Tampilkan postingan dengan label Aceh Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aceh Utara. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Oktober 2020

22 PNS Aceh Timur Ikut Seleksi Eselon II, Ini 10 Posisi yang Diincar

22 PNS Aceh Timur Ikut Seleksi Eselon II, Ini 10 Posisi yang Diincar

Peserta (PNS) Sedang Mengikuti Seleksi JPT-J (Foto: Doc. Rilis.Net)
RILIS.NET, Aceh Timur - Sebanyak 22 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Aceh Timur mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di jajaran Pemerintahan Daerah Kabupaten Aceh Timur, Selasa (27/10/2020).

Seleksi itu dilakukan kareana ada 10 posisi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT-P) yang kosong dikarenakan berbagai hal, misalnya, karena ada Pejabat yang telah memasuki masa pensiun, meninggal dunia, mengalami mutasi pada JPT-P lain dan ada juga yang mengundurkandiri dari jabatanya.

Adapun posisi 10 JPT-P tersebut adalah:

1. Asisten Keistimewaan, ekonimi dan Pembangunan

2. Staf Ahli Bupati Bid. Keistimewaan dan SDM

3. Kepala BKPSDM

4. Kepala BAPPEDA

5. Kepala Dinas PU-PR

6. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu

7. Kepala Dinas Perhubungan

8. Kepala Dinas Syariat Islam

9. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak & KB

10. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Ketua Panitia Seleksi JPT-P Kabupaten Aceh Timur, M. Ihsan Ahyat, S.STP. MAP mengatakan, saat ini proses seleksi telah memasuki masa assesment.

"Setidaknya 22 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mendaftar dan dinyatakan lulus Administrasi, namun hanya 13 orang yang diharuskan mengikuti assesment, 9 PNS lainnya dinyatakan lulus ke tahap selanjutnya," kata Sekda Aceh Timur M. Ihsan Ahyat kepada RILIS.NET, Selasa (27/10/2020).

Menurutnya, Assesmen dilakukan selama dua hari yakni, pada tanggal 26-27 Oktober di Aula BKPSDM Aceh Timur oleh Tim assessor dari BKN Regional VI Medan.

Adapun Tahapan selanjutnya setelah assessmen jelas Ihsan, nantinya peserta akan memaparkan makalah yang telah disusun didepan para penguji serta mengikuti wawancara.

"Kita targetkan Awal November nanti dapat kita umumkan siapa saja nama-nama Pejabat baru pada 10 JPT-P tersebut" jelas Ihsan.

Seluruh Proses Tahapan Seleksi ini diawasi oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sehingga seluruh proses seleksi dapat dilakukan secara terbuka, kompetitif, adil dan wajar tanpa membedakan ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, umur, kondisi kecacatan.

"Hal ini sesuai dengan Permenpan RB No. 15 Tahun 2019 serta Surat Edaran Menpan RB No.52 tentang Pedoman Pelaksanaan Seleksi JPT-P dalam masa COVI-19," pungkas M. Ihsan Ahyat. (Redaksi)

Selasa, 20 Oktober 2020

Tak Pakai Masker, Lima Oknum PNS Terjaring Tim Peucrok Covid-19 Aceh Timur

Tak Pakai Masker, Lima Oknum PNS Terjaring Tim Peucrok Covid-19 Aceh Timur

Warga Terjaring Razia Tim Peucrok Covid-19 (Ist)
RILIS.NET, Aceh Timur - Lima oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) terjaring dalam razia masker yang dilakukan oleh tim Peucrok Covid-19 Aceh Timur, dijalan Medan - Banda Aceh, depan kantor Dekranas Aceh Timur, Selasa (20/10/2020).

Kepala Satpol PP-WH Kabupaten Aceh Timur T. Amran, SE, MM,  mengatakan dari hasil razia tim Peucrok Covid-19, terhadap penerapan protokol kesehatan covid yang telah dilakukan didepan Dekranas masih ada masyarakat yang terjaring tidak memakai masker. 

"Untuk hari ini saja masih ada warga tak pakai masker, dengan alasan lupa, banyak alasan bahwa lupa membawa masker," kata T. Amran, Selasa (20/10/2020).

Menurut, Ampon sapaan akrab T Amran, mereka yang terjaring dalam razia itu diberikan sanksi sosial berupa sit -up dan pendatanganan sanksi tertulis. Selain lima orang oknum PNS, juga terdapat sejumlah warga sipil lainnya.

Sementara Kasi Penyidikan dan Penyelidikan Muhammad Husen, SE, mengaku, sanksinya akan berbeda dengan warga lainnya, kalau yang PNS akan mendapatkan sanksi keras dan pihaknya akan menyurati kepala dinas masing-masing untuk diambil tindakan.

"Dari puluhan yang telah terjaring itu sekitar 82 orang mereka memilih sanksi sosial dan teguran tertulis sesuai aturan yang berlaku," sebut Muhammad Husin. (rn/abr)

Senin, 19 Oktober 2020

Di Aceh Hanya Aceh Timur yang Masih Zona Kuning Covid-19

Di Aceh Hanya Aceh Timur yang Masih Zona Kuning Covid-19

Sumber: Website Covid19.go.id

RILIS
.NET, Aceh Timur -
Berdasarkan pemutakhiran data kasus Covid-19 di website Covid19.go.id sejak 11 Oktober 2020, Kabupaten Aceh Timur tercatat satu-satunya daerah di Aceh yang masuk kategori risiko rendah atau zona kuning, sedangkan daerah lainnya berstatus risiko sedang atau zona orange kecuali Pidie Jaya yang masih risiko tinggi (zona merah).

Hal ini disampaikan dr. Edi Gunawan, MARS selaku Jubir Satgas Covid-19 Aceh Timur, pada Minggu (18/10/2020).

"Perhitungan peta zonasi risiko ini secara nasional dilakukan dengan mengukur indikator-indikator pelayanan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan," kata dr. Edi Gunawan.

Masih kata dr Edi, indikator tersebut yaitu sisi epidemiologi (penurunan jumlah kasus), surveilans kesehatan masyarakat (jumlah pemeriksaan sampel), dan pelayanan kesehatan (tingkat jumlah tempat tidur rumah sakit rujukan).

"Walaupun kita di zona kuning namun tindakan pencegahan dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19 tetap wajib dilaksanakan, karena virus Corona tersebut saat ini sudah merata di seluruh Indonesia khususnya di Aceh," imbau dokter yang juga Ketua Tim Ahli Satgas Covid-19 Aceh Timur.

Selain itu, data terkini kasus Covid-19 di Aceh Timur terhitung Minggu, 18 Oktober 2020 jumlah suspek baik ODP dan PDP tinggal 3 orang dimana 96 dari 99 ODP selesai Pemantauan dan 13 dari 16 PDP juga telah sembuh.

"Untuk 77 kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19, 61 dinyatakan sembuh selesai pemantauan, sedangkan 16 lainnya tercatat 9 orang isolasi mandiri, 3 dalam perawatan RSU dr. Zainal Abidin Banda Aceh dan 4 sisanya dirawat di RSUD dr. Zubir Mahmud Idi," ungkap dr Edi Gunawan. (rn/abr)

Selasa, 08 September 2020

295 Pengungsi Asal Rohingya Kembali Mendarat di Aceh

295 Pengungsi Asal Rohingya Kembali Mendarat di Aceh

Imigran Asal Rohingya, saat berada di Ujung Blang Lhokseumawe
RILIS.NET, Aceh Utara - Sebanyak 295 orang pengungsi asal Rohingya kembali mendarat di Aceh, Senin (7/9/2020).
Sebelumnya para manusia perahu ini sebanyak 99 orang sempat terombang-ambing sebelum di selamatkan oleh para nelayan asal Lancok Bayu, Aceh Utara.
Dikabarkan, sejumlah imigran yang mendarat kali ini di pantai Ujung Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, sebelumnya sempat terombang-ambing selama tujuh di laut lepas tanpa makanan yang cukup.
Sejumlah kapal nelayan dan KRI TNI AL tampak melintas di tepi Pantai Selat Malaka di kawasan setempat untuk mengintari kapal boat yang ditumpangi para imigran gelap itu, sampai akhirnya mereka merapat ketepian pantai Ujung Blang, pada Senin (7/9/2020), sekitar pukul 00.00 WIB dini hari. (rn/rd)

Selasa, 01 September 2020

PT Triangle Pase Tak Tepati Janji, Warga Pante Bidari Datangi Ketua Fraksi Nasdem

PT Triangle Pase Tak Tepati Janji, Warga Pante Bidari Datangi Ketua Fraksi Nasdem

RILIS.NET, Aceh Timur - Perwakilan warga Desa Sah Raja dan Sijudo Kecamatan Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur turun untuk menjumpai Anggota DPRK Aceh Timur H.Tarmizi Daud di Ibu Kota Kecamatan Pante Bidari, Senin (31/08/2020).

Perwakilan kedua Desa tersebut  bertemu dengan Wakil Rakyat dengan maksud untuk menyampaikan keluhan yang selama ini dirasakan warganya,  terutama terkait kerusakan jalan akibat operasional PT. Triangle Pase, yang selama ini permohonan warga seakan tak pernah digubris oleh pihak perusahaan untuk memperbaiki jalan.

Kedatangan perwakilan itu dijamu dan disambut baik oleh anggota DPRK Aceh Timur, H.Tarmizi Daud di salah satu Cafe di Lhok Nibong, adapun perwakilan terdiri dari kepala Desa Sijudo Alamsyah, Kepala Desa Sah Raja, Rajudin, kepala Dusun dan beberapa perangkat desa lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Keuchik Sijudo Alamsyah menyampaikan keluhan masyarakat nya terhadap kondisi jalan yang hancur akibat dilewati alat berat milik PT. Triangle Pase.Inc.

"Padahal mereka telah berjanji kepada masyarakat akan memperbaiki jalan yang rusak, tapi kenyataan sampai hari ini janji tersebut tak pernah ditepati,” kata Alamsyah.

Kata Alamsyah, masalah ini pernah disampaikan ke Kantor Triangle Pase ke Jakarta, dan mereka menyanggupi nya asalkan ada rekomendasi Badan Pengelolaan Migas Aceh (BPMA), tapi sampai hari ini belum ada realisasi apakah tertahan di BPMA.

“PT Tringle Pase harus memperhatikan masyarakat lingkar operasi (tambang), masyarakat mengharapkan perbaikan jalan sepanjang 9 km, jika ada kegiatan kordinasikan dengan pihak kami, supaya tidak ada selisih paham, jangan nanti masyarakat berpikir kami pimpinan Desa, sudah dapat sesuatu dari pihak perusahaan,” ujar Rajudin selaku orang nomor wahid di Desa Sah Raja itu.

Menanggapi keluhan warga kedua, Desa Sijudo dan Sah Raja Ketua Fraksi Nasdem DPRK Aceh Timur mengatakan pihaknya sudah mendengarkan secara langsung apa yang menjadi tuntutan warga terkait persoalan dengan Pihak PT. Triangle Pase.

“Pada prinsip nya saya menampung aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, selanjutnya kami akan panggil secara resmi pihak manager PT. Triangle ke DPRK Aceh Timur untuk meminta penjelasan,” tegas Taprang Panggilan akrap H.Tarmizi Daud.

Menurut Taprang ia akan mengkordinasikan dengan pimpinan dan rekan Dewan lainnya, untuk mengatur jadwal pemanggilan pihak Perusahaan Triangle Pase.

Sekedar diketahui, PT.Triangle Pase.inc merupakan perusahaan asal Australia sejak tahun 2009 yang melakukan ekplorasi gas di Blok Pase bekas sumur PT.Arun LNG di Cluster A1 Dusun Sijuek Desa Sijudo dan Cluster A8 antara Desa Sijudo dan Sah Raja.

Pada tahun yang sama, Triangle Energy (Global) Ltd mengambil alih blok tersebut dan berubah nama menjadi Triangle Pase Inc. Pada 12 Februari 2012, PSC Blok Pase telah berakhir dan Triangle Pase ditunjuk untuk mengelola sementara selama enam bulan sampai adanya kontraktor yang definitif selagi mengupayakan agar perpanjangan PSC dapat diberikan kepada TPI.

Dalam mengupayakan perpanjangan PSC Blok Pase, Triangle Pase menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Aceh sebagai mitra dengan memberikan saham partisipasi sebesar 25% untuk Blok Pase. Pada Juli 2013, Triangle Pase menandatangani kesepakatan pendirian perusahaan patungan dengan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) untuk mengoperasikan Blok Pase secara bersama-sama.

Pada 2014, Triangle Pase menutup sumur produksi dikarenakan produksi yang terus menurun dan bersamaan dengan berakhirnya perjanjian jual beli gas dengan Arun. Namun pada Mei 2015, Triangle Pase mendapatkan perpanjangan PSC atas blok Pase selama 20 tahun terhitung efektif sejak 12 Februari 2012 hingga 11 Februari 2032.

Pada awal 2016, Triangle Energy (Global) melepas kepemilikannya 100% di Triangle Pase kepada Enso Asia Inc. Kemudian pada Maret 2018, Triangle Pase beroperasi kembali untuk mengalirkan gas dari sumur existing ke wilayah Medan melalui Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pembeli. (rn/alman)