Minggu, 23 Agustus 2020

Diduga Foya-foya Dana Desa di Tengah Corona, YARA Minta Kapolres Panggil Keuchik

Perwakilan dari DPMG Aceh Timur saat memberikan keterangan di Forum Pelatihan Keuchik
RILIS.NET, Aceh Timur - Ditengah meningkatnya kasus Covid-19 di Aceh, beberapa Desa atau Gampong di Aceh Timur sedang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) yang di selenggarakan oleh salah satu LSM Lembaga Pengembangan Aparatur Negara (LEMPANA) .

Hal ini di sampaikan oleh Kepala Perwakilan YARA Aceh Timur, Tgk. Indra Kusmeran, SH yang baru-baru ini menerima Pengaduan dari warga. 

Indra menjelaskan, berdasarkan informasi yang ia terima pelaksaan Bimtek tersebut menggunakan Dana Desa yang tidak sedikit nilainya, desa harus menyetor Rp 5 juta  rupiah perorang dan setiap desa ada empat atau tiga orang untuk mengikuti Bimtek tersebut yang dilaksanakan di Hotel Royal Idi, kegiatan tersebut sangat di paksakan di mana dalam Listing Acara tersebut terdapat beberapa Pejabat Aceh Timur yang akan mengisi Acara tersebut.

"Acara ini sangat di paksakan, dan kita tidak tau ini kepentingan siapa.? yang pasti, jika kegiatan ini di lakukan di tengah meningkatnya Wabah Virus Covid-19 ini sangat kita sayangkan." ungkap Indra kepada media, Minggu (23/8/2020).

Indra juga menyayangkan sikap dari Pemerintah Aceh Timur yang memberikan izin kepada para Keuchik untuk mengikuti acara tersebut, dimana para pemangku kepentingan publik juga mengetahui kondisi darurat kesehatan di Aceh yang semakin mengkhawatirkan.

"Kita sangat menyesalkan atas kebijakan Pemerintah Aceh Timur yang memberi izin kepada Keuchik yang akan mengikuti acara tersebut. Apalagi ini di lakukan di tengah-tengah meningkatnya wabah Covid-19," jelas Indra Kusmeran.

Menurut Indra, anggaran desa pada tahun ini sesuai dengan arahan Kemenkeu difokuskan kepada penanganan Covid-19. Tetapi dalam praketiknya para Keuchik justru menganggarkan pada kegiatan rutin tahunan tersebut.

"Dalam amatan kami, anggaran dana desa sesuai dengan intruksi kemenkeu harus di fokuskan pada penanganan Covid-19 dan padat karya tunai bukan untuk mengikuti Bimtek," jelas Indra Kusmeran.

Indra berharap, Agar pihak panitia daerah Penanganan  Virus Covid-19 untuk segera bertindak atas acara tersebut, dimana di dalam juga terdapat salah satu unsur Polri dalam hal ini Polres Aceh timur.

"Kita berharap kepada pihak panitia daerah untuk menindak pelaksanaan acara tersebut, karena apa yang di lakukan oleh para Keuchik  dan oknum yang terlibat tersebut sangat melukai hati masyarakat mereka, dimana belum sepenuhnya menerima BLT untuk pemulihan ekonomi yang sedang terjadi," tutup Indra.

Sementara itu pihak RILIS.NET belum mendapatkan konfirmasi dari pihak penyelenggara pelatihan itu, sampai berita ini ditayang. (rn/red)
BAGIKAN

0 facebook: