Senin, 13 Juli 2020

Sejumlah Warga Miskin Mengeluh, Pembagian BLT Gampong Matang Kumbang di Aceh Utara Diduga Tebang Pilih

RILIS.NET, Aceh Utara  - Puluhan keluarga Miskin di Desa Matang Kumbang, Kecamatan Baktiya Kabupaten Aceh Utara mengeluh. Diduga Keuchik dan perangkat gampong tersebut dinilai tebang pilih dalam menyalurkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT-DG) Dana Gampong. Senin (13/7/2020).

Berdasarkan Informasi yang diperoleh media ini, ada sekitar 460 Kepala Keluarga (KK) di Gampong tersebut, Namun hanya 143 KK saja yang mendapatkan dana BLT. Sementara yang lainnya sudah mendapatkan bantuan PKH, BPNT, BST, dan juga yang PNS serta perangkat gampong.

"Yang jelas, masih banyak masyarakat miskin di Gampong Matang Kumbang yang tidak diberikan dana BLT. yang aneh lnya,
kenapa ada orang kaya yang rumahnya  permanen, punya mobil malah diberikan BLT. Hingga wajar jika kami menilai Keuchik pilih kasih, karena banyak diantara kami warga miskin yang belum mendapatkan bantuan apa pun. Semua yang datang kemari mereka ini dari keluarga miskin dan belum mendapat BLT, Sedangkan dari keluarga mampu, malah dapat, ini kan aneh" ungkap Ir (32) warga Dusun Cot Peudada dengan nada kecewa.

Hal serupa juga disampaikan SR dan AF salah satu warga Dusun T, Muda Intan yang juga mengaku tidak mendapatkan BLT hingga mempertayakan tentang hal tersebut. "Kenapa kami dari keluarga miskin tak dapat BLT, sepertinya Keuchik kami pilih kasih dalam memberikan bantuan BLT," ujar SR  penuh tanda tanya.

Padahal, lanjutnya, kata Pak Presiden Joko Widodo, bila ada keluarga miskin tidak dapat BLT, disuruh melapor. "Tapi kemana kami harus laporkan, saat kami laporkan ke Keuchik (kepala desa) malah tak pernah menggubrisnya. Dan disaat kami pertanyakan ke Kabupaten disuruh kesana kemari, ini yang membuat bingung karena kami tidak tahu tentang kantor" ujar MY yang turut dibenarkan Af, Md, Sb dan beberapa warga lain nya saat ditemui sejumlah wartawan di desa setempat.

Dijelaskan MY, sebelum nya beberapa warga miskin ini juga mengaku telah melakukan unjuk rasa ke kantor Keuchik pada saat penyaluran BLT-DG tahap pertama pada akhir bulan Ramadhan lalu."Saat itu Keuchik berjanji akan memberikan BLT untuk kami, tapi ternyata hanya 4 orang saja yang dapat, itu pun karena mereka dianggap keras suara dan lantang, ujar nya.

"Jika pun Dana Desa tidak cukup, hingga kami tidak bisa mendapatkan bantuan BLT-DG, kami sangat memaklumi. Tapi yang membuat kami sedih dan kecewa, kenapa ada orang yang tergolong mampu atau kaya dapat, apa karena mereka dekat dengan Keuchk.? ungkapnya dengan nada bertanya.

Sementara itu, Keuchik Gampong Matang Kumbang Hasballah saat dihubungi melalui handphone selularnya meminta wartawan media ini untuk datang menjumpai nya di Meunasah, bila wartawan ingin meminta keterangan.

"Iya benar saya Keuchik Hasballah, sebaik nya bapak datang saja ke Meunasah, disini ramai, tidak enak kita bicara melalui telepon, saya pun lagi ada acara, penerima BLT ada 143 orang di tempat kami, atau bapak minta keterangan sama Sekses saja, karena saya kurang sehat tidak bisa mengederai sepeda motor" ujar Hasballah singkat.

Lain lagi kata Mansur Sekdes Matang saat dihubungi rekan wartawan media ini, 
Mansur selama ini dikhabarkan rangkap jabatan, selain Sekdes, ia juga menjadi guru disebuah sekolah di Aceh Utara.
Menurutnya apa yang telah disampaikan beberapa warga nya itu tidak benar.

"Kami sudah menyalurkan BLT-DG sesuai aturan dan Perbub Aceh Utara. Di Gampong  Matang Kumbang ada sekitar 460 KK sekian, setelah kita lakukan Musdessus yang berhak mendapatkan BLT hanya 143 KK, selain itu tidak termasuk dalam daftar nama nama KPM. Gampong kami luas jangan disamakan dengan gampong lain, dan kami sudah tahu  siapa saja yang telah melapor kepada wartawan," kata Mansur sedikit berkilah.

Terkait tentang adanya lapor bahwa ada juga  orang kaya di Gampong Matang Kumbang yang mendapatkan dan BLT. "Itu tidak benar, karena ada juga beberapa saudara dari kadus yang tidak diberikan BLT, itu sengaja kami lakukan, biar tidak terjadi kecemburuan. Karena mereka bahagian dari keluarga kadus. Jadi biar tidak disalahkan kadus oleh masyarakat, nanti di nilai kadus memihak, jadi kita jadikan kadus sebagai tameng" ujarnya. (Alman)
BAGIKAN

0 facebook: