Sabtu, 10 April 2021

PT Medco E&P Malaka Dampingi Warga Terdampak Asap Flare di Aceh Timur

PT Medco E&P Malaka Dampingi Warga Terdampak Asap Flare di Aceh Timur

VP Relations & Security Medco E&P Indonesia Arif Rinaldi (Foto: Ist)
RILIS
.NET, Aceh Timur -
Tim Medikal Medco E&P Malaka terus mendampingi warga saat pengobatan di Puskesmas dan rumah sakit akibat terkena dampak asap flare pada Jumat, (9/4/2021.

"Perusahaan akan terus memonitor kesehatan dan menyalurkan kebutuhan warga terdampak serta terus berkoordinasi dengan Pihak Puskesmas dan instansi terkait lainnya," sebut VP Relations & Security Medco E&P Indonesia Arif Rinaldi.

Ia juga menambahkan, pihak perusahaan akan terus fokus menangani warga yang terdampak kejadian ini, baik terkait kesehatan maupun kebutuhan logistik warga untuk warga.

Masih menurut Arif Rinaldi, sebanyak 57 warga Desa Panton Rayeuk T, Aceh Timur, yang terdampak asap dari kegiatan flaring gas sumur AS-11 telah mendapatkan pengobatan dari Puskesmas, dan telah diperbolehkan pulang.

"Sumur AS 11 saat ini sedang dalam proses perawatan rutin. Namun, perusahaan telah menghentikan aliran sumur segera, setelah mendapatkan informasi pada Jumat pagi," sebut Arif Rinaldi dalam keterangan yang dikirim ke RILIS.NET pada Jumat, (9/4/2021) sore. (rn/rd)

Jumat, 09 April 2021

Pemda Aceh Timur Sediakan Dapur Umum untuk Warga di Banda Alam

Pemda Aceh Timur Sediakan Dapur Umum untuk Warga di Banda Alam

Pemda Aceh Timur Dirikan Tenda dan Dapur Umum di Banda Alam, Aceh Timur (Foto: Ist)
RILIS.NET, Aceh Timur - Pemerintah Daerah (Pemda), Kabupaten Aceh Timur merespon cepat atas peristiwa yang dialami warga di Kecamatan Banda Alam, pada Jumat (9/4/2021). 

Bupati Aceh Timur H. Hasballah Bin H.M. Thaib, SH sejak Jumat pagi telah mengintruksikan jajaran dan sejumlah OPD terkait untuk segera menangani korban di lokasi.  Sejauh ini, pihak BPBD Aceh Timur, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan TNI/Polri juga ikut turun ke lokasi menangani korban dalam peristiwa itu.

BPBD Aceh Timur sendiri juga telah menyiapkan dua unit tenda dan ambal dilokasi kejadian Kecamatan Banda Alam. Tak hanya itu, Dinas Sosial Aceh Timur juga turut menyediakan dapur umum dilokasi pengungsi. 

Kepala BPBD Aceh Timur Ashadi mengatakan, warga yang mengalami pusing dan muntah-muntah semuanya telah mendapatkan perawatan medis. 

"Sejauh ini sejumlah warga telah tertangani dan mendapatkan perawatan medis, dilokasi juga telah tersedia tenda, ambal dan juga dapur umum bagi para warga," sebut Ashadi, Jumat (9/4/2021). 

Dari data yang diperoleh kata Ashadi, ada 15 Kepala Keluarga (KK), dan lebih kurang 250 jiwa yang turut dievakuasi kelokasi yang dianggap lebih aman. Saat ini tambah Ashadi, kondisi telah tertangani dengan baik dilokasi. 

"Alhamdulilah semua korban telah tertangani dan sampai saat ini kondisi aman dan terkendali dilokasi," pungkas Kepala BPBD Ashadi. (rn/rd)

Diduga Keracunan Gas, Belasan Warga Aceh Timur Dilarikan ke Rumah Sakit

Diduga Keracunan Gas, Belasan Warga Aceh Timur Dilarikan ke Rumah Sakit

Warga Banda Alam saat dilakukan penanganan medis akibat keracunan, Jumat (9/4/2021)
RILIS.NET, Aceh Timur - Diduga Keracunan Gas yang berasal dari PT Medco, belasan warga Desa Panton Rayeuk T di Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur terpaksa dilarikan  ke rumah sakit, Jumat (9/4/2021).

Sebelumnya, warga mengalami pusing dan muntah-muntah akibat menghirup bau busuk dan menyengat di lokasi kawasan Gampong Panton Rayeuk, Banda Alam.

Akhirnya, sejumlah pihak pun menduga bahwa bau busuk itu berasal dari PT Medco E&P Malaka yang melakukan kegiatan ekplorasi di Blok A kawasan Blang Nisam, Indra Makmur, Aceh Timur.

Dugaan itu bukan tanpa sebab, sebelumnya puluhan warga di Indra Makmue juga pernah mengalami hal yang sama, selain pusing warga juga mengalami muntah setelah mencium aroma bau tak sedap itu.

Sementara, Camat Kecamatan Banda Alam Muliadi yang dikonfirmasi membenarkan adanya belasan warga Banda Alam yang mengalami keracunan. 

Menurutnya, saat ini para korban telah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Banda Alam, serta ada juga yang telah dirujuk ke rumah sakit Graha Bunda Kota Idi.

"Dari data yang kita peroleh sementara saat ini ada 19 Orang yang mengalami pusing dan muntah, dan kami masih fokus pada penanganan warga," ujar Camat Kecamatan Banda Alam Muliadi saat dikonfirmasi RILIS.NET, Jumat siang.

Sementara itu dari pihak PT Medco E&P Malaka melalui Bagian Humas perusahaan itu, yang dimintai tanggapannya oleh media ini mengatakan, untuk sementara pihaknya meminta bersabar, karena akan mengeluarkan pernyataan resmi nantinya kepada media ini terkait informasi itu.

"Akan kita berikan pernyataan resmi dari kita, mohon bersabar," jawab Rahmat yang menangani bagian kehumasan di PT Medco.

Sebelumnya, bau busuk dan menyengat juga pernah dialami wargai di lokasi seputaran lingkar tambang PT. Medco E&P Malaka, Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur pada Bulan Mei 2019 lalu.

Warga saat itu terus mengeluh akibat bau busuk yang diduga berasal dari limbah PT. Medco. Akibatnya tak sedikit warga mengalami gangguan pernafasan, muntah-muntah akibat terhirup bau tak sedap yang berasal dari lokasi Blok A PT. Medco E&P Malaka tersebut.

Kali ini, kejadian yang hampir serupa kembali terulang, apakah bau yang menyengat tersebut juga berasal dari perusaan yang sama?, atau justeru ada penyebab lain yang membuat belasan warga tumbang dan harus dilarikan kerumah sakit?. Terkai itu, media RILIS.NET masih menunggu pernyataan resmi dari pihak Perusahaan PT Medco E&P Malaka dan instansi terkait lainnya untuk memperoleh kebenaran informasi asal usul bau menyengat yang telah menumbangkan belasan warga. (rn/red)




Kamis, 08 April 2021

Pukat UGM Soal Pencurian Barbuk Emas Nyaris 2 Kg: Pukulan Bagi KPK!

Pukat UGM Soal Pencurian Barbuk Emas Nyaris 2 Kg: Pukulan Bagi KPK!

Kantor Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) UGM. (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
RILIS.NET, Sleman - Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) Zaenur Rohman menilai pencurian barang bukti emas nyaris 2 kg oleh seorang pegawai KPK berinisial IGAS merupakan pukulan telak bagi KPK. Kasus ini juga disebut mencoreng citra KPK.

"Kasus yang sangat mencoreng citra KPK, karena KPK selama ini menjadi lembaga yang bertumpu dan selalu menekankan kepada kejujuran. Tentu kasus ini menjadi pukulan bagi KPK ketika ada seorang pegawai melakukan tindak pencurian alat bukti," kata Zaenur saat dihubungi wartawan, Kamis (8/4/2021).

Ia membeberkan, pelanggaran yang dilakukan pegawai lembaga anti rasuah itu bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, dia mencatat sudah ada kasus pegawai KPK menyalahgunakan wewenang.

"Memang KPK bukan berarti tidak pernah ada pelanggaran-pelanggaran seperti ini, dulu ada juga penyidik KPK yang melakukan pemerasan dan dipecat dan dipidanakan. Artinya memang pelanggaran-pelanggaran oleh pegawai masih terjadi di KPK," bebernya.

Oleh karena itu, ia meminta KPK mengevaluasi standard operating prosedure (SOP). Hal itu, untuk memastikan agar tidak ada penyalahgunaan wewenang dari para pegawai KPK terutama di Labuksi.

Namun di sisi lain, dia memberikan apresiasi dengan pemberian sanksi berat terhadap pegawai KPK itu. Ditambah lagi langkah yang diambil yakni dengan membawa kasus ini ke kepolisian.

"Yang terpenting, pertama dari sisi penegakan etiknya menurut saya dengan sanksi berat dengan dikeluarkan dan dilanjutkan dengan proses pidana itu keputusan tepat. Kedua selain memastikan etiknya ditegakkan tentu harus ada evaluasi untuk mencegah hal ini tidak terjadi lagi," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Dewas KPK, Tumpak, menyebut IGAS sebagai anggota satuan tugas di Direktorat Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi). Direktorat itu berada di bawah Kedeputian Bidang Penindakan dan Eksekusi di KPK.

Total ada 1,9 kg emas batangan yang dicuri. Sebanyak 1 kg itu diketahui digadaikan. Sisanya masih disimpan oleh IGAS. Namun saat ketahuan emas yang 900 gram dikembalikan ke KPK, sedangkan emas yang sudah digadaikan ditebus kembali oleh IGAS dan dikembalikan ke KPK.

"Pada akhirnya barang bukti ini pada Maret 2021 berhasil ditebus oleh yang bersangkutan dengan cara mendapatkan berhasil menjual tanah warisan orang tuanya di Bali," ucap Tumpak dalam konferensi pers hari ini.

Akibat perbuatannya itu, IGAS diberhentikan tidak dengan hormat. Selain dipecat, IGAS dilaporkan ke polisi. IGAS juga sudah diperiksa penyidik Polres Jakarta Selatan. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Jimmy Christian mengungkap IGAS masih berstatus saksi.


Sumber: detiknews

Rabu, 07 April 2021

Diundang Dirjen KKP RI, Rocky Teken MoU Pembangunan Kluster Tambak Udang Nasional

Diundang Dirjen KKP RI, Rocky Teken MoU Pembangunan Kluster Tambak Udang Nasional

Bupati Aceh Timur H. Hasballah saat menandatangani MoU Pembangunan Kluster Tambang Udang dengan Dirjen KKP RI di Bandung, Selasa (6/4/2021)
T, Aceh Timur - Bupati Aceh Timur H. Hasballah Bin H.M. Thaib, SH atau yang akrab disapa Rocky menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Direktorat Jendral (Dirjen) Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia di Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/4/2021) kemarin.

Selain penandatanganan Naskah Kerjasama Pembangunan Kluster Tambak Udang Tahun 2021, acara juga dilanjutkan dengan Rakernis Perikanan Budidaya yang digelar oleh Ditjen KKP RI di Hotel Crowne Plaza Kota Bandung Jawa Barat.

Penandatanganan kerjasama ini, sebagai bentuk tindak lanjut dari program pembangunan tambak udang seluas 10.000 hektare yang akan dibangun di Kabupaten Aceh Timur, sebagai model percontohan tambak udang nasional di Indonesia.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP Sjarief Widjaja, pada pembukaan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) BRSDM, di Bandung mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sendiri telah menetapkan tiga prioritas sebagai terobosan pada Tahun 2021-2024.

Pertama, peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sumber daya alam perikanan tangkap untuk peningkatan kesejahteraan nelayan. Kedua, Pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor. Ketiga, pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal.

"Ketiga terobosan tersebut didukung oleh pengembangan riset kelautan dan perikanan," sebut Sjarief Widjaja seperti dilansir kkp.go.id Selasa (6/4/2021), kemarin.

Sjarief juga menyebutkan, dalam mendukung perikanan budidaya, menurutnya, riset juga memiliki peran yang tinggi. Saat ini Indonesia memiliki komoditas unggulan di bidang budidaya antara lain lobster, udang, dan rumput laut, yang didorong secara masif dan dikembangkan untuk kepentingan ekspor.

"Salah satunya melalui teknologi tinggi tambak udang yang akan dibangun di Aceh Timur seluas 10.000 hektare," sebut Sjarief dalam pernyataannya saat membuka Rakernis yang turut dihadiri Bupati Rocky di Bandung, Jawa Barat pada Selasa kemarin.

Menurut Sjarief, pihaknya juga mendorong komoditas-komoditas lokal unggulan dan mengembangkan kampung-kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal, seperti Kampung Nila, Kampung Patin, Kampung Lele, Kampung Gabus, dan Kampung Garam, di berbagai daerah di Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur akan segera mempersiapkan lahan seluas 10.000 hektar yang tersebar di 14 Kecamatan pesisir dalam wilayah kabupaten ini untuk dijadikan tambak budidaya udang vaname secara Cluster, sekaligus menjadi contoh untuk model secara Nasional.

Sementara itu Bupati Aceh Timur, H. Hasballah Bin H.M. Thaib, SH sebelumnya mengatakan, dengan dijadikan Aceh Timur sebagai Daerah model percontohan secara nasional mengenai budidaya udang vaname secara cluster bisa segera meningkatkan taraf hidup serta perekonomian masyarakat pesisir, terutama masyarakat Aceh Timur sendiri dan Aceh secara umum.

"Dengan dijadikan daerah contoh kita harapan akan disusul dengan pengembangan lainnya yang terkait dengan hasil budidaya udang vaname tersebut, sekaligus bisa menyerap tenaga kerja putra daerah serta dapat mensejahterakan ekonomi masyarakat," harap Bupati Aceh Timur yang akrab disapa Rocky. (rn/rd)