Sabtu, 21 September 2019

Siswa Yang Sakit Perut di Sekolah, Belum Terima Sapi dan Traktor Bantuan Menteri Amran

Keluarga Putri didampingi Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh A. Hanan di Jakarta (Dok. rilisNET).
rilisNET, Aceh Timur  - Masih ingat dengan cerita Putri Dewi Nilarati, yang beritanya sempat viral dan menghebohkan jagat maya di Indonesia, siswi di salah satu SLTP Aceh Timur itu sakit perut saat sedang belajar, waktu ditanyakan oleh gurunya putri mengaku bukan tak mau sarapan tetapi dirumahnya tidak ada beras untuk di masak. 

Setelah kisah itu diwartakan oleh wartawan media MODUSACEH.CO Mahyuddin Kubar alias Pak Geuchik yang kemudian turut dikutip oleh beberapa media nasional, dalam sekejab berita itu viral dan mendulang banyak simpati dari publik yang ingin membantu meringankan beban keluarga Suparno.

Bukan hanya dari Bupati Aceh Timur H. Hasballah saja bantuan yang datang, dan juga Anggota DPRA Iskandar Farlaky, Haji Uma, ACT yang turut membantu memberikan sembako saat itu, akan tetapi berbagai kalangan turut meringankan beban keluarga Pak Suparno yakni Ayah dari Putri Dewi Nilaratih. Alhasil, Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman akhirnya mengundang keluarga Putri ke Jakarta saat itu.

Menteri Amran Sulaiman menerima kedatangan Putri, beserta Suparno ayahnya, dan Mariani ibunya secara khusus di ruang kerja menteri, di Kementerian Pertanian, Jakarta. Kedatangan keluarga kurang mampu itu didampingi Kepala Dinas Pertanian Aceh A. Hanan, SP, MM, bersama Kabag Pengadaan Pangan Mukhlis, serta Otriadi, SP Petugas Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Aceh Timur pada Selasa (13/8/2019) lalu.
Keluarga Putri di Dampingi Kadis Pertanian  Aceh A. Hanan, Saat Terima Bantuan dari Menteri Pertanian RI.(Foto: Dok rilisNET).
Saat itu Menteri Amran menyerahkan bantuan kepada keluarga Putri, berupa 1 unit traktor tangan dua roda seharga Rp 36 juta, uang tunai Rp 15 juta, 1 ekor sapi betina bunting, benih jagung 15 kg serta benih padi 25 kg. Tak hanya itu, Menteri juga menawari Putri jadi anak asuh Menteri Amran.

Sebulan lebih telah berlalu dari pertemuan itu, sampai saat ini keluarga Putri mengaku sapi bunting dan juga traktor dua roda yang dijanjikan oleh menteri Amran belum kunjung sampai kerumahnya.

Suparno ayah Putri juga mengatakan, bahwa saat di Jakarta sudah dilakukan serah terima dengan Menteri, namun dalam penantiannya sapi beserta traktor dua roda tak kunjung tiba, padahal dia juga telah membuat kandang untuk menempatkan sapi buting bantuan menteri, begitu juga dengan traktornya dia juga mengaku belum menerimanya sampai saat ini.

"Sampai saat ini sapi dan traktor itu belum sampai kerumah, waktu itu sudah serah terima di Jakarta disaksikan Kadis Pertanian Aceh, dan rekomendasi berupa administrasi yang diminta juga sudah disampaikan, tempo tiga hari sapinya akan diantar katanya waktu itu," Kata Suparno k.

Sementara itu Petugas Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Aceh Timur Otriadi kepada media ini membenarkan hal itu, dia mengaku bahwa memang belum sampai bantuan sapi dan traktor ke rumah Suparno.

Dia menambahkan, saat itu memang sudah serah terima, namun sapinya akan diberikan melalui pihak peternakan di Indra Puri Aceh Besar. Menurutnya segala administrasi yang diminta juga telah disampaikan namun bantuan itu sampai saat ini tak kunjung datang.

"Coba ditanyakan ke peternakan bagian pembibitan sapi di Indra Puri Aceh Besar, katanya mereka belum ada intruksi dari atasan," Kata Hotriadi.

Sementara itu saat dihubungi terpisah Staf Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) Yusmadi mengatakan sebagai pelaksanaan teknis mereka menunggu proses administrasi dari pusatdan petunjuk dari pusat

"Karena belum ada petunjuk dari pusat dan administrasi atau intruksi dari pusat kami belum bisa lakukan," Kata Yusmadi.

Dia juga menambahkan, bahwa BPTUHPT Aceh tunduknya langsung ke pusat bukan dibawah dinas pertanian, dan instansi dinas lainnya, sejauh belum ada petunjuk ataupun administrasi dari pusat mereka tidak bisa serahkan. Begifu juga dengan traktor yang dijanjikan menurutnya itu tidak ada di instansinya, karena mereka bukan dinas pertanian.

"Kalau menyangkut traktor biasa itu urusan dinas pertanian, dan kami tidak mengetahui itu. Intinya kalau masalah sapi kami tunggu administrasi dari pusat baru bisa serahkan," Ujar Yusmadi. 
BAGIKAN

0 facebook: