Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Juli 2021

Irjen Pol. Drs. Ahmad Haydar Kapolda Aceh Yang Baru: Ini Profilnya

Irjen Pol. Drs. Ahmad Haydar Kapolda Aceh Yang Baru: Ini Profilnya

Irjen Pol. Drs. Ahmad Haydar Kapolda Aceh Yang Baru: Ini Profilnya

RILIS.NET, Banda Aceh - Irjen Pol. Drs. Ahmad Haydar, SH., MM ditunjuk sebagai Kapolda Aceh menggantikan Irjen Pol. Drs. Wahyu Widada, M.Phil.
Pergantian tersebut berdasarkan Surat Telegram (ST) Kapolri Nomor ST/1506/VII/KEP./2021 tanggal 26 Juli 2021 yang ditandatangani oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, M.Si.

Ahmad Haydar sebelumnya menjabat sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama TK. I Sespim Lemdiklat Polri. Sementara Wahyu Widada akan mengisi jabatan Asisten SDM Kapolri.

Profil Irjen Pol. Ahmad Haydar

Ahmad Haydar merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akpol 1988 yang berpengalaman dalam bidang reserse. Jenderal bintang dua ini sebelumnya juga pernah menjabat Kapuslabfor Bareskrim Polri.

Pria kelahiran Kudus, Jawa Tengah, 9 September 1965 ini pernah menjabat berbagai posisi strategis di tubuh Polri, diantaranya:

Komandan Penjagaan Kaltim (1989)

Kanit Serse Polres Balikpapan (1989)

Wakasat Serse Polres Balikpapan (1992)

Penyidik Serse Tipiter Polda Kaltim (1993)

Penyidik Serse Ekonomi Polda Kaltim (1994)

Kabag Ops Polsek Bontang (1996)

Pama PTIK (1997)

Penyidik Madya Narkotika Polda Kaltim (1999)

Penyidik Narkotika Polri

Kasat Serse Ekonomi Polda NAD (2005)

Kapolres Salatiga (2007)

Kasubbag Prodsus Bag Produk Roanalisis Bareskrim Polri (2009)

Kanit II Dit V/Tipiter Bareskrim Polri (2010)

Kasubdit II Dittipidter Bareskrim Polri (2011)

Kasubdit V Dittipidter Bareskrim Polri (2012)

Analis Kebijakan Madya bidang Pidter Bareskrim Polri

Dirreskrimsus Polda Sumut (2015)

Wadirtipidter Bareskrim Polri (2016)

Wakapolda Jambi (2017)

Kapuslabfor Bareskrim Polri (2019)

Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri (2020)

Kapolda Aceh (2021)


Sumber: analisaaceh.com

Minggu, 25 Juli 2021

Terungkap, Pelaku Pembunuhan di Langsa Mengaku Sakit Hati Terhadap Korban, Dia Dibantu DN Warga  Aceh Tamiang

Terungkap, Pelaku Pembunuhan di Langsa Mengaku Sakit Hati Terhadap Korban, Dia Dibantu DN Warga Aceh Tamiang

Pelaku pembunuhan warga Langsa diringkus Polisi (Foto: Ist)
RILIS
.NET, Langsa -
Satreskrim Polres Langsa berhasil meringkus pelaku pembunuhan Ridhwan (53) warga Desa Sungai Pauh, Langsa Barat yang mayatnya dibuang ke sungai Desa Jeungki, Kecamatan Peureulak Timur, Kabupaten Aceh Timur.

Polisi juga mengungkap motif pembunuhan pengusaha barang bekas itu, dari hasil penyelidikan polisi, pelaku ZW (25) warga Dusun Rukun, Desa Dalam, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang ini mengaku karena sakit hati akibat dicaci oleh korban.


Pelaku ZW diketahui juga bekerja di tempat usaha gudang barang bekas milik korban. Dalam menjalankan aksinya ZW mengaku turut dibantu oleh DN (40) pencari barang bekas, warga Gampong Teupah, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.

ZW sendiri diringkus polisi di Desa Dalam, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang pada Sabtu kemarin.

Hal itu terungkap dalam konferensi pers yang digelar oleh Polres Langsa pada Minggu (25/7/2021) di Mapolres setempat.


"Tim masih melakukan pencarian terhadap DN yang masih DPO, di wilayah Aceh Tamiang dan Langsa," kata Kapolres Langsa AKBP Agung Kanigoro yang didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Arief Sukmo Wibowo, saat konferensi pers pada Minggu (25/7/2021).

Kapolres juga menambahkan, awalnya tersangka ZW mengaku bahwa ia melakukan pembunuhan itu seorang diri. Namun, setelah didesak maka pelaku mengaku bahwa ia dibantu oleh DN, (DPO), dalam melakukan aksinya itu.

Pelaku DN disebut turut membantu tersagka ZW untuk membuang mayat korban ke sungai di Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur. Tak hanya itu, DN juga disebut turut mengambil barang berharga milik korban setelah membuang mayat korban ke wilayah Aceh Timur.

Dari pengakuan pelaku, sambung Agung Kanigoro, awalnya tersangka Z sering dimaki-maki oleh korban karena adanya kesalahan dalam bekerja.

"Pelaku Z merasa sakit hati dan langsung menikam Ridhwan saat sedang tertidur lelap di malam hari dengan menikamnya di bagian perut dan dada korban sebanyak 2 kali," sambungnya.


Polisi juga turut mengamankan sejumlah barang-bukti milik korban yakni, 1 buah buku tabungan Bank Danamon dengan nomor rekening 000053480166 an. RIDHWAN, 1 buah buku tabungan Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan nomor rekening 1057733237 an. RIANTI HERIATY, 1 buah kartu ATM Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan nomor 6034 9490 0702 9080, 2 buah Plat sepeda motor dengan Nopol BL 4355 FAE, dan 100 buah karung besar berisi bahan bekas/Botut.

"Tersangka Z dijerat Pasal 340 Jo Pasal 338 Subs Pasal 365 Ayat 3 tentang Tindak Pidana menghilangkan nyawa orang lain dengan berencana dan atau pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian atau ancaman Pidana Hukuman Mati/Seumur Hidup/20 tahun," ujar Kapolres Langsa. (rn/red)
Terduga Pelaku Pembunuhan Warga Langsa Ditangkap, Korbannya Ditemukan dalam Goni

Terduga Pelaku Pembunuhan Warga Langsa Ditangkap, Korbannya Ditemukan dalam Goni

Foto Profil Korban Pembunuhan Ridhwan (Ist)
RILIS
.NET, Langsa -
Satuan Reserse Kriminal Polres Langsa berasil menangkap ZW (25) warga Dusun Rukun, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, yang diduga pelaku pembunuhan Ridhwan (53) warga Sungai Pauh, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, yang jasadnya ditemukan dalam karung goni, di Sungai Gampong Jeungki, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur, pada Selasa 20 Juli 2021 lalu.

Informasi yang dihimpun RILIS.NET Sabtu (24/7/2021), selain meringkus pelaku, Polisi juga mengamankan barang bukti berupa mesin dompleng, becak, dan juga buku rekening bank serta handphone milik korban Ridhwan yang ada bersama terduga pelaku.


Terkait motif pelaku yang diduga tega menghabisi nyawa pengusaha barang bekas ini (korban), RILIS.NET belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak Polres Langsa. Menurut informasi akan digelar konferensi pers di Mapolres setempat pada Minggu (25/7/2021). Begitupun media ini belum mendapatkan konfirmasi dari pihak berwajib terkait informasi itu.

Sebelumnya diberitakan, mayat Laki-laki ditemukan terapung didalam goni di sungai Desa Jeungki, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur, Selasa (20/7/2021), sekitar pukul 11.00 WIB.


Saat ditemukan didalam goni berwarna putih, mayat ini telah mengeluarkan bau, dengan menggunakan baju singket putih dan celana jeans, diperkirakan telah beberapa hari berada didalam air sungai di kawasan itu.

Dari hasil autopsi yang dipimpin oleh dokter Forensik RSUD Langsa pada Rabu lalu, ditemukan sejumlah fakta pada jasad korban.


Diantaranya, jasad dalam keadaan terikat tali di bagian leher, tangan serta kaki. "Diduga korban dibunuh terlebih dahulu kemudian diikat lalu dimasukkan ke dalam karung selanjutnya diberi pemberat bertujuan agar korban tenggelam dan menghilangkan jejak. Perkiraan waktu kematian lebih dari satu minggu," kata Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro SIK MH, pada Rabu (21/7/2021) lalu.

Ia menambahkan, sejumlah barang bukti juga turut diamankan dalam proses autopsi, antara lain satu lembar baju bertuliskan Homeland Pekanbaru of Melayu Riau, satu buah kaos singlet warna putih merk JOVAC, satu buah celana dalam merk Pastis, satu buah celana panjang merk Pergio berwarna hitam ukuran 28, serta satu buah ikat pinggang tanpa merk berwarna hitam dan sebuah pisau tanpa gagang berbentuk Rencong. (rn/red)

Jumat, 23 Juli 2021

Jasad dalam Goni di Peureulak Timur Ternyata Warga Langsa, Ada Bercak Darah di Rumah Korban

Jasad dalam Goni di Peureulak Timur Ternyata Warga Langsa, Ada Bercak Darah di Rumah Korban

Identifikasi di rumah korban (Foto: Ist)
RILIS.NET, Aceh Timur - Polres Aceh Timur berhasil mengungkap identitas jenazah yang ditemukan terbungkus karung goni di Sungai Desa Jeungki, Kecamatan Peureulak Timur, Kabupaten Aceh Timur pada Selasa 20 Juli 2021 lalu. Korban adalah Ridhwan (53), warga Dusun Satria, Desa Sungai Pauh, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa. Saat digeledah di rumah korban juga ditemukan bercak darah.

“Benar, jenazah yang ditemukan itu, teridentifikasi sebagai warga Kota Langsa, bernama Ridhwan," kata Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, S.I.K.,M.H., melalui Wakapolres Kompol Chairul Ikhsan, S.I.K., Jumat (23/7/2021).

Chairul Ikhsan menambahkan, terungkapnya identitas korban berdasarkan informasi dari warga dimana ciri- ciri pada tubuh korban yang dimuat pada media, mirip dengan Ridhwan.

Mendapatkan identitas korban tersebut, Tim Opsnal bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Aceh Timur menuju ke rumah korban untuk memastikan informasi yang diperoleh di lapangan.

Baca juga: Mayat Laki-Laki Tanpa Identitas Ditemukan dalam Goni di Sungai Peureulak

“Sesampainya di rumah korban, didapatkan informasi dari tetangga sekitar, bahwa Ridhwan sudah beberapa hari tidak kelihatan di rumahnya,” sebut Wakapolres.

Kemudian Tim Opsnal Satreskrim Polres Aceh Timur berkoordinasi dengan Polsek setempat dan Unit Identifikasi Polres Langsa serta tokoh masyarakat untuk dilakukan penggeledahan rumah, untuk memastikan kondisi Ridhwan, akan tetapi pada saat masuk, ditemukan bercak darah di lantai.

Selanjutnya Unit Identifikasi Polres Aceh Timur bersama Unit Identifikasi Polres Langsa melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) gabungan di rumah Ridhwan.

Dari hasil olah TKP ditemukan, selain bercak darah pada lantai dan springbed milik korban, rumah dalam keadaan kosong , pintu samping tidak terkunci, kamera CCTV rumah mati, server terbongkar dan hardisk CCTV hilang diduga dibongkar pelaku.

Baca juga: Mayat Laki-laki dalam Goni di Peureulak Timur Diduga Korban Pembunuhan

“Tidak ditemukanya dompet atau identitas, namun terdapat handphone merk Nokia yang diduga milik korban berada di atas meja. Selain itu, sepeda motor korban juga tidak ada, namun ditemukan satu buah tali nilon putih, identik dengan tali yang digunakan untuk mengikat tubuh Ridhwan," tambah Wakapolres.

"Selanjutnya kasus ini akan ditangani oleh Satreskrim Polres Langsa, namun demikian kami dari Polres Aceh Timur tetap akan membantu penyelidikan agar pelaku terungkap," Wakapolres Kompol Chairul Ikhsan, S.I.K. yang turut didampingi Kasat Reskrim AKP Dwi Arys Purwoko. 

Sebelumnya diberitakan, mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan terapung didalam goni di sungai Desa Jeungki, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur, Selasa (20/7/2021), sekitar pukul 11.00 WIB.

Saat ditemukan didalam goni berwarna putih, mayat ini telah mengeluarkan bau, dengan menggunakan baju singket putih dan celana jeans, diperkirakan telah beberapa hari berada didalam air sungai di kawasan itu. (rn/red)
Tembak 2 Kurir, Polisi Gagalkan Penyelundupan 7 Kg Sabu di Aceh

Tembak 2 Kurir, Polisi Gagalkan Penyelundupan 7 Kg Sabu di Aceh

Ilustrasi (Mindra Purnomo/detikcom)
RILIS.NET, Banda Aceh - Polisi menggagalkan penyelundupan 7 kilogram sabu dari tengah laut ke daratan Aceh. Dua orang diduga kurir ditembak karena melawan saat diciduk.

"Dua tersangka yang ditembak kakinya adalah S dan MA," kata Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto kepada wartawan, Kamis (22/7/2021).

Penangkapan kedua tersangka dilakukan personel Satres Narkoba Polres Aceh Utara dan Direktorat Narkoba Polda Aceh. Tri menjelaskan polisi awalnya menciduk IR (40) di sebuah lokasi di Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Sabtu (10/7/2021) dini hari.

IR disebut berperan sebagai pemindah sabu dari bibir pantai ke motor penjemput. Setelah menciduk IR, polisi menggerebek tempat tinggal S di Aceh Tamiang dan menemukan tujuh bungkus sabu yang disembunyikan di loteng rumah.

Tak lama berselang, polisi membekuk MA di kawasan Aceh Tamiang. Namun, ketika dilakukan pengembangan, kata Tri, MA dan S mencoba melarikan diri sehingga ditembak.

"Ketiga tersangka yang ditangkap sudah dibawa ke Polres untuk dilakukan pemeriksaan," jelas Tri.

Menurutnya, dalam kasus itu, MA dan S bertugas sebagai penjemput sabu dari tengah laut. Barang haram itu dibawa ke daratan Aceh Utara sebanyak tiga karung.

"Saat ini kita masih memburu empat orang, yaitu masing-masing memiliki peran sendiri, termasuk aktor utama," ujarnya.


Sumber: detik