Minggu, 13 Oktober 2019

Khasiat Madu Kelulut dan Prospek Masa Depan Bagi Petani di Aceh Timur

Madu Kelulut Yang di Hasilkan Oleh Petani di Aceh Timur.
rilisNET, Aceh Timur - Kelulut adalah sejenis lebah namun yang membedakannya adalah lebah kelulit ukurangannya lebih kecil dan tanpa gigitan sengat, seperti lebah biasa pada umumnya kelulut ini juga bisa menghasilkan madu, rasa madunyapun pada umum manis seperti madu lebah, namun terkadang bisa sedikit berubah rasa antara paduan manis, asem dan sedikt pahit, tergantung saat musih yang dapat mempengaruhi keberlangsungan bunga.

Madu yang dihasilkan dari sarang kelulut ini juga mempunyai segudang manfaat, terutama untuk penyembuhan berbagai penyakit, diantaranya batuk, gangguan pencernaan, diabetes sakit lambung serta untuk daya tahan tubuh yakni stamina dan berbagai fanfaat yang dihasilkan lainnya dari mengkonsumsi madu kelulut ini.


Salah seorang petani Madu kelulut Zulkifli Yusuf yang juga Sekretaris dari Koperasi  Warisan Rimba Aceh (WIRA) di Aceh Timur ini mengaku dari sarang kelulut itu bisa menghasilkan tiga jenis yakni madu, propolis dan bipolen.


Madu kelulut juga diyakini sangat berguna untuk penyembuhan penyakit lambung, kolestrol asam urat maupun diabetas dan penyakit jantung, untuk stamina dan daya tahan tubuh, serta untuk penyembuhan berbagai penyakit lainya dengan cara di minum maupun dioles. "Sedangkan propolis anti oksidan anti body yang bisa membunuh bakteri kanker dan bakteri tumor," Sebut Om Jol sapaan Zulkifli Yusuf.


Dia juga mengatakan, pendapatan yang dihasilkan dari membudidaya madu kelulut ini juga beromset lumayan, Zul mengaku sertiap bulan sekali panen jika musim bunga bagus dapat menghasilkan sampai satu liter, paling kurang setengah liter dari satu sarang kelulut.



Zulkifli Yusuf beserta beberapa petani madu kelulut saat pertemuan dengan Bupati Rocky
Dari ketekunan dan keseriusannya itu Om Jol juga mengaku usahanya itu telah mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah setempat, melalui Rocky sapaan Bupati Aceh Timur H. Hasballah Bin H.M Thaib menyarankan agar mereka tergabung dalam satu wadah yakni koperasi beberapa waktu yang lalu. Hal itu tentunya untuk menjawab semua kendala yang ada bagi petani madu.

"Dengan adanya kelompok tentunya pemerintah akan dapat lebih maksimal mengupayakan pemberdayaan bagi para petani sehingga tercapainya kemudahan dari segi pemasan dan kendala yang dihadapi, selain itu dengan tergabungnya dalam wadah yakni koperasi akan lebih bisa mengoptimalkan pemberdayaan yang bertujuan meningkatkan ekonomi dan taraf hidup petani madu kelulut dimasa mendatang," Harap Rocky beberapa waktu yang lalu saat menemui para petani madu kelulut.

Sejauh ini, Zulkifli mengaku sedang mengelola sedikitnya 70 sarang kelulut yang bisa memproduksi madu, umumnnya berjenis trigona, "Kalau perkelompoknya mencapai 3 sampai 4 ratus sarang madu kelulut saat ini yang tersebar diberbagai daerah di Aceh Timur," Kata Om Jol. Minggu (13/10/2019).

Saat ini sambungnya, madu kelulut sangat diminati oleh konsumen, selain pemasarannya ditingkat lokal, mereka juga memasarkan secara online. Dan harganyapun mencapai Rp 600 ribu rupiah perliternya, untuk ukuran eceran perbotol juga dipasarkan dengan harga sesuai ukuran dan isinya.

"Kalau perliternya sampai Rp  600 ribu rupiah, dan ada juga kemasan botol kecil yang harganya tergantung berapa mili isinya, biasanya pelanggan juga menelpon kami kalau sedang butuh madunya," sebut Om Jol.

Om Jol mengaku, adapun kendala yang didapati saat ini secara umumnya belum ada, apalagi terkait produksi, namun yang menjadi harapan untuk kedepannya agar adanya pemanfaatan lanjutan dari produk kelulut ini, yakni produk turunan ataupun lanjutan yang bisa memanfaatkan bipolen untuk pemanfaatan lainnya seperti sabun dan lainya.

Kalau ada produk turunannya dari apa yang dihasilkan oleh kelulut ini tentu lebih bagus, seperti pemanfaatan bipolen yang bisa untuk pembuatan sabun dan lainya, tentunya hal itu lebih maksimal lagi pemanfaatan dari semua yang dihasilkan oleh lebah madu jenis kelulut ini.

"Selain itu mungkin bagi pemula kendalanya yakni untuk pemasarannya yang belum maksimal, selebihnya itu tidak ada. Dan bagi saya yang membudidaya madu kelulut saat ini meyakini ini sebagai usaha yang sangat menjanjikan, baik dari pemanfaatan madu sebagai pengobatan dan omset yang sangat lumayan untuk menopang kebutuhan hidup," Ujar Zulkifli Yusuf.
BAGIKAN

0 facebook: