aceh Timur Lakukan Tes Swab Antigen pada ASN

RILIS.NET, Aceh Timur - Tim Satgas Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Aceh Timur melakukan Operasi Yustisi peningkatan pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran PPKM berbasis Mikro. Tim juga turut melakukan tes Swab Antigen kepada para ASN di sejumlah kantor.

Adapun sejumlah kantor yang didatangi para Satgas Covid-19 ini antara lain Dinas KP2T, Pertanahan serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur pada Senin (16/8/2021).

Kepala Satpol PP dan WH Aceh Timur T Amran SE MM mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Intruksi Presiden RI No 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Selain itu sebutnya, Intruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro, lalu Intruksi Gubernur Aceh No: 11/ INSTR/ 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 Di Tingkat Gampong atau Nama Lain Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 Di Aceh.
Juga sesuai dengan Peraturan Bupati Aceh Timur No 32 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Aceh Timur.

"Jumlah yang di sweb antigen secara acak 9 orang, keseluruhannya non reaktif pada dinas tersebut," terang Teuku Amran.

Ampon sapaan akrab Teuku Amran juga turut menghimbau kepada seluruh ASN di Aceh Timur agar tetap mematuhi protokol kesehatan dalam melaksanakan aktivitas.

"Kepada warga maupun seluruh ASN agar tetap mematuhi prokes yang berlaku," harapnya.

Selain dari 16 personil Satpol PP Aceh Timur, dalam kegiatan ini turut melibatkan 6 personil TNI, 10 Polri serta 6 petugas dari Dinas Kesehatan Aceh Timur. (rn/red)

Saturday, August 14, 2021

China Bersikeras Tolak Rencana WHO Lacak COVID

China Bersikeras Tolak Rencana WHO Lacak COVID

Jakarta -
Pemerintah China bersikeras menolak rencana Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melakukan penyelidikan tahap selanjutnya atas asal-usul COVID-19.

"China menolak usulan itu karena tidak berdasarkan hasil penelitian pertama yang dilakukan para pakar China dan asing di Wuhan, Provinsi Hubei, pada awal tahun ini," kata Wakil Menteri Luar Negeri China Ma Zhaoxu di Beijing, Jumat.

Di depan 160 duta besar, perwakilan pemerintahan asing, dan jurnalis asing itu, Ma menyatakan bahwa rencana tersebut tanpa berkonsultasi dengan semua negara anggota WHO.

Ia menyebutkan lebih dari 70 negara telah berkirim surat kepada WHO untuk mendukung laporan hasil penyelidikan pertama WHO-China dan menolak politisasi asal-usul COVID-19.

Menurut dia, laporan hasil penelitian bersama WHO-China di Wuhan sudah diakui secara luas sehingga layak menjadikan dasar.

"Virus itu tidak mengenal batas dan jarak. China, sama dengan negara-negara lain, menjadi korban dari pandemi ini dan kami semua berharap untuk mengurut asal dan memutus mata rantai sesegera mungkin," ujarnya.

Pihaknya siap bekerja sama dengan pihak-pihak lain mencari urutan virus tersebut yang bisa dipertanggungjawabkan secara sains.

Prof Liang Wannian, selaku ketua tim peneliti China dalam penelitian gabungan yang digelar WHO di Wuhan pada awal tahun lalu, menambahkan mengenai konsensus para ilmuwan yang tidak menemukan adanya kebocoran laboratorium.

"Studi tahap selanjutnya harus dilakukan di banyak tempat di seluruh dunia yang mencakup negara-negara, seperti tempat keberadaan kelelawar tapal kuda dan trenggiling China, negara-negara yang tidak memiliki pengujian yang memadai, tempat-tempat dengan data hewan dan manusia yang dinyatakan positif SARS-CoV-2 dan tempat pemasok pasar Wuhan Huanan melalui rantai pasokan dingin," ujarnya.

Gu Jinhui dari Komisi Kesehatan Nasional China dalam kesempatan itu mengungkapkan bahwa 174 kasus yang ditemukan pada awal wabah merebak di Wuhan pada Januari 2020 datanya masih mentah sehingga tidak diizinkan disalin atau didokumentasikan oleh peneliti asing.

"Jika Anda membaca laporan hasil penelitian terdahulu dengan saksama, maka semua rumor atas data itu akan saling bertentangan," ujarnya.

Hampir seluruh perwakilan kantor pemerintahan, organisasi, dan media asing yang ada di China mengikuti briefing yang digelar secara luring dan daring tersebut.


Sumber: Antara

Monday, August 9, 2021

Plt Kadis Kominfo Aceh Timur: Masyarakat Jangan Terjebak dengan Berita Hoaks

Plt Kadis Kominfo Aceh Timur: Masyarakat Jangan Terjebak dengan Berita Hoaks

Plt Kadis Kominfo Aceh Timur Iswandi SSos saat berada di Loket Pelayanan Informasi Publik (Foto: Rilis.net)
RILIS.NET, Aceh Timur - Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Aceh Timur Iswandi Ssos mengajak masyarakat di Aceh Timur agar menyaring setiap informasi, sehingga tidak terjebak dengan berita hoaks (Bohong).

Menurut Kadis Kominfo Aceh Timur ini, setiap berita yang tayang di media massa maupun di media sosial para pembaca harus menyaring dulu tentang kebenaran setiap informasi yang disaja ke ruang publik.

"Seperti informasi tentang Covid-19 dan juga vaksinasi, terkadang sengaja dihembus oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, padahal pemerintah di seluruh dunia, bahkan Arab Saudi sekalipun tetap berupaya agar dapat memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19, termasuk menjaga Protokol Kesehatan (Prokes) sampai melakukan vaksinasi agar terhindar dari penyakit," sebut Iswandi yang juga mantan Camat di Kota Idi Rayeuk ini.

Untuk itu, Iswandi mengimbau kepada warga yang ada di Aceh Timur agar jangan mudah percaya dengan berita hoaks, apalagi sumber berita yang tidak jelas dengan konten-konten yang disajikan namun tidak bisa dipertanggungjawabkan.

"Kalau ada informasi yang sesat lihat dulu yang menyajikan itu dari media mana, apakah media itu berbadan hukum yang diakui oleh negara, selain itu jangan mudah percaya," harap Iswandi.

Iswandi juga meminta kepada masyarakat agar mau bertanya terkait setiap perkembangan informasi, apalagi tentang manfaat vaksinasi dan penanganan tentang Covid-19.

"Dikabupaten semua instansi ada yang dapat kita konsultasikan, apalagi tentang manfaat vaksinasi, ada dinas kesehatan, tentunya lebih mengetahui tentang kesehatan, tetapi kalau hanya mendengar isu-isu di warung kopi itukan sumbernya tidak jelas, untuk itu kita juga meminta agar masyarakat silahkan ke Diskominfo jika ingin mengetahui tentang kebenaran setiap informasi," harap Iswandi.

Untuk di Aceh Timur sendiri tambahnya, ada puluhan media baik cetak, elektronik maupun online, jika ada media yang menyebarkan hoaks Iswandi meminta agar melaporkan ke Diskominfo untuk diklarifikasi, apalagi menyangkut kebenaran informasi terkait manfaat vaksinasi untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Vaksinasi itu berlaku disemua negara, dan telah diuji oleh para ahli kesehatan, untuk itu masyarakat tidak perlu ragu, vaksinasi juga telah ada rekomendasi dari MUI tentang kehalalannya, selain itu juga aman untuk tubuh kita. Kalau kita sayang dengan keluarga dan agar tubuh kita tetap sehat maka segera lakukan vaksin dan jangan mudah percaya dengan berita hoaks," harap Plt Kadis Kominfo Aceh Timur Iswandi. (rn/red)


Sunday, August 8, 2021

 Untuk tanggulangi COVID-19, PBNU Imbau Pengurus Makmurkan Masjid

Untuk tanggulangi COVID-19, PBNU Imbau Pengurus Makmurkan Masjid

Jakarta -
Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) turut mengimbau para pengurus Masjid agar lebih giat dalam memakmurkan rumah ibadah sebagai salah satu bentuk nyata partisipasi menanggulangi pandemi COVID-19 serta untuk mendorong pemulihan ekonomi jemaah.

"Takmir dapat memfungsikan masjid sebagai crisis center menanggulangi pandemi COVID-19," kata Ketua LTM PBNU Kiai Haji Moh Mansur Syaerozi melalui keterangan tertulisnya yang diterima Antara.

Hal itu bisa dilakukan dengan berbagai cara, antara lain memberikan keteladanan menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas peribadatan kepada masyarakat atau jemaah.

Aktif mengampanyekan protokol kesehatan dan vaksinasi kepada jemaah dan lingkungan secara rutin dan terus-menerus. Para pengurus masjid juga bisa merumuskan program pemulihan ekonomi bagi jemaah.

"Kegiatan lain yang fokus menanggulangi pandemi serta pemulihan ekonomi jemaah," ujar Kiai Haji Moh Mansur seperti dilansir Antara Senin Minggu (8/8/2021) malam.

Selain itu, LTM PBNU juga mendesak pemerintah untuk menghidupkan masjid sebagai salah satu simpul penanggulangan pandemi. Pada saat bersamaan, peningkatan para pengurus masjid juga harus dilakukan agar bisa berperan lebih dalam mengenai pembangunan dan penyelesaian masalah-masalah nasional.

Secara umum, PBNU menilai Tahun Baru Islam 1443 Hijriah dan Hari Ulang Tahun Ke-76 Republik Indonesia merupakan momentum penting bagi umat Islam dan seluruh masyarakat Indonesia untuk makin menggiatkan diri berdakwah Islam serta keindonesiaan.

Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam yang juga bertepatan dengan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia, LTM PBNU mengajak pengurus wilayah dan cabang LTM beserta pengurus masjid di Indonesia mewujudkan spirit hijrah dan kemerdekaan secara konkret.

"Langkah konkret itu dapat diwujudkan dengan memakmurkan masjid, menjaga kesehatan, dan membangun ekonomi jemaah," tandasnya. (rn/rd)

Tuesday, August 3, 2021

Dapat Pelonggaran, 13 Kota Lepas Dari Belenggu PPKM Level 4

Dapat Pelonggaran, 13 Kota Lepas Dari Belenggu PPKM Level 4

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan Saat Konferensi Pers Virtual Evaluasi dan Penerapan PPKM, (Foto: CNBC)
Jakarta - Sebanyak 13 Kabupaten/kota di pulau Jawa dan Bali mendapatkan pelonggaran dalam kebijakan PPKM. Daerah tersebut sebelumnya dikenakan kebijakan PPKM level 4, namun kemudian diturunkan menjadi level 3 bahkan level 1.

"Dalam penerapan PPKM Level 4 dan 3 yang akan dilakukan pada 03 Agustus nanti, terdapat 12 Kabupaten Kota yang dapat masuk ke Level 3 dan 1 Kabupaten yang masuk ke Level 2. Namun terdapat beberapa Kabupaten Kota yang akhirnya kembali pada Level 4, bukan karena peningkatan kasus tetapi lebih kepada peningkatan kasus kematian," ujar Luhut, dalam konferensi pers, Senin (2/8/2021).

Meski demikian, Luhut belum memaparkan daftar kota dan kabupaten yang bertahan di PPKM level 4 maupun yang mendapatkan pelonggaran. "Terkait detail Kabupaten Kota mana saja yang masuk kedalam Level 3 dan 4 akan dikeluarkan Inmendagri dalam waktu dekat ini," ujar Luhut.

Luhut menambahkan, ada beberapa daerah yang memang dibutuhkan perhatian khusus karena masih tingginya jumlah kasus terkonfrimasi, positivity rate dan juga jumlah kematian warganya. Wilayah tersebut seperti Bali, Malang Raya, DIY dan Solo Raya.


"Hal ini terjadi karena masih banyaknya masyarakat yang melakukan Isolasi mandiri sehigga telat dilakukan perawatan intensif di Rumah Sakit yang akibatnya menyebabkan kematian karena saturasi oksigen mereka rata-rata di bawah 90," ujar Luhut.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk memperpanjang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Keputusan itu disampaikan Jokowi dalam keterangan pers yang ditayangkan kanal Youtube Sekretariat Presiden pada, Senin (2/8/2021).

"Pemerintah memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM Level 4 dari 3-9 Agustus di beberapa kabupaten/kota," ujarnya.

Dalam pembukaannya, Kepala Negara memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh tenaga kesehatan.

"Pertama-tama saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para Tenaga Kesehatan, Dokter, Perawat yang berada di garda terdepan dalam menyelamatkan pasien akibat covid-19," kata Jokowi.

Jokowi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia. Hal ini atas pengertian dan dukungannya terkait pelaksanaan PPKM Level 4.

"Saya juga sampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia atas pengertian dan dukungannya atas pelaksanaan PPKM yang kita lakukan," imbuh Jokowi.


Sumber: CNBC


Wednesday, July 21, 2021

Gejala Demam Usai Vaksinasi Tunjukkan Vaksin Bekerja

Gejala Demam Usai Vaksinasi Tunjukkan Vaksin Bekerja

Jakarta - Dosen dan peneliti Mikrobiologi Medis, Biologi Molekuler dan Imunologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Budiman Bela mengatakan reaksi tubuh yang muncul seperti demam dan pegal setelah vaksin COVID-19 dimasukkan ke dalam tubuh menunjukkan vaksin berfungsi.


"Yang baik itu kalau ada reaksi terhadap vaksinasinya," kata Budiman yang merupakan Ketua Tim Pengembangan Vaksin Merah Putih Universitas Indonesia saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Budiman menuturkan jika tidak ada reaksi, maka ada dua kondisi kemungkinan yakni penerima vaksin memang tidak bereaksi atau vaksinnya yang tidak bisa menimbulkan reaksi tersebut karena misalnya suhu saat penyimpanan dan transportasi vaksin dalam proses distribusinya tidak terjaga sehingga mengalami kerusakan.

Reaksi tubuh terhadap vaksin bermacam-macam seperti demam, pegal, mengantuk, bahkan ada yang merasa lemas hingga mau pingsan. Namun, reaksi mau pingsan itu sangat kecil sekali kejadiannya. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak khawatir dengan gejala tersebut setelah menjalani vaksinasi.

Selain itu, tenaga kesehatan yang menyuntikkan vaksin sudah terlatih. Orang yang mau divaksinasi juga harus melalui skrining atau pemeriksaan kesehatan di sentra vaksinasi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir saat mau divaksinasi karena dokter atau tenaga kesehatan akan memeriksa dahulu kondisi kesehatan calon penerima vaksin dan menetapkan untuk layak divaksinasi atau tidak.

Setelah divaksinasi, penerima vaksin COVID-19 juga akan berada dalam pengawasan tenaga medis di sentra vaksinasi selama 30 menit sehingga jika ada gejala tertentu bisa langsung diberikan bantuan medis.

Penerima vaksin COVID-19 juga bisa menyampaikan jika ada keluhan di kemudian hari seperti setelah sampai di rumah dengan menghubungi kontak tenaga medis yang tertera di kartu vaksin yang diterima oleh setiap orang yang sudah divaksinasi.

Pemerintah Indonesia gencar melakukan vaksinasi kepada masyarakat untuk menciptakan kekebalan tubuh kelompok atau herd immunity sehingga bisa mengurangi angka kesakitan dan angka kematian akibat COVID-19.


Sumber: Antara

Friday, July 16, 2021

Jokowi Ingatkan Kabinet soal Sense of Crisis!

Jokowi Ingatkan Kabinet soal Sense of Crisis!

Jakarta -
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan terkait sense of crisis 
di masa pandemi COVID-19. Peringatan ini disampaikan Jokowi kepada seluruh pemimpin, termasuk anggota kabinetnya.

"Presiden telah menegaskan bahwa dalam PPKM darurat ini tentunya sense of crisis seluruh kementerian/lembaga, para pemimpin itu harus ada," kata Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, dalam pernyataan pers, Jumat (16/7/2021).

Atas hal itu, Jokowi melarang seluruh menteri dan kepala lembaga bepergian ke luar negeri. Larangan itu dikecualikan untuk Menteri Luar Negeri.

"Yang boleh bepergian ke luar negeri hanya Menteri Luar Negeri karena memang sesuai dengan bidang tugasnya. Yang lainnya kalau ada hal yang bersifat khusus harus mendapatkan izin secara langsung dari Bapak Presiden," ujar Pramono.

Jokowi memerintahkan kementerian/lembaga untuk aktif membuat tempat isolasi mandiri. Perintah ini disampaikan seiring dengan lonjakan drastis kasus COVID-19 di Indonesia.

"Dengan tingginya angka pasien isolasi mandiri maka kepada kementerian lembaga diminta untuk proaktif membuat isolasi mandiri pada kementerian lembaga masing-masing. Kalau kementerian/lembaganya besar atau pemerintah daerahnya besar maka minimum bisa 300 sampai dengan 500 pasien dan untuk itu dibuat secara baik dipersiapkan dan kemudian nanti pemerintah juga bertanggung jawab untuk mempersiapkan seluruh obat-obatan kepada isoman yang akan bergabung itu," kata Jokowi.


Sumber: detik

Thursday, July 15, 2021

Tambahan 1,5 juta Dosis Vaksin Moderna dari AS Tiba di Indonesia

Tambahan 1,5 juta Dosis Vaksin Moderna dari AS Tiba di Indonesia

Jakarta - Sebanyak 1.500.100 dosis vaksin COVID-19 Moderna dari Amerika Serikat (AS) tiba di Indonesia pada Kamis, yang merupakan tambahan dari tiga juta dosis vaksin yang telah diterima sebelumnya sehingga menggenapkan total donasi vaksin Amerika untuk Indonesia menjadi 4,5 juta dosis.

“Kami berupaya untuk memberikan sebanyak mungkin vaksin yang aman dan efektif sehingga sebanyak mungkin orang Indonesia dapat divaksin secepat mungkin,” ujar Duta Besar AS untuk Indonesia Sung Y Kim dalam keterangan tertulis.

Kim menegaskan bahwa AS akan berkontribusi untuk membantu mengakhiri pandemi dan membangun kembali dunia yang lebih siap untuk mencegah, mendeteksi, dan merespons ancaman kesehatan di masa depan, agar semua orang dapat hidup dengan aman dan sehat.

“Penting untuk terus diingat: Tidak ada satu orang pun yang aman hingga semua orang aman,” tutur dia.

AS telah memberikan komitmen bersejarah berupa kontribusi senilai 4 miliar dolar (sekitar Rp58 triliun) melalui aliansi vaksin GAVI untuk COVAX Advance Market Commitment (COVAX AMC). Kontribusi AS mendukung pembelian dan pengiriman vaksin COVID-19 untuk 92 negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk Indonesia.

Dengan pengiriman terbaru ini, maka Indonesia telah menerima lebih dari 12,7 juta dosis vaksin melalui COVAX AMC, sebuah inisiatif global untuk mendukung akses yang adil ke vaksin-vaksin COVID-19 yang aman dan efektif.

Selain itu, Presiden Joe Biden juga telah berkomitmen untuk menyediakan 80 juta vaksin COVID-19 yang aman dan efektif untuk negara-negara yang memerlukan di seluruh dunia untuk membantu mengakhiri pandemi.

Indonesia akan menerima sebagian dari vaksin tersebut. Rencana Presiden Biden terkait 80 juta dosis yang akan didonasikan ini mencakup lebih dari 23 juta dosis untuk Asia, sebagai upaya untuk menjaga agar kawasan, termasuk Indonesia, aman.

AS juga memberikan bantuan untuk upaya respons COVID-19 Indonesia yang lebih luas. Hingga hari ini, negara itu telah menginvestasikan 36 juta dolar (sekitar Rp522,4 miliar) untuk mendukung upaya Indonesia meningkatkan pelayanan vaksinasi, mempercepat tes dan pelacakan kasus, berbagi informasi faktual, serta meningkatkan kapasitas dan pelayanan fasilitas kesehatan.

Kontribusi AS mencakup lebih dari 1.000 ventilator yang saat ini digunakan di 600 rumah sakit di berbagai daerah di Indonesia. (rn/red)


Antara