Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Februari 2021

Akhiri Dualisme, PB HMI Sahkan Jailani Sebagai Ketum HMI Cabang Langsa

Akhiri Dualisme, PB HMI Sahkan Jailani Sebagai Ketum HMI Cabang Langsa

Ketum HMI Cabang Langsa Jailani dan Sekretaris Wadih Arrasyid (Foto: Ist)
RILIS
.NET, Langsa -
Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang berkedudukan di Ibukota Jakarta memutuskan dan menetapkan Muhammad Jailani sebagai Ketua Umum dan Wadih Arrasyid sebagai Sekretaris Umum HMI Cabang Langsa, Sabtu (27/2/2021).

Penetapan tersebut tertuang dalam keputusan Majelis Pengawas dan Konsultasi (MPK) PB HMI Nomor: 18/KPTS/A/07/1442 H tentang sengketa kontitusional HMI Cabang Langsa periode 2019 – 2020, memutuskan dan menetapkan, mencabut Surat Keputusan PB HMI nomor 211/KPTS/A/10/1440 atas nama Boidatul Khoi dan Abdi Maulana.
SK Terbaru dari PB HMI yang menetapkan Jailani sebagai Ketum HMI Cabang Langsa 
Selain itu, mengesahkan SK PB HMI nomor 253/ KPTS/A/01/1441 di bawah kepengurusan Muhammad Jailani dan Wadih Arrasyid masing-masing sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Umum.

Selanjutnya, surat keputusan tersebut menyatakan, Keputusan MPK PB HMI ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, yaitu 4 Rajab 1442 H/17 Februari 2021 M.

Sementara itu Ketua HMI Langsa , Muhammad Jailani kepada wartawan menyampaikan terimakasih atas kepercayaan yang besar ini diberikan kepada kami di kepengurusan HMI Cabang Langsa yang sah.

“Semoga amanah besar ini akan dapat kami emban dengan baik dan kami tunaikan dengan baik pula,” ujar Jai sapaan akrab Muhammad Jailani.

Selanjutnya, pihaknya mengaku akan merangkul seluruh komisariat se kawasan cabang Langsa untuk di solidkan kembali.

“Kita juga berharap dukungan dari seluruh elemen di HMI, baik kader, senior maupun alumni HMI,” harap Jailani seperti dilansir Waspada.id Minggu siang. (rn/red)

Sabtu, 27 Februari 2021

Polda Aceh Amankan 150 Ton Material Penambangan Ilegal

Polda Aceh Amankan 150 Ton Material Penambangan Ilegal

Polda Aceh amankan  150 ton material (Foto: Antara)
RILIS
.NET, Banda Aceh -
Personel Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh mengamankan 150 ton material hasil penambangan ilegal di Kabupaten Aceh Selatan.Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy di Banda Aceh, Jumat (26/2), mengatakan penemuan material tambang tersebut hasil penyelidikan terkait dengan dugaan tindak pidana pertambangan mineral dan batu bara (minerba).

"Penyelidikan tersebut bermula dari laporan masyarakat yang menyebutkan bahwa ada tumpukan hasil penambangan ilegal di KPLP Tapak Tuan," katanya.

Dengan didampingi Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh Kombes Pol Margiyanta dan Kepala Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Aceh AKBP Mulyadi, ia mengatakan dari hasil penyelidikan, tumpukan hasil penambangan ilegal tersebut dilakukan perusahaan CV NM.

"Penambangan ilegal tersebut berada di tiga kecamatan dalam Kabupaten Aceh Selatan, yaitu Kecamatan Meukek, Sawang, dan Labuhan Haji Timur," kata dia.

Kegiatan perusahaan tersebut, kata Winardy, menampung, memanfaatkan, mengangkut material penambangan ilegal dari Kecamatan Sawang menuju lokasi penumpukan di Kantor KPLP Tapak Tuan.

Aktivitas tersebut dilakukan tanpa izin usaha pertambangan khusus dari pejabat yang berwenang. Hasil penambangan tersebut ditumpukan di KPLP Tapaktuan, Ibu Kota Kabupaten Aceh Selatan.

"Dalam kasus tersebut, petugas sudah memeriksa tujuh saksi, seorang di antaranya pengawas di perusahaan tersebut. Nantinya Ditreskrimsus juga akan memeriksa dokumen perusahaan CV NM," kata Kombes Pol Winardy. 


Sumber: Antara

Jumat, 26 Februari 2021

8 Tersangka Kasus 81 Kilogram Sabu Dilimpahkan ke Jaksa Aceh Timur oleh Dit Resnarkoba Polda Aceh

8 Tersangka Kasus 81 Kilogram Sabu Dilimpahkan ke Jaksa Aceh Timur oleh Dit Resnarkoba Polda Aceh

Para Tersangka saat diantar ke Jaksa Aceh Timur (Foto: For RILIS.NET)
RILIS
.NET, Aceh Timur -
Tim penyidik dari Dit Resnarkoba Polda Aceh, menyerahkan 8 tersangka tindak pidana narkotika jenis seberat 81 Kg dan 20 Kilogram pil ekstasi ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Aceh Timur, pada Jumat 26 Februari 2021.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur, Abun Hasbulloh Syambas SH MH, melalui Kasi Pidum, Ivan Najjar Alavi SH MH, mengatakan, penyidik dari Polda Aceh menyerahkan 8 tersangka beserta sejumlah barang bukti 81 kg sabu dan 20 kg pil ektasi.

Selain dua jenis narkotika itu, turut diserahkan 3 unit mobil dan 2 unit sepeda motor serta boat untuk pembuktian dalam persidangan.

Ivan Najjar juga mengatakan, pihaknya akan segera mempersiapkan berkas pelimpahan ke Pengadilan Negeri Idi yang dijadwal dalam waktu dekat.

“Para tersangka sudah kita titipkan di lembaga pemasyarakatan Kelas II B Idi, dan kita akan segera mempersiapkan pelimpahan berkas ke Pengadilan Negeri Idi,” sebut Kasi Pidum Kejari Negeri Aceh Timur Ivan Najjar kepada media ini dalam rilis yang dikirim Jumat (26/2/2021).

Sebelumnya diinformasikan, tim gabungan Dit Res Narkoba Polda Aceh dan Polres Aceh Timur, berhasil mengamankan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 81.000 gram, dan 20 bungkus pil ekstasi dari 9 pelaku dalam penangkapan yang terjadi di wilayah hukum Polres Aceh Timur, pada 30 Oktober 2020 lalu.

Selain menangkap sejumlah pelaku polisi juga turut mengamankan barang bukti narkoba. Dan saat dilakukan penagkapan satu tersangka lainnya meninggal dunia kena tembakan.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Kamis 29 Oktober 2020 sore oleh tim gabungan memperoleh informasi akan ada pengiriman narkoba jenis sabu-sabu dan pil ekstasi dari Aceh Timur ke Kota Langsa dengan menggunakan mobil Innova.

Saat itu mobil yang ditumpangi oleh pelaku bergerak dari tempat persembunyian dan meljau dengan kencang ke arah Kota Langsa.

Mereka terendus dan terus dibuntuti oleh tim gabungan yang melakukan pengejaran.

Setiba di jalan raya Banda Aceh - Medan, tepatnya di Desa Bagok, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, petugas melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap mobil Kijang Innova BK 1055 RN dan mengamankan dua tersangka, AR dan AS, serta mengamankan, 4 karung goni dari dalam Innova yang berisi 81 bungkus sabu-sabu dan 20 kg pil ektasi.

Diakui kedua pelaku, di depan mereka saat itu sudah melaju dua mobil sebagai pengintai jalan, yaitu mobil Ertiga warna putih, dan Honda Jazz warna hitam.

Selanjutnya, mobil Ertiga yang dikemudikan LM berhasil diamankan di Simpang Empat Lampu Merah, Kota Idi Rayeuk Aceh Timur.

Selanjutnya, mobil Honda Jazz yang dikemudikan, KH, dan NZ berhasil ditangkap di jembatan Peureulak.

Kemudian, ke-5 pelaku dibawa ke Polsek Darul Aman, Idi Cut, dan kembali melakukan pengembangan ke Kecamatan Simpang Ulim.

Lalu, dari Kecamatan Simpang Ulim, tim gabungan berhasil mengamankan MN sebagai penjemput narkoba ke Malaysia, kemudian menangkap HD sebagai penyedia boat, serta menangkap IB sebagai pelangsir narkoba tersebut dari laut ke darat.

Kemudian, kedelapan tersangka beserta barang buktinya saat itu dibawa ke Kantor Dit Resnarkoba Polda Aceh untuk proses penyelidikan lebih lanjut terkait dengan penemuan barang haram itu. (rn/rd)

Rabu, 24 Februari 2021

Forkopimda Aceh Timur Lanjut Suntik Vaksin Covid-19 Tahap Dua

Forkopimda Aceh Timur Lanjut Suntik Vaksin Covid-19 Tahap Dua

Bupati Rocky perlihatkan Vaksin yang akan disuntik (Foto: Ist) 
RILIS
.NET, Aceh Timur -
Setelah menjalani vaksinasi Covid-19 tahap pertama pada 10 Februari 2021 lalu, kini Forkopimda Aceh Timur melaksanakan vaksinasi Covid-19 tahap dua di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Zubir Mahmud, Rabu, (24/2/2021) siang.

Tampak mengikuti rangkaian vaksinasi Covid-19 tahap kedua, yakni Bupati, Kapolres, Danramil 05 Idi Rayeuk, Kasi Petun Kejari, Wakil Ketua MPU, Kepala BPBD, Kepala Dinas Kesehatan, Kasatpol PP dan WH, Kadis Kominfo, dan sejumlah pejabat publik lainnya.

"Terimakasih kepada vaksinator yang telah melaksanakan vaksinasi baik tahap pertama maupun tahap ke dua di Aceh Timur, dan mudah-mudahan pejabat publik yang telah disuntik vaksin tidak ada permasalah. Saya pribadi setelah menjalani disuntik vaksin Covid-19 baik tahap pertama maupun harap dua tidak ada permasalahan apa-apa,” ujar Bupati Aceh Timur, H. Hasballah Bin HM Thaib, SH usai menjalani divaksinasi, Rabu (24/2/2021).

Bupati Rocky juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh unsur Forkopimda Aceh Timur yang telah menyukseskan program vaksinasi Covid-19, sehingga kegiatan vaksinasi di kabupaten tersebut berlangsung sukses.

Sementara Direktur RSUD dr. Zubir Mahmud Aceh Timur, dr. Edi Gunawan, MARS menyebutkan, vaksinasi tahap dua diikuti oleh pejabat publik dan 10 dokter spesialis yang bertugas di RSUD dr. Zubir Mahmud.

dr. Edi juga menjelaskan, jumlah tenaga kesehatan (Nakes) di Aceh Timur yang sudah disuntik vaksin Covid-19 tahap pertama mencapai 94 persen.

“94 persen itu angka yang sangat baik, karena Provinsi Aceh menargetkan 75 persen, kabupaten Aceh Timur ada dua puskesmas yang vaksinasinya masih di bawah 75 persen, yaitu Peunaron, dan puskesmas Peureulak,” kata Edi Gunawan.

Lebih lanjut dr. Edi mengatakan, ada beberapa faktor nakes yang belum divaksinasi yaitu faktor komorbid (penyakit penyerta) dan ada juga masih ragu-ragu menjalani vaksinasi. Untuk ketersediaan vaksin di Aceh Timur, kata Direktur RSUD dr. Zubir Mahmud masih terbatas, dikarenakan vaksin jenis Sinovac tersebut dikirim bertahap.

“Hingga saat ini jumlah vaksin Covid-19 masih terbatas. Jumlah yang divaksinasi tahap pertama berjumlah 3.454, kabupaten Aceh Timur kekurangan vaksin tahap pertama sebanyak 154 vaksin lagi, pemerintah Aceh berjanji akan dikirim menyusul, sedangkan jarak divaksinasi tahap pertama dan kedua 14 hari,” pungkas dr Edi Gunawan. (rn/aqb)
Begini Kronologis Kejadian Warga Idi Rayeuk yang Ditikam di Bagian Wajah

Begini Kronologis Kejadian Warga Idi Rayeuk yang Ditikam di Bagian Wajah

Korban penikaman saat dirujuk ke rumah sakit dr. Zubir Mahmud (Foto: RILIS.NET)
RILIS.NET, Aceh Timur - Fauzi Bin Abdul Manaf (32), warga Dusun Timu Desa Keutapang Mameh, Kecamatan Idi Rayeuk ditikam dibagian wajah tepatnya di pipi sebelah kanan pada Selasa (23/2/2021), sekitar pukul 19.30 WIB.

Informasi yang dihimpun RILIS.NET menyebutkan, sebelum terjadi penganiayaan tersebut dua hari sebelumnya, yaitu pada hari Minggu, 21 Februari 2021 siang, pelaku dengan korban yang sesama bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) boat ikan, terjadinya selisih paham.

Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro , SIK, MH melalui Kapolsek Idi Rayeuk AKP Ildani Ilyas, SH, MH mengatakan pelaku berinisial JN (42), warga Ulee Blang, Idi Rayeuk dan juga satu toke boat dengan korban.

"Korban dan pelaku awalnya berselisih paham masalah pompa air. Pelaku hendak memakai mesin pompa air dari toke kapal boat ikan tersebut, tetapi korban tidak memberikannya dengan alasan masih menggunakan mesin pompa air itu, sehingga membuat pelaku secara spontan menendang mesin pompa air tersebut dikarenakan geram dan kesal," kata Kapolsek Idi Rayeuk.


Kemudian sambungnya, korban pun memberitahukan kepada toke perihal rusaknya mesin pompa air, dan toke boat menghubungi pelaku menanyakan kenapa dirinya sampai menendang mesin pompa air tersebut.

Dengan adanya teguran dari toke, sebut Kapolsek pelaku merasa marah terhadap korban hingga pada Selasa, 22 Februari 202, sekitar pukul 19.30 WIB pelaku menemui korban dengan sebilah pisau yang diselipkan di dalam bajunya.

"Saat itu ketika korban, pelaku menanyakan kepada korban kenapa ia (korban) memberitahukan pelaku menendang mesin pompa. Korban pun menjawab bahwa memang benar dirinya yang mengadukan kepada pemilik boat (toke) mendengar pengakuan korban, pelaku mengeluarkan pisau dari pinggangnya langsung menusuk/menikam korban sebanyak satu kali di bagian pipi sebelah kanan," terang AKP Ildani Ilyas.

Setelah menganiaya korban pelalu langsung meninggalkan korban dalam keadaan wajah korban yang bersimbah darah. "Dan korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit dr. Zubir Mahmud guna mendapatkan perawatan medis," tambahnya.

Sementara itu, pelaku yang melarikan diri hingga saat ini sedang dalam penyelidikan Poslek Idi Rayeuk yang dibackup Resmob Satreskrim Polres Aceh Timur. (rn/rd)