Minggu, 18 April 2021

Berita Foto: Korban Keracunan Gas PT Medco di Aceh Timur

Berita Foto: Korban Keracunan Gas PT Medco di Aceh Timur

RILIS.NET, Aceh Timur - Sebanyak 58 warga Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, Dilaporkan mengalami keracunan gas akibat kegiatan flaring (pembakaran gas) oleh Perusahaan PT Medco pada Jumat (9/4/2021) pagi.

Sejumlah korban yang sempat tercium bau busuk dan menyengat itupun mengalami pusing, mual dan muntah-muntah, sehingga terpaksa harus dirawat di Puskesmas Banda Alam bahkan tak sedikit yang terpaksa harus dirujuk ke rumah sakit dr Zubir Mahmud dan Graha Bunda, bahkan satu orang dilaporkan harus dirujuk ke rumah sakit Zainal Abidin Banda Aceh, karena kondisinya sangat parah dan dilaporkan sempat mengeluarkan darah saat muntah.

Berikut Foto-fotonya;














Keterangan: Foto-foto tersebut diambil saat korban dirawat di Puskesmas dan Rumah Sakit pada Jumat (9/4/2021) lalu. Saat ini sejumlah warga yang sempat mendapatkan perawatan medis dilaporkan telah kembali ke tempat tinggalnya masing-masing.

AC Milan Sumbangkan Gaji Mario Mandzukic untuk Amal

AC Milan Sumbangkan Gaji Mario Mandzukic untuk Amal

RILIS
.NET -
Striker berkewarganegaraan Kroasia Mario Mandzukic kehilangan gajinya selama satu bulan di AC Milan karena cedera sehingga klub menawarkan untuk menyumbangkan gajinya guna kepentingan amal.

Pesepakbola berusia 34 tahun itu tiba di Milan pada Januari dan telah menandatangani kontrak selama enam bulan dengan nilai 300.000 euro per bulan.

“Sikap Mario Mandzukic ini menunjukkan bahwa dia memiliki etika profesional,” kata Presiden AC Milan Paolo Scaroni seperti dikutip AFP, Sabtu.

Menurut dia, uang tersebut selanjutnya akan disumbangkan kepada badan amal yang khusus menangani anak-anak muda.

Sementara itu, Mandzukic diperkirakan kembali tampil membela Milan hari ini, sedangkan bintang striker AC Milan lainnya Zlatan Ibrahimovic absen karena mendapatkan kartu merah.


Antara

Sabtu, 17 April 2021

Tega Perkosa Anak Kandungnya, Warga Birem Bayeun ini Ditangkap Polisi

Tega Perkosa Anak Kandungnya, Warga Birem Bayeun ini Ditangkap Polisi

Foto: Pelaku (Ist)
RILIS
.NET, Langsa -
Bejat, seorang ayah berinisial HE (55) warga Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur dilaporkan tega memperkosa anak kandungnya yang masih dibawah umur.

Pelaku berprofesi sebagai petani, dari hasil pemeriksaan polisi pelaku mengaku telah melakukan perbuatannya itu sebanyak empat kali.

"Pelaku mengaku telah memperkosa anaknya yang masih berusia 14 tahun sebanyak empat kali," kata Kapolres Langsa AKBP Agung Kanigoro Nusantoro melalui Kasat Reskrim Iptu Arief Sukmo Wibowo pada Sabtu (17/4/2021).

Lebih lanjut Kasat Reskrim mengatakan, pelaku akhirnya diringkus untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah memperkosa anak kandungnya sendiri.

Ia menambahkan, Pelaku melancarkan aksinya saat anaknya tertidur didalam kamar. "Dia masuk kekamar dan langsung menindih anaknya," ujar Kasat.

Pelaku sempat menolak, namun pelaku dengan beringas mengancam korban. "Korban sempat menolak sambil mengatakan, 'jangan pak', namun pelaku semakin beringas untuk memuaskan nafsu bejatnya.

Kasus inipun terungkap setelah korban ketakutan karena sudah terlambat datang bulan, sehingga korban menceritakan semua kepada ibunya tentang perbuatan pelaku.

Mendapat pengakuan korban, sambung Kasat Reskrim, ibunya pada Jum'at 16 April 2021 langsung melapor kepada kepala desa, oleh kepala desa dilaporkan ke Bhabinkamtibmas kemudian Bhabinkamtibmas menghubungi personil Resmob Polres Langsa untuk membantu mengamankan pelaku.

Pelaku lalu dijemput personil Resmob Polres Langsa ke rumahnya, Jum'at (16/4/2021) sekitar pukul 20.30 WIB. Pelakupun akhirnya dibawa ke Polres Langsa guna diproses secara hukum lebih lanjut. (rn/rd)

Kamis, 15 April 2021

Sebanyak 4.805 Keluarga di Kabupaten Malang Terdampak Gempa Bumi

Sebanyak 4.805 Keluarga di Kabupaten Malang Terdampak Gempa Bumi

Anak-anak bermain di dekat reruntuhan bangunan akibat gempa, (Foto: Antara)
RILIS
.NET, Jawa Timur -
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang menyatakan bahwa sebanyak 4.805 keluarga di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, terdampak gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (10/4).

Sekretaris PMI Kabupaten Malang Aprilijanto mengatakan dari dari total 4.805 keluarga tersebut, setara dengan 24.025 jiwa yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Malang.

"Keadaan umum masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi, masih mengalami trauma dan takut. Ada sebanyak 4.805 keluarga terdampak," kata Aprilijanto, di Kabupaten Malang, Kamis.

Ia menambahkan berdasarkan data PMI Kabupaten Malang, akibat gempa bumi bermagnitudo 6,1 tersebut, ada 24 orang mengalami luka berat, 14 orang lainnya mengalami luka ringan.

Sementara untuk korban meninggal dunia, lanjut Aprilijanto, ada empat orang. Gempa bumi tersebut, juga mengakibatkan 4.805 rumah mengalami kerusakan. Sebanyak 1.144 unit rumah rusak berat, 1.858 unit rusak sedang, dan 1.803 lainnya rusak ringan.

"Sementara untuk warga Kabupaten Malang yang mengungsi, ada sebanyak 320 orang," katanya.

Selain itu, lanjut Aprilijanto, 196 fasilitas umum, yang terdiri dari kantor pemerintahan, fasilitas kesehatan, tempat ibadah dan sekolah mengalami kerusakan, mulai kategori ringan sampai sedang.

Menurut dia, hingga saat ini, banyak tempat tinggal warga terdampak masih dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk dihuni. Sehingga, banyak di antara warga terdampak tersebut untuk sementara waktu tinggal di teras rumah atau pengungsian.

Sementara itu, personel PMI Kabupaten Malang di lapangan melakukan pendataan di dua desa, yakni Srimulyo dan Desa Belerejo, di Kecamatan Dampit. Selian itu juga dibuka dapur umum pada dua desa itu.

"Sementara untuk di Posko Markas PMI Kabupaten Malang, kami lakukan pengolahan data yang diterima dari posko lapangan. Kemudian, pendistribusian logisitik dan sinkronisasi data dengan pemangku kepentingan terkait," kata Aprilijanto.

Gempa bumi mengguncang sejumlah kawasan di Jawa Timur, Sabtu (10/4) pukul 14.00 WIB. Gempa bermagnitudo 6,1 tersebut berpusat di 90 kilometer barat daya Kabupaten Malang dengan kedalaman 25 kilometer, juga berdampak ke beberapa wilayah lain di Jawa Timur.


Sumber: antara

Rabu, 14 April 2021

Pasca Keracunan Gas di Aceh Timur, Kondisi Udara di Lokasi TKP Dinyatakan Aman

Pasca Keracunan Gas di Aceh Timur, Kondisi Udara di Lokasi TKP Dinyatakan Aman

RILIS
.NET, Aceh Timur -
Berdasarkan hasil survey yang dilakukan di lokasi sumur AS-11, AS-9, AS-12 dan Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Timur yang didampingi PT Medco E&P Malaka, kondisi udara di lokasi dinyatakan telah aman, di lokasi juga tidak ada lagi bau yang diduga dari asap suar kegiatan pemelihaan sumur AS-11 di Blok A, Aceh.

"Dari hasil pengukuran kualitas udara di desa tersebut tidak ditemukan bau gas dan parameter SO2, H2S, dan CH4 terbaca nol atau normal di udara," kata VP Relations & Security PT Medco E&P Indonesia Arif Rinaldi, seperti dalam rilis yang diterima media ini, Rabu.

Mengacu pada hasil survey ini, tambah Arif Rinaldi warga Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur telah pulang ke rumah dibantu oleh pekerja Medco E&P dan aparat terkait pada Rabu (14/4/2021).

"Medco E&P akan tetap memonitor kondisi sekitar sumur dan pemukiman masyarakat secara berkala. Perusahaan juga terus mendampingi warga, baik yang sudah kembali ke rumah maupun yang masih di rumah sakit," ujar Arif.

Saat ini sambung Arif, salah satu pasien di RSUZA Banda Aceh dan beberapa warga lain di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Zubir Mahmud telah diperbolehkan pulang. Sementara beberapa warga masih mendapatkan perawatan ringan.

"Perusahaan berterima kasih atas dukungan dari semua pihak dan masyarakat sehingga kejadian ini dapat teratasi dengan baik," ucap VP Relations & Security PT Medco E&P Indonesia Arif Rinaldi. (rn/rd)