Senin, 30 Maret 2020

Mayat Laki-laki Ditemukan Dekat Gudang Ikan Jembatan Idi di Aceh Timur

Petugas Sedang  Melakukan Evakuasi Jenazah di dekat Sebuah Gudang Ikan Dekat Jembatan Idi. (Foto: Humas Polres Aceh Timur)
rilisNET, Aceh Timur - Sesosok mayat laki-laki ditemukan telungkup disamping sebuah gudang bongkar muat ikan, yang ada dekat jembatan Idi,  Aceh Timur. Senin (30/3/2020). Sekira pukul 08.30 WIB.

Kapolres Aceh Timur melalui Kapolsek Idi Rayeuk AKP Ildani Ilyas, mengatakan, mayat tersebut pertama kali diketahui oleh Syahrul Irawan (18) seorang pekerja warga Gampong Jalan Idi Rayeuk, saat hendak memuat es kedalam Kapal Motor penangkap ikan dilokasi itu.

"Pada saat itu saksi akan menaiki  kapal motor penangkap ikan tersebut, selanjutnya saksi melihat ke arah bawah kapal motor dengan keadaan terkejut saksi melihat munculnya yang diduga kaki manusia," ujar Ildani Ilyas Kapolsek Idi Rayeuk.

Ia menambahkan, saat melihat mayat tersebut saksi takut dan panik, sehingga kemudian saksi pergi meninggalkan lokasi penemuan tersebut dan memberitahukan kepada orang yang tidak berapa jauh dari lokasi.

"Kemudian oleh saksi bersama dengan orang tersebut yang tidak dikenalinya langsung memastikan kembali untuk melihat apakah benar itu merupakan yang diduga merupakan jenazah," tambahnya.

Mengetahui penemuan tersebut bahwa merupakan jenazah/mayat manusia maka, saksi Syahrul Irawan membangunkan temannya M. Baliya (17) warga Tanoh Anou yang bekerja sebagai pencuci kapal. Kemudian mereka menghubungi pihak Polsek Idi Rayeuk.

Sesampainya di loaksi personil Polsek Idi Rayeuk langsung mengamankan TKP dengan memasang Police Line, lau Pihak Polsek Idi Rayeuk dengan dibantu oleh team Identifikasi Polres Aceh Timur beserta pihak BPBD  Aceh Timur, langsung mengevakuasi mayat tersebut untuk dibawa ke Rumah Sakit Umum Dr.  Zubir Mahmud Idi.

Belakangan kalau mayat tersebut adalah Nahrazi Bin H. Ibrahim (45), warga Dusun Kuta Batee, Desa Gampong Aceh, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur. Hal itu berdasarkan keterangan adik kandung korban yakni Nasrawati.

Menurut keterangan dari Nasrawati bahwa abangnya Nahrazi mengalami gangguan jiwa. Dan sudah pernah tiga kali masuk ke rumah sakit jiwa di Banda Aceh. "untuk saat ini korban masih dalam proses pengobatan rawat jalan," sebut Kapolsek mengutip keterangan dari adiknya korban.

"Menurut keterang dr. Yuni dari pihak RSUD dr. Zubir Mahmud setelah dilakukan pemeriksaan pada seluruh bagian tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau diperkirakan ataupun diduga sementara korban mengalami kecelakaan atau jatuh ke dalam sungai," imbuh Kapolsek.
BAGIKAN

0 facebook: