Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Mei 2021

Usai Bacok Bapaknya Pria di Aceh Tamiang Gorek Leher Sendiri

Usai Bacok Bapaknya Pria di Aceh Tamiang Gorek Leher Sendiri

Polisi Pasang Garis di Rumah Korban (ajnn)
Aceh Tamiang - T. M. Agusti (24) warga Dusun Paya Batu, Kampung Tanjung Mancang, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, harus dirawat di rumah sakit setelah menggorok lehernya sendiri, Jum'at (7/5/2021). 

Aksi nekat itu dilakukan setelah dia membacok bapak kandungnya menggunakan parang di rumah mereka.  

HKapolres Aceh Tamiang melalui Kapolsek Kejuruan Muda Ipda Yose Rizaldi mengatakan, akibat di bacok oleh T.M Agusti, bapaknya T. Muliamin (44) kini telah meninggal dunia setelah sempat dirawat di RSUD Aceh Tamiang. 

Alamarhum T. Muliamin kata Kapolsek mengalami luka dibagian kepala belakang dan koyak dibagian leher. 

Menurut keterangan dihimpun, kata Kapolsek, sebelum terjadi pembacokan, korban dengan pelaku sempat ribut di dalam kamar korban.

Saat terjadi keributan itu, kata Kapolsek, didengar oleh adik kandung pelaku T. Rapli Pirmansyah (16), kemudian T. Rapli membuka pintu kamar korban (bapaknya). 

Saat pintu terbuka, T. Rapli terkejut melihat bapaknya sudah berlumuran darah di bagian kepala dan leher. 

Selanjutnya T. Rapli meminta bantuan kepada tetangganya. Sehingga korban dibawa ke Puskesmas sebelum dibawa ke RSUD Aceh Tamiang. 

"Pelaku disebut-sebut pernah mengalami gangguan jiwa, sehingga dia nekat membacok bapaknya kemudian mencoba bunuh diri," ungkap Kapolsek. (ajnn)



Jumat, 07 Mei 2021

Tes Urine Positif Narkoba, Kasatpol PP Langsa Dicopot dari Jabatan

Tes Urine Positif Narkoba, Kasatpol PP Langsa Dicopot dari Jabatan

Ilustrasi
RILIS
.NET, Langsa -
Walikota Langsa Usman Abdullah atau yang akrab disapa Toke Su-um mencopot jabatan Maimun Sapta sebagai Kasatpol PP Langsa.

Jabatan Kasatpol PP Langsa itu dicopot dilakukan pada Rabu 5 Mei 2021 lalu, setelah mendapatkan hasil tes urine yang dilakukan kepada sejumlah kepala OPD pada Kamis 29 April 2021 lalu.

Hasil konfirmasi media RILIS.NET kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Langsa Said Mahdum membenarkan informasi itu pada Kamis 7 Mei 2021 sore.


Said Mahdum menuturkan, pencopotan Jabatan Kasatpol PP itu dilaksanakan oleh Walikota Langsa setelah mendapatkan hasil tes urine pada Kamis lalu.

"Ini dilakukan agar menjadi pelajaran bagi pegawai ataupun kepala OPD lainnya," ujar Said Mahdum.

Untuk menggantikan posisi Maimun Sapta, saat ini telah diisi oleh Rudi Selamat sebagai Pj sementara. Rudi Selamat sebelumnya juga sebagai Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan di Pemko Langsa. (rn/red)

Jumat, 30 April 2021

42 Kepala OPD Langsa  Dites Urine, Hasilnya Diduga 1 Orang Positif Narkoba

42 Kepala OPD Langsa Dites Urine, Hasilnya Diduga 1 Orang Positif Narkoba

Ilustrasi/foto:net
RILIS.NET, Langsa - Sejumlah 42 orang kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Langsa telah mengikuti tes urine yang difasilitasi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Langsa, pada Kamis 29 April 2021. Hasilnya, satu orang kepala OPD diduga positif narkoba.

Hal ini dibenarkan Sekretaris Daerah Kota Langsa Ir Said Mahdum, saat di konfirmasi oleh wartawan Jum'at (30/04/2021). Dimana tes urine yang dilaksanakan pada Kamis (29/4/2021), didapatkan ada satu kepala OPD yang positif menggunakan narkoba jenis ganja.

"Benar, dari 42 kepala OPD yang di tes urine oleh BNN, satu ditemukan hasil tes urinenya positif memakai narkoba jenis ganja," Kata Sekda Kota Langsa.

Ketika ditanya mengenai sanksi yang akan diberikan kepada kepala OPD tersebut,  Sekda menjawab akan berkoordinasi dengan pimpinan yakni Wali Kota Langsa, Usman Abdullah.

"Nanti, insya Allah Senin 03 Mei 2021 saya akan koordinasi dengan Pak Wali Kota, untuk menindak lanjuti hasil tes urine tersebut," jelasnya.

Sebelumnya, Walikota Langsa menegaskan apabila hasil tes urine ini dilakukan apabila kepala OPD ada yang terlibat atau terindikasi memakai narkoba, makan akan di copot dari jabatannya. (rn/dhany)

30 Unit Knalpot Brong Dimusnahkan oleh Polsek Peureulak

30 Unit Knalpot Brong Dimusnahkan oleh Polsek Peureulak

RILIS
.NET, Aceh Timur -
Sedikitnya 30 unit knalpot brong dimusnahkan oleh Polsek Peureulak pada Kamis (28/4/2021). Knalpot tersebut merupakan hasil sitaan operasi Kepolisian Polsek Peureulak sejak dua bulan terakhir.

Pada acara pemusnahan barang bukti knalpot brong hasil sitaan dengan cara dipotong-potong beberapa bagian menggunakan mesin gerindra, pemotongan ini dilakukan di halaman Polsek Peureulak.

Hadir pada pada kegiatan itu diantaranya Kapolsek Peureulak AKP Pidinal Limbong, Kasat Lantas Polres Aceh Timur AKP Andrew Agrifina Prima Putra, S.I.K., Camat Peureulak Nasri, S.E.,M.SM dan anggota Koramil 04/PLKT.

Kapolsek Peureulak AKP Pidinal Limbong menjelaskan, pemusnahan dilakukan dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Peureulak yang aman dan kondusif khususnya pada bulan suci Ramadhan.

“Pelaksanaan pemusnahan barang bukti sitaan knalpot plong dilaksanakan merupakan bentuk transparansi kepada publik hasil pelaksanaan tugas Polsek Peureulak” ujar AKP Pidinal Limbong.

Sementara itu Kasat Lantas AKP Andrew Prima Putra menyebutkan, penggunaan knalpot tidak standar pabrikan ini, telah diatur dalam Undang Undang RI No.22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 285," sebutnya.

Kendati demikian, Kasat Lantas berpesan kepada masyarakat untuk sama-sama mematuhi peraturan Lalu Lintas, sehingga bisa menghindari pelanggaran, dimana awal mula mulai terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan.

"Kami akan terus melakukan razia tertib lalu lintas di seluruh wilayah hukum Polres Aceh Timur dan pengguna sepeda motor khususnya untuk senantiasa mentaati peraturan lalu lintas," tambah Kasat. (rn/aqb)

Kamis, 29 April 2021

Korupsi Program Penghafal Al-Quran Rp 3,7 Miliar, Kadis Dayah Gayo Lues Ditahan Polisi

Korupsi Program Penghafal Al-Quran Rp 3,7 Miliar, Kadis Dayah Gayo Lues Ditahan Polisi

Ilustrasi (Korupsi) Shutterstock
RILIS
.NET, Gayo Lues -
Kepala Dinas Dayah Kabupaten Gayo Lues Husin dibekuk Polres Gayo Lues karena diduga terlibat tindak pidana korupsi senilai Rp 3,7 miliar, Rabu (28/4/2021).

Tak hanya Kadis Dayah, Polisi juga turut menahan dua orang tersangka lainnya, dalam perkara tindak pidana korupsi kegiatan makan minum program karantina hafiz pada Dinas Syariat Islam Gayo Lues.

Sebelumnya, Kadis Dayah ini disebut sempat menjabat sebagai Kepala Dinas Syariat Islam di Kabupaten Gayo Lues.

Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustamam kepada RILIS.NET mengatakan, sebelumnya Husin menjabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam kegiatan program penghafal Al-Quran pada Dinas Syariat Islam Kabupaten Gayo Lues Tahun Anggaran (TA) 2019 lalu.

Bersama Husin turut ditahan Sahrul Huda alias Apuk mantan PPTK, dan Lukman Hakim (rekanan) selaku penyedia tempat Wisma Pondok Indah pada kegiatan itu.

"Dari hasil audit BPKP perwakilan Aceh ditemukan kerugian negara senilai Rp 3,7 miliar lebih, dari pagu anggaran awal senilai Rp12,5 miliar rupiah lebih," sebut Kapolres Gayo Lues Carlie Syahputra Bustamam melalui siaran pers kepada RILIS.NET, Rabu (28/4/2021).

Lebih lanjut sebut Carlie, Mantan Kadis Syariat Islam itu mulai ditahan sejak 27 April 2021 lalu, setelah ditetapkan sebagai tersangka. Ia sempat diperiksa selama 8 jam lebih. Sebelumnya penahanan juga dilakukan terhadap Sahrul Huda pada 22 April 2021 lalu.

"Sedangkan Lukman Hakim rekanan sudah mulai ditahan sejak 14 April 2021 lalu yang juga telah ditetapkan sebelumnya sebagai tersangka dalam kasus itu," tambah Carlie Syahputra.

Selain menahan tiga tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi itu polisi juga turut menyita Barang Bukti (BB) seperti dokumen dan sejumlah buku tabungan milik tersangka. (rn/rd)