Senin, 11 Mei 2020

20 Unit Mobil Relawan PAS Jemput Jenazah Warga Aceh dari Tangerang di Perbatasan

Relawan PAS Saat Berkumpul Didepan Hotel Lido Graha, Lhokseumawe untuk Jemput Jenazah ke Perbatasan Aceh - Sumut, Minggu (10/5/2020)
RILISNET, Aceh Utara - Sedikitnya sebanyak 20 unit mobil relawan Persatuan Aceh Serantau (PAS) yang berada di Aceh bersiap-siap menjemput kepulangan jenazah Alm Muhammad Basri dalam perjalanan dari Tangerang menuju kampungnya di Desa Teupin Gajah, Kecamatan Jambo Aye, Kabupaten Aceh Aceh Utara. Minggu, 10 Mei 2020.

Muhammad Basri (37), sebagaimana di beritakan sebelumnya meninggal karena amukan massa di kawasan Tangerang Banten pada Jumat (8/5/2020), korban di tuduh  mencoba mencuri satu unit sepeda motor, namun terungkap korban salah sasaran, bukan pelaku pencurian.

Menurut kordinator rombongan Ikhsan Sawang selaku Wakil Ketua PAS mengatakan, sedikitnya ada 20 unit mobil berkumpul di halaman hotel Lido Graha Lhokseumawe, dan bersiap-siap menjemput jenazah yang di kawal oleh Relawan PAS dari Jakarta.

"Kita akan jemput di perbatasan Langkat Tamiang Aceh dengan Sumut, jenazah di perkirakan tiba di Aceh Utara pagi Senin, 11 Mei," sebut Ikhsan.

Menurutnya, penjemputan jenazah oleh rombongan relawan PAS di Aceh atas perintah Ketua PAS di Jakarta H. Akhyar Kamil,SH. untuk menjemput Dan mengawal jenazah sampai ke rumah keluarga nya, dan bahkan sampai usai pemakaman, sebut Ikhsan

Sementara itu Ketua PAS H. Akhyar  Kamil.SH di Jakarta saat di konfirmasi oleh media mengatakan, ini bentuk solidaritas pihaknya dari PAS. 

Bila ada warga dari Aceh  mengadu nasib di perantauan khususnya daerah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi), yang mendapatkan masalah, atau mengalami musibah, pihaknya turut membantu advokasi dan memberikan perlindungan lainnya. 

"Sebelumnya juga sudah sering kami lakukan seperti ini, ini merupakan yang ke 11 Kali kami antarkan Jenazah ke Aceh, 9 Kali dengan menggunakan pesawat dan 2 Kali menggunakan jalaur darat," jelas Akhyar 

Solidaritas ini menurutnya dilakukan untuk bergerak cepat bila ada warga Aceh bermasalah di perantauan, jika harus menunggu penangganan Pemerintah Aceh bukan hanya lamban, tapi terkesan buang badan. "Mereka hanya cari panggung disaat yang lain sudah berbuat," ujarnya.

BAGIKAN

0 facebook: