Sabtu, 08 Agustus 2020

TPG Geudumbak Azhari: Ketua Forum Keuchik Langkahan Telah Jauh Lampaui Batas Kewenangannya

Tuha Peut Gampong Geudumbak Azhari
RILIS.NET, Aceh Utara Menanggapi pernyataan Ketua Forum Geuchik Langkahan Kabupaten Aceh Utara, Tuha Peut Gampong (TPG) Geudumbak meminta yang bersangkutan agar tidak mencampuri urusan desa lain. Ketua Forum Geuchik Langkahan Abdullah diminta untuk mengurus Desanya sendiri.

"Ketua Forum Geuchik Langkahan telah jauh melampaui kewenangannya, kami minta jangan ikut campur persoalan di Desa Geudumbak. urus saja desa masing-masing, karena kami masih mampu menangani persoalan sendiri dan roda pemerintahan juga masih berjalan seperti biasa," kata anggota Tuha Peut Geudumbak Azhari Ibrahim, Sabtu (8/8/2020), melalui press rilis yang diterima media ini.

Pernyataan itu disampaikan Azhari, menanggapi pernyataan ketua Forum Geuchik Kecamatan Langkahan yang dilansir sebuah media online terkait polemik laporan dugaan tanda tangan palsu pada lembaran APBG Geudumbak tahun 2019.

Menurut Azhari penyelesaian persoalan di Geudumbak sudah melalui berbagai tahapan. Mulai dari mempertanyakan realiasasi dan penggunaan dana Desa di tingkat Gampong hingga ke aparat penegak hukum. Serta kasus terakhir dugaan pemalsuan tanda tangan.

"Kami tidak memojokan Geuchik Geudumbak dalam laporan ke Polres Aceh Utara. Kami hanya melaporkan dugaan pemalsuan dokumen negara. Siapapun pelaku harus menerima konskwensi hukum," Ujar Azhari.

Demikian juga terkait pernyataan ketua Forum Geuchik yang menyatakan pihaknya sebagai provokator dan orang yang tidak bertanggung jawab. Azhari merasa ironis ketika sejumlah masyarakat menuntut transparansi justru dituding sebagai pengacau. Azhari menyebut pernyataan Geuchik Abdullah (Ketua Forum) sudah jauh melampaui batas kewenangannya sebagai Forum Geuchik itu sendiri.

"Dia menyatakan gerakan rakyat untuk mewujudkan transparansi sebagai kegiatan mengacaukan Gampong, itu tidak bisa kami terima. Kami akan konsultasi dengan penasehat hukum dan akan melaporkan tuduhan miring kepada kami yang dianggap sebagai provokator," kata Azhari.

Azhari menjelaskan justru dengan gerakan rakyat tersebut telah berhasilbmenyelamatkan uang negara bahkan hingga mencapai nilai ratusan juta rupiah. Uang tersebut merupakan dana penyertaan modal BUMG, serta dengan gerakan rakyat, kegiatan mangkrak sudah diselesaikan.

Hal ini, kata dia, dapat dibuktikan dengan LHP Geudumbak oleh Inspektorat Aceh Utara.

"Kita perlu pertanyakan kembali fungsi Forum Geuchik ini. Jangan jadi tameng atau alat untuk membela Geuchik secara membabi buta, tapi melupakan fakta. Kami harap ketua forum geuchik menarik kembali pernyataannya yang menyebut kami sebagai pengacau, kalau tidak siap-siap dengan proses hukum," tambah Azhari.

"Kami memberikan saran kepada Ketua Forum Geuchik, apabila memang serius mau membantu Geuchik Geudumbak, maka bantu tuntaskan: BUMG 2018, pasang meteran pada gedung PAUD APBG 2018, Honorium guru BP 2018 dan box culvert 2019," sambungnya.

Di bagian lain ia juga menyatakan klaim sepihak dari Geuchik Geudumbak Zulkifli yang menyatakan tidak memalsukan tanda tangan juga tidak mempengaruhi apa-apa terhadap proses penyelidikan.

"Biarkan penyidik Polres Aceh Utara bekerja. Kita terima hasil. Dalam laporan polisi kita juga tidak membubuhkan geuchik sebagai terlapor, kita hanya melaporkan dugaan pemalsuan tanda tangan, siapa yang ditetapkan tersangka nantinya, proses hukum sudah dilalui, ditunggu saja," tandasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya telah memberikan pernyataan pada salah Media Online sebagai berikut: Forum Geuchik Langkahan, Kabupaten Aceh Utara menyampaikan kepada publik bahwa pihaknya siap terjun untuk membela Geuchik Geudumbak, Zulkifli, yang saat ini tengah dipojokkan dengan berbagai isu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab di Desanya.

Pertama, Geuchik Zulkifli diisukan membuat tanda tangan palsu pada salah satu surat dokumen Gampong, hingga masalah ini dilaporkan ke Polres Aceh Utara dan sampel sudah sampai ke Labfor Medan. Ujungnya Geuchik Zulkifli tidak bersalah, karena telah mengklarifikasi bahwa pihaknya tidak pernah membuat tanda tangan palsu.

Ketua Forum Geuchik Langkahan, Abdullah Husen saat ditemui media ini di sebuah Kafe di Gampong Simpang Tiga, yang juga didampingi oleh Sekjen Forum Sofiyan menyampaikan tentang kepeduliannya sebagai forum terhadap Geuchik yang sedang diderita berbagai macam isu.

"Kami atas nama Forum berharap kepada pihak yang tidak bertanggungjawab janganlah merusak Gampong, janganlah membuat provokasi dalam Gampong, janganlah menyudutkan Geuchik hingga sampai dilaporkan ke Polres. Ini yang sangat kita sayangkan. Kalau memang benar ya silahkan, tapi kalau tidak benar ya pihak terkait harus bertanggungjawab telah mencemari nama baik Geuchik," ucap Abdullah Husen.

Abdullah Husen didampingi Sofiyan menyampaikan bahwa pihaknya selaku pimpinan forum yang dipilih oleh para Geuchik se - 23 Gampong dalam hal ini siap memberikan pelayanan dan pendampingan terhadap Geuchik. Setiap ada masalah pasti ada jalannya, Masalah besar bisa diperkecil, masalah kecil bisa dihilangkan yang penting semua desa rukun dan damai. (rn/Alman)
BAGIKAN

0 facebook: