Senin, 06 Juli 2020

Siapa Dibelakang Ketua Pemuda, Begitu Berani Memangkas BLT Kota Panton Labu?

Ilustrasi/Foto: Net
RILIS.NET, Aceh Utara - Desas desus panas kabar pemotongan dana BLT Kota Panton Labu dalam dua hari ini  menarik untuk kita ikuti, dugaan pemotongan dana BLT milik keluarga miskin, satu sisi Geuchik dituding zalimi keluarga miskin, di sisi lain beberapa Keluarga Penerima Bantuan (KPM) telah membuat laporan Ke Polres Aceh Utara pada Jumat (3/7/2020) pasca penyaluran BLT Dana Desa Kota Panton Labu. Senin (06/07/2020)

Pemerintahan Desa Kota Panton Labu pada hari Kamis, 2 Juli 2020, menyalurkan dana BLT untuk tiga tahap (bulan April, Mei dan Juni) sebesar Rp 1,800,000,- namun setelah KPM  sampai di rumah, datang oknum untuk meminta Rp 600,000 dari KPM, katanya untuk dibagikan ke keluarga lainnya yang tidak masuk dalam data penerima BLT.

Geuchik Kota Panton Tgk Hasballah  membantah dirinya memangkas ataupun memperintahkan pemotongan dana BLT milik KPM.

"Tidak benar saya memangkas atau memberi perintah untuk memotong dana  BLT milik KPM, saya menyerahkan dengan utuh dana BLT untuk tiga bulan yaitu bulan April, Mei dan Juni sebesar Rp, 1,800 ribu dikantor Keuchik, saya turut hadir memantau dan ada dokumentasi serta berita acara nya, jelas Tgk Hasballah, seperti dilansir Mitrapol.

"Bila ada pemotongan dana BLT  itu diluar tanggung jawab saya," tegas Keuchik Hasballah.

Nah, Bila Geuchik Tgk. Hasballah tidak mengetahui dan tidak memerintahkan terhadap perangkatnhya untuk memotong dana BLT milik 90 KPM, lantas siapa aktor dibalik yang mengkoordinir untuk menjumpai dan memangkas dana  Rp 600, 000 per KPM?.

Pemerintah Desa (Pemdes) tidak boleh mengurangi dan memangkas sepersen pun dana BLT milik keluarga miskin yang berdampak Pandemi Covid-19 hal itu berdasarkan intruksi Presiden RI Jokowi Dodo, intruksi Kapolri, maupun Permendes RI.

Bila tidak ada yang koordinir secara sistematis, tidak mungkin pemangkasan dana BLT dilakukan secara massive serentak pada KPM dipotong sebesar Rp 600 ribu.

Berita pemotongan dana BLT  di Kota Panton Labu, menjadi pembicaraan hangat masyarakat Panton Labu maupun netizen di media sosial  beragam tanggapan miring yang dialamatkan kepada Geuchik Kota Panton Labu dengan kata cibirin dan sindirin.

Sebagian masyarakat sangat  terkejut dan mengeleng-gelengkan kepala seperti tidak percaya terhadap pemberitaan, bahwa  Geuchik Tgk Hasballah telah pangkas dana BLT,  karena masyarakat sangat mengenal  sebagai tokoh agama, dan sosok yang alim, mustahil hal itu dilakukan Keuchik sekelas Tgk Hasballah.

Namun kemarin ada statement Ketua Pemuda Kota Panton Labu, yang mengaku bahwa ketua pemudalah yang memangkas dana BLT milik KPM. sebagai dilansir dari Acehimage.com.

Inisial AM yang menyebut diri nya  Ketua Pemuda Kota Panton Labu, dalam pernyataannya mengatakan bahwa pihaknya yang pangkas dana BLT tersebut.

Pengakuan AM dimuat Acehimage.com minggu 5 Juli krmarin, ia membenarkan terhadap pemangkasan bantuan BLT-DD tersebut.

Menurut AM hasil pemangkasan tersebut diserahkan untuk warga lain yang tidak menerima bantuan BLT-DD.

"Uang itu setelah kita kutip kita serahkan untuk warga lain yang tidak menerima bantuan BLT-DD sebanyak 17 KK dengan jumlah Rp1.200.000 dan pemangkasan itu atas persetujuan dari warga penerima bantuan BLT-DD," kata AM.

Menurut AM, di dusun II Kota Panton Labu Keluarga Penerima Manfaat yang tercatat sebanyak 34 sedangkan jumlah KK di dusun II 51, jadi sehari sebelum pembagian BLT-DD di kantor desa, dirinya mendatangi dor to dor ke rumah rumah warga yang mendapatkan Bantuan BLT-DD.

"Setelah saya mendatangi dor to dor kerumah warga, semua warga setuju jika uang yang di terima dari bantuan BLT-DD dipangkas untuk di serahkan kepada warga lain yang tidak menerima bantuan BLT," jelas AM.

Ironinya salah seorang KPM berinisial F harus menelan pil pahit karena dan harus merelakan kehilangan pekerjaannya sebagai pedagang es jagung di depan SMP 1 Panton Labu, atas permintaan perminta AM kepada Bos F bekerja selama ini, hal ini dibenarkan AM sendiri, ia berkilah berkaitan  dengan permintaannya, itu adalah masalah pribadinya dengan F. 

"Permitaan pemberhentian kerja F itu benar, saya ada memintanya pada Bos F, tapi itu masalah pribadi saya dengan F" tutur AM saat dikomfirmasi Media ini. (RN/aiH)
BAGIKAN

0 facebook: