Minggu, 06 Desember 2020

Teuku Taufiqulhadi: Lahan Baru untuk Kampus UIN Ar-Raniry Disetujui Menteri Kehutanan

Teuku Taufiqulhadi (Foto: Realita.co)
RILIS.NET, Jakarta - Menteri Kehutanan RI Siti Nurbaya akhirnya menyetujui pelepasan kawasan hutan sekitar 300 hingga 500 hektar untuk Kampus Universitai Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh.

Hal itu disampaikan oleh Staf Khusus Kemeterian ART/BPN Teuku Taufiqulhadi kepada media ini pada Sabtu (5/12/2020). Menurutnya, pelepasan kasawan hutan yang masuk dalam skema Kasawan Hutan untuk Peruntukan Khusus (HPK) itu, akan direalisasi dalam satu atau dua pekan ke depan.

"Lahan kawasan hutan yang dilepas itu, akan diserahkan kepada UIN melalui Menteri Agama, Fachrul Razi," ujar T. Taufiqulhadi.

Mantan Anggota DPR RI periode 1014-2019 ini lebih jauh menuturkan, ketika mencuat kasus klaim tumpang tindih lahan antara UIN dan Unsyiah dua bulan lalu, T. Taufiqulhadi mendekati menteri kehutan dan membujuk menteri tersebut untuk mencari kawasan hutan yang bisa dilepaskan untuk diserahkan kepada UIN, yang merupakan salah satu lembaga pendidikan tinggi kebanggaan masyarakat Aceh itu.

Upaya dan pendekatan yang dilakukan T. Taufiqulhadi yang juga salah seorang Ketua DPP Partai NasDem ini, akhirnya mendapat respon positif dari koleganya sesama NasDem Siti Nurbaya.

"Sepekan yang lalu Ibu Menteri Siti Nurbaya mengabarkan kepada saya bahwa usulan itu  telah dipelajari dan dapat diterima. Secara administratif pun telah selesai semuanya dan tinggal diserahkan kepada UIN melalui menteri agama," sebut Taufiqulhadi.

Taufiq berharap, dengan empati dari pihak pengambil kebijakan di pusat ini, akan mengakhiri semua klaim-klaim subyektif dari semua pihak, dan semua kembali kepada dasar status yang telah ditetapkan oleh BPN.

Menurutnya, perselisihan diantara kedua lembaga tersebut sama sekali tidak baik karena kedua lembaga tersebut adalah lembaga pendidikan. Jika masih ada kegaduhan lagi maka akan  menyakiti hati masyarakat Aceh. Karena kedua lembaga tersebut adalah lembaga jantung hatinya masyarakat Aceh.

Taufiq berharap, dengan adanya perhatian dari pihak pengambil keputusan di pusat seharusnya disikapi secara positif. 

"Elemen-elemen dalam kedua lembaga tersebut, tidak lagi bersikap provokatif sehingga bisa menyulut kemarahan-kemarahan yang tidak perlu. Lahan-lahan yang diklaim tersebut bukan milik pribadi. Itu tetap menjadi tanah negara yang di kuasai Unsyiah dan UIN melalui hak pakai," harap T. Taufiqulhadi yang saat ini menduduki posisi Ketua DPP Partai NasDem Bidang Kehutanan, Agraria dan Tata Ruang. (rn/rd)

BAGIKAN

0 facebook: