Tampilkan postingan dengan label Global. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Global. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Maret 2021

Yahudi Radikal Yerobos Masjid Al-Aqsa Rayakan Festival Purim

Yahudi Radikal Yerobos Masjid Al-Aqsa Rayakan Festival Purim

Masjid Al-Aqsa. (Ahmad GHARABLI / AFP)
RILIS
.NET, Yordania - 
mengecam Pemerintah Israel karena mengizinkan 230 orang Yahudi radikal menerobos masuk ke Masjid Al-Aqsa pada Minggu (28/2).

Kaum radikal itu merayakan festival Purim Yahudi di Masjid Al-Aqsa. Mereka mengenakan kostum dan pakaian serta topeng warna-warni. Ada juga yang mabuk dan mengacungkan botol anggur di luar salah satu gerbang masjid.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yordania Daifallah Al-Fayez mengatakan bahwa polisi Israel mengizinkan ratusan kelompok radikal masuk ke Masjid Al-Aqsa tanpa koordinasi dengan pejabat Wakaf Yordania.

Dia menyebut tindakan Israel sebagai "pelanggaran berat" atasi status quo sejarah dan hukum. Selain itu, Israel dianggap melanggar hukum internasional dan komitmen yang dibuat sendiri oleh Israel.

Seperti dikutip dari Arab News, Al-Fayez menekankan bahwa departemen Wakaf Yerusalem adalah satu-satunya pihak legal yang bertanggung jawab atas pengelolaan masjid, termasuk memutuskan siapa yang boleh masuk.

Al-Fayez mengatakan bahwa Israel harus menghormati status quo dan otoritas para pejabat wakaf yang bermarkas di Yerusalem.

Tindakan Israel dilakukan pada saat media negara mengklaim bahwa Menteri Pertahanan Israel Jenderal Benny Gantz mengadakan pertemuan tanpa pemberitahuan dengan Raja Yordania Abdullah II pada Jumat lalu.

Gantz, pemimpin partai Biru dan Putih, sebelumnya mengatakan kepada anggota partainya bahwa dia sedang melakukan pertemuan rahasia dengan pejabat tinggi Yordania.

Gantz secara terbuka mengkritik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu karena gagal meningkatkan hubungan dengan Yordania.

"Saya pikir hubungan kami dengan Jordan bisa 1.000 kali lebih baik. Sayangnya, Netanyahu adalah sosok yang tidak diinginkan di Yordania, dan kehadirannya merugikan hubungan kedua negara," kata Gantz.

Raja Yordania juga tidak senang dengan cara Israel melanggar kesepakatan yang dicapai di Amman pada 2014 lalu itu.

Perjanjian yang disetujui di hadapan Menteri Luar Negeri AS saat itu John Kerry, PM Israel Benjamin Netanyahu dan Raja, setuju bahwa Masjid Al-Aqsa adalah tempat untuk Muslim berdoa dan berkunjung.



Sumber: cnnindonesia

Senin, 01 Maret 2021

20 Juta Warga Inggris Sudah Divaksin Corona

20 Juta Warga Inggris Sudah Divaksin Corona

ilustrasi vaksinasi Corona (Foto: Getty Images/Christopher Furlong)
London -
Otoritas Inggris, 
mengumumkan 20 juta warga Inggris telah divaksin Corona, Hal itu disampaikan oleh Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock.

"Saya sangat senang bahwa lebih dari 20 juta orang sekarang telah divaksinasi," kata Hancock lewat video di akun Twitternya seperti dilansir AFP, Senin (1/3/2021).

Sebanyak 20.089.551 warga Inggris telah menerima dosis pertama. Pada pertengahan Februari lalu, Inggris mencapai target dengan 15 juta orang sudah divaksin Corona.

Selanjutnya, pemerintaan Inggris menyasar warga sipil dengan usia dewasa. Kelompok ini direncanakan divaksin pada Juli 2021.

"Saya ingin berterima kasih kepada setiap orang yang telah bersedia untuk mendapatkan vaksin," ujar Hancock.

"Jalan masih panjang, tetapi kami membuat langkah besar," katanya.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyebutnya sebagai sebuah pencapaian besar. Boris turut memuji sejumlah tenaga medis yang tak kenal lelah memberikan vaksinasi serta edukasi ke masyarakat.

Diketahui, program vaksinasi Inggris telah dimulai sejak awal Desember 2020. Sebelum vaksinasi, jumlah kematian karena Corona di Inggris melonjak drastis dengan 122.705 kasus. Angka ini membuat Inggris sebagai negara dengan kasus kematian Corona tertinggi di Eropa.

Seiring berjalannya waktu, kasus harian dan kasus kematian turun drastis di Inggris. Meski begitu, muncul sejumlah varian baru Corona yang dinilai lebih menular.

Ada 6.035 kasus baru Corona per 28 Februari lalu dengan 144 kasus kematian. Angka kematian ini menjadi yang terendah sejak musim gugur. Hingga saat ini, Inggris masih menerapkan lockdown nasional.


Sumber: detik

Polisi Myanmar Menindak Demonstrasi, Satu Orang Dilaporkan Tewas

Polisi Myanmar Menindak Demonstrasi, Satu Orang Dilaporkan Tewas

RILIS
.NET, Singapura - 
Polisi Myanmar pada Minggu menembak dan menewaskan seorang pengunjuk rasa dan melukai beberapa dari mereka dalam tindakan yang dilakukan sebagai upaya untuk mengakhiri demonstrasi yang telah berjalan selama berminggu-minggu.

Hal tersebut disampaikan oleh seorang politisi dan laporan media, terkait demonstrasi yang menentang kudeta militer 1 Februari.

Polisi melepaskan tembakan di kota Dawei, menewaskan satu dan melukai beberapa demonstran, kata politisi Kyaw Min Htike kepada Reuters dari kota di bagian selatan Myanmar itu. Media Dawei Watch juga mengatakan satu orang tewas dan lebih dari 12 orang luka-luka.

Polisi dan juru bicara dewan militer yang berkuasa tidak menanggapi permintaan komentar melalui panggilan telepon.

Myanmar dilanda kekacauan ketika tentara merebut kekuasaan dan menahan pemimpin pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi dan sebagian besar para pemimpin partainya. Pihak militer menuduh adanya kecurangan dalam pemilihan November yang dimenangkan partai Suu Kyi secara telak.

Kudeta, yang menghentikan kemajuan Myanmar menuju demokrasi setelah hampir 50 tahun pemerintahan militer, telah membawa ratusan ribu pengunjuk rasa ke jalan-jalan dan menuai kecaman dari negara-negara Barat, dengan beberapa menjatuhkan sanksi terbatas.

Gambar-gambar yang diunggah di media sosial menunjukkan beberapa orang, diantaranya mengalami pendarahan hebat, yang dibantu menjauh dari tempat aksi protes di kota utama Yangon.

Tidak jelas bagaimana mereka terluka tetapi media melaporkan bahwa ada tembakan langsung. Kelompok media Myanmar Now mengatakan orang-orang telah "ditembak mati", namun tidak merinci lebih lanjut mengenai kondisi di lapangan.

Polisi juga melemparkan granat setrum, menggunakan gas air mata dan menembak ke udara, kata saksi mata.

Pemimpin Junta Jenderal Min Aung Hlaing mengatakan pihak berwenang telah menggunakan kekuatan yang minimal untuk menangani protes.

Meski demikian, setidaknya tiga pengunjuk rasa telah tewas dalam kekacauan selama berhari-hari itu. Tentara mengatakan seorang polisi telah tewas dalam kerusuhan itu.

'Berlari'

Para petugas kepolisian mengambil posisi pada Minggu pagi di lokasi protes utama di Yangon ketika pengunjuk rasa, yang kebanyakan mengenakan alat pelindung, mulai berkumpul, kata saksi mata.

Mereka bergerak cepat untuk membubarkan kerumunan.

"Polisi turun dari mobil mereka dan mulai melemparkan granat setrum tanpa peringatan," kata Hayman May Hninsi, yang sedang bersama sekelompok rekan guru di Yangon. Mereka melarikan diri ke gedung terdekat.

"Beberapa guru terluka saat berlari."

Sebuah video yang diunggah menunjukkan dokter dan mahasiswa dengan jaket laboratorium putih melarikan diri ketika polisi melemparkan granat setrum di luar sekolah kedokteran di tempat lain di kota itu.

Polisi di kota kedua Mandalay menembakkan senjata ke udara, membuat para staf medis yang memprotes terjebak di sebuah rumah sakit kota, kata seorang dokter di sana melalui sambungan telepon.

Tindakan keras tersebut tampaknya mengindikasikan tekad militer untuk memaksakan otoritasnya dalam menghadapi pembangkangan yang meluas, tidak hanya di jalanan tetapi secara lebih luas, di bidang-bidang seperti pegawai negeri, pemerintahan kota, sektor pendidikan dan kesehatan, serta media.

Keributan di kota-kota besar secara nasional timbul pada Sabtu (27/2) ketika polisi memulai upaya mereka untuk menumpas protes dengan gas air mata, granat setrum dan dengan melepaskan tembakan ke udara.

Televisi MRTV yang dikelola pemerintah mengatakan lebih dari 470 orang telah ditangkap pada Sabtu. Dikatakan polisi telah memberikan peringatan sebelum menggunakan granat setrum untuk membubarkan orang.

'Menanamkan ketakutan'

Aktivis muda Esther Ze Naw mengatakan orang-orang berjuang untuk mengatasi rasa takut yang telah lama mereka alami.

"Ketakutan ini hanya akan tumbuh jika kita terus menjalaninya dan orang-orang yang menciptakan rasa takut itu tahu itu. Jelas mereka mencoba menanamkan rasa takut pada kita dengan membuat kita lari dan bersembunyi," katanya. "Kami tidak bisa menerima itu."

Tindakan polisi itu dilakukan setelah televisi pemerintah mengumumkan bahwa utusan Myanmar untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah dipecat karena mengkhianati negara itu setelah dia mendesak PBB untuk menggunakan "segala cara yang diperlukan" untuk membalikkan kudeta.

MRTV mengatakan dia telah dipecat sesuai dengan aturan pegawai negeri karena dia telah "mengkhianati negara" dan "menyalahgunakan kekuasaan dan tanggung jawab seorang duta besar".

Duta Besar Kyaw Moe Tun menentang tuduhan tersebut. "Saya memutuskan untuk melawan selama saya bisa," kata Kyaw Moe Tun kepada Reuters di New York.

Pelapor Khusus PBB Tom Andrews mengatakan dia begitu terkesima dengan "tindakan berani" duta besar tersebut, dan menambahkan di Twitter, "Sudah waktunya bagi dunia untuk menjawab seruan berani itu dengan tindakan."

Para jenderal Myanmar secara tradisional mengabaikan tekanan diplomatik. Mereka sudah berjanji akan menggelar pemilu baru meski belum menetapkan tanggal.

Partai Suu Kyi dan pendukungnya mengatakan hasil pemungutan suara November harus dihormati.

Suu Kyi, yang berusia 75 tahun, menghabiskan hampir 15 tahun di bawah tahanan rumah selama pemerintahan militer. Dia menghadapi tuduhan mengimpor enam radio walkie-talkie secara ilegal dan melanggar undang-undang bencana alam dengan melanggar protokol virus corona.

Sidang berikutnya dalam kasusnya ditetapkan pada hari Senin.


Sumber: Reuters/antara

Selasa, 23 Februari 2021

Inilah yang Perlu Anda Ketahui Tentang Virus Corona Sekarang

Inilah yang Perlu Anda Ketahui Tentang Virus Corona Sekarang

Ilustrasi/Antara
RILIS.NET, Washington - Inilah yang perlu Anda ketahui tentang virus corona sekarang:

Amerika Serikat mengalami 500.000 kematian akibat COVID-19

Amerika Serikat pada Senin (22/2) melewati tonggak mengejutkan dengan 500.000 kematian COVID-19, hanya dalam setahun sejak pandemi virus corona menewaskan korban pertamanya di wilayah Santa Clara, California.

Sekitar 19 persen dari total kematian akibat virus corona global telah terjadi di Amerika Serikat, angka yang terlalu besar mengingat negara itu hanya menyumbang empat persen dari populasi dunia. Negara ini memiliki angka kematian keseluruhan tertinggi, yang mencerminkan kurangnya respons nasional yang terpadu.

COVID-19 dari varian Inggris bertahan lebih lama

Alasan varian virus corona yang pertama kali diidentifikasi di Inggris lebih menular daripada versi virus sebelumnya mungkin karena virus itu membutuhkan lebih banyak waktu di dalam orang yang terinfeksi, memberi mereka lebih banyak waktu untuk menyebarkan virus, menurut sebuah penelitian kecil. Di antara individu yang terinfeksi varian yang diberi kode B.1.1.7 itu, durasi rata-rata infeksi adalah 13,3 hari, dibandingkan dengan 8,2 hari pada mereka yang terinfeksi oleh versi lama virus corona.

"Penemuan ini masih awal, karena didasarkan pada tujuh kasus B.1.1.7," para peneliti mengingatkan dalam sebuah laporan yang diunggah tanpa tinjauan sejawat di situs Universitas Harvard. "Namun, jika didukung oleh data tambahan, periode isolasi yang lebih lama --dari yang direkomendasikan saat ini 10 hari setelah awal munculnya gejala-- mungkin diperlukan untuk menghentikan secara efektif infeksi sekunder oleh varian ini," kata mereka.

Pfizer akan mengirimkan 13 juta dosis vaksin seminggu ke AS pada pertengahan Maret

Pfizer Inc memperkirakan bisa mengirimkan lebih dari 13 juta dosis vaksin COVID-19 seminggu ke Amerika Serikat pada pertengahan Maret. Jumlah itu merupakan lebih dari dua kali lipat dari pengiriman awal Februari, kata seorang eksekutif Pfizer dalam kesaksian yang disiapkan menjelang dengar pendapat Kongres, Selasa. 

Perusahaan-perusahaan farmasi lainnya, termasuk Moderna dan Johnson & Johnson, juga mengatakan mereka bermaksud untuk meningkatkan pengiriman. Dengan tekad yang ditunjukkan para perusahaan obat tersebut, Amerika Serikat berada di jalur yang tepat untuk menerima 240 juta dosis pada akhir Maret dan 700 juta dosis pada pertengahan tahun. Jumlah tersebut lebih dari cukup untuk memberi dosis pada seluruh populasi AS. 

WHO mendukung dana kompensasi untuk efek samping vaksin yang serius

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyetujui rencana kompensasi tanpa (pembuktian) kesalahan untuk klaim efek samping yang serius pada orang-orang di 92 negara miskin karena vaksin COVID-19 dari skema pembagian COVAX. Persetujuan WHO itu menyelesaikan masalah besar di antara para pemerintah penerima vaksin. 

Program itu, yang menurut WHO merupakan mekanisme kompensasi cedera vaksin yang pertama dan satu-satunya yang beroperasi pada skala internasional, akan menawarkan kepada orang-orang yang layak memperoleh "proses yang cepat, adil, sehat dan transparan", kata WHO dalam sebuah pernyataan. Negara-negara yang mendanai sendiri pengadaan vaksin COVID-19 juga merencanakan program mereka sendiri soal pertanggungjawaban.


Sumber: reutern/antara

Jumat, 06 November 2020

Pemilu AS, Warga Desa di India Doakan Kemenangan Bagi Kamala Harris

Pemilu AS, Warga Desa di India Doakan Kemenangan Bagi Kamala Harris

Orang-orang berdoa untuk kemenangan calon wakil presiden dari Partai Demokrat AS, Kamala Harris di dalam sebuah kuil di desa Thulasendrapuram di negara bagian Tamil Nadu, India selatan, India, 4 November 2020. Desa ini merupakan tempat kakek dari pihak ibu Harris lahir dan dibesarkan. REUTERS / P. Ravikumar
RILIS
.NET -
Penduduk Desa Thulasendrapuram yang terletak sekitar 320 km di selatan Chennai, India, mendoakan pasangan Joe Biden d
an Kamala Harris memenangi pemilihan umum Amerika Serikat (Pemilu AS). Alasannya desa ini merupakan kampung halaman leluhur Harris.

"Sejak kemarin kami sangat antusias dengan hasil akhirnya (Pemilu AS)," kata seorang warga bernama Abirami dikutip dari Arabnews, Kamis, 5 November 2020.

Menurut Abirami, warga desa sudah menunggu untuk bisa untuk merayakan kemenangan Harris. Banyak tetangganya yang mengikuti penghitungan suara Pemilu AS dari ponselnya masing-masing.

Selain itu, warga menghiasi desa dengan memasang poster Harris di sejumlah titik. Doa-doa agar Harris diberikan kemenangan juga dipanjatkan di kuil Hindu setempat.

Thulasendrapuram merupakan tempat kelahiran PV Gopalan, kakek dari pihak ibu Harris. Gopalan dan keluarganya lalu pindah ke Chennai sekitar 90 tahun yang lalu. Dia pensiun di sana sebagai seorang pejabat tinggi pemerintah.

Selain India, Harris juga memiliki darah Jamaika dari pihak ayahnya. Kedua orang tuanya bermigrasi ke Amerika dengan tujuan menuntut ilmu.

Harris dan keluarganya pernah mengunjungi Thurasendrapuram ketika masih berusia lima tahun. Ia pernah mengatakan ingat saat diajak berjalan-jalan oleh kakeknya di pantai Chennai.



ARABNEWS/TEMPO.CO